EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Prabowo Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp24 Triliun

Prabowo Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp24 Triliun

Presiden Prabowo menggulirkan stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga pertumbuhan nasional di tengah tekanan global.

Abah Mamat oleh Abah Mamat
3 Juni 2025
Kategori EKONOMI, KEUANGAN, NASIONAL, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA EKOIN.CO – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka pada Senin, 2 Juni 2025. Rapat tersebut membahas respons terhadap tekanan global yang berpotensi melemahkan ekonomi nasional.

Dalam rapat itu, pemerintah menggulirkan paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun. Tujuannya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat stabilitas nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menetapkan lima kelompok kebijakan dalam paket tersebut. Sasaran utamanya mencakup sektor transportasi, bantuan sosial, subsidi upah, serta insentif tarif tol.

“Hari ini Bapak Presiden juga telah memutuskan untuk memberikan sebuah paket stimulus agar pertumbuhan ekonomi dapat dijaga momentumnya,” kata Menkeu dalam keterangannya usai rapat terbatas.

Paket pertama adalah diskon moda transportasi selama masa liburan sekolah dan awal tahun ajaran baru, yakni Juni–Juli 2025.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

Diskon Tiket Transportasi Massal Dimulai Juni

Diskon 30 persen diberikan untuk tiket kereta api bagi 2,8 juta penumpang dengan dana sebesar Rp0,3 triliun.

Untuk tiket pesawat kelas ekonomi, pemerintah menanggung PPN sebesar 6 persen. Ini menyasar 6 juta penumpang, dengan anggaran Rp0,43 triliun.

Sektor angkutan laut juga mendapat perhatian, dengan potongan harga 50 persen untuk 0,5 juta penumpang. Anggaran yang disediakan sebesar Rp0,21 triliun.

“Keseluruhan anggaran untuk tiket kereta, pesawat, dan laut mencapai Rp0,94 triliun,” jelas Sri Mulyani.

Sementara itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif tol sebesar 20 persen untuk 110 juta pengguna selama periode yang sama.

Kolaborasi Pemerintah dan BUJT untuk Diskon Tol

Kebijakan diskon tarif tol ini tidak menggunakan dana APBN. Pemerintah menggandeng Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk pelaksanaannya.

“Kementerian PU telah mengeluarkan surat edaran kepada BUJT mengenai diskon tarif tol ini,” ujar Sri Mulyani.

Langkah ini diambil untuk menstimulasi mobilitas masyarakat dan menjaga daya beli selama periode transisi tahun ajaran baru.

Selain sektor transportasi, pemerintah juga memperkuat program bantuan sosial, yang menjadi bagian utama dari stimulus.

Anggaran sebesar Rp11,93 triliun disiapkan untuk penambahan manfaat bantuan pangan dan tunai.

Bantuan Sosial Ditingkatkan untuk 18,3 Juta Warga

Sebanyak 18,3 juta penerima Kartu Sembako akan mendapat tambahan dana Rp200 ribu per bulan selama dua bulan.

Mereka juga akan menerima beras gratis 10 kg per bulan, total 20 kg selama dua bulan ke depan.

Pemerintah berharap tambahan ini membantu kelompok rentan menghadapi kenaikan harga bahan pokok.

Langkah ini menjadi respons langsung terhadap tekanan inflasi yang meningkat pada kuartal kedua tahun 2025.

Sri Mulyani menyebut bahwa semua kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas dan konsumsi rumah tangga.

Subsidi Upah Kembali Digulirkan bagi Pekerja Rentan

Pemerintah menyiapkan program bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp300 ribu per bulan selama dua bulan.

Bantuan menyasar 17,3 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta, serta 565 ribu guru honorer.

Guru honorer dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama menjadi sasaran utama.

Total anggaran untuk BSU ini mencapai Rp10,72 triliun, dan disalurkan melalui mekanisme yang sudah terverifikasi.

“Ini untuk menjaga agar para pekerja tetap mendapatkan perlindungan di tengah situasi global yang belum stabil,” tegas Menkeu

Industri Padat Karya Dapat Keringanan Iuran

Pemerintah juga memperpanjang diskon 50 persen iuran JKK bagi 2,7 juta pekerja di enam industri padat karya.

Langkah ini diambil agar sektor industri yang padat tenaga kerja tetap bisa bertahan dan mempertahankan pekerjanya.

Diskon ini diberikan untuk meringankan beban operasional perusahaan dan mencegah pemutusan hubungan kerja.

Pemerintah menekankan pentingnya menjaga sektor manufaktur dalam menghadapi tekanan perdagangan internasional.

Keringanan ini juga menjadi bentuk intervensi negara untuk menghindari gelombang PHK massal.

Sumber Pendanaan Stimulus Bersumber dari APBN

Dari total Rp24,44 triliun stimulus, Rp23,59 triliun bersumber dari APBN, sedangkan Rp0,85 triliun dari non-APBN.

Ini mencerminkan langkah sinergis antara anggaran negara dan kontribusi sektor swasta dalam menjaga ekonomi.

Sri Mulyani menyebut, penggunaan APBN difokuskan pada sektor yang langsung berdampak ke masyarakat luas.

Sementara komponen non-APBN mencakup insentif seperti diskon tol, yang dikelola melalui kemitraan usaha.

Langkah ini dipastikan tidak akan mengganggu alokasi anggaran untuk program prioritas lainnya.

Pencairan Gaji ke-13 Juga Jadi Bagian Stimulus

Sebagai bagian dari strategi fiskal, pemerintah juga mencairkan gaji ke-13 bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan.

Total nilai pencairan mencapai Rp49,3 triliun dan dilakukan pada Juni 2025, bersamaan dengan peluncuran stimulus.

Pencairan ini ditujukan untuk mendorong belanja masyarakat kelas menengah dan memperkuat permintaan domestik.

Sri Mulyani memastikan dana ini sudah dialokasikan sebelumnya dan tidak memengaruhi postur APBN.

“Ini akan memperkuat konsumsi rumah tangga dan menjaga daya beli pegawai negeri dan pensiunan,” jelasnya

Proyek Prioritas Nasional Dipercepat untuk Dorong Ekonomi

Pemerintah juga mempercepat program seperti makan bergizi gratis, perumahan rakyat, dan koperasi merah putih.

Selain itu, ada alokasi Rp16 triliun untuk rekonstruksi dan perbaikan sekolah-sekolah di berbagai daerah.

Program ini dianggap mendesak untuk mendukung kualitas pendidikan sekaligus menyerap tenaga kerja konstruksi.

Langkah percepatan ini diharapkan memberi efek berganda pada perekonomian lokal.

Dengan kombinasi stimulus dan belanja program strategis, pemerintah yakin bisa menahan perlambatan pertumbuhan.

Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan Tetap di Kisaran 5 Persen

Pemerintah menargetkan agar pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tetap berada mendekati 5 persen.

Proyeksi awal menunjukkan kemungkinan pelemahan akibat ketidakpastian global dan perlambatan ekspor.

Namun, dengan berbagai kebijakan stimulus dan belanja strategis, pemerintah optimistis momentum tetap terjaga.

Langkah-langkah ini diharapkan menjaga konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh PDB nasional.

“Kita harapkan kuartal kedua ini tetap mendekati 5 persen,” tutup Sri Mulyani.(*)

Berlangganan gratis WANEWS EKOIN lewat saluran WhatsUp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Tags: APBNbantuan sosialBUJTdiskon tiketdiskon tolgaji ke-13industri padat karyakebijakan fiskalkonsumsi rumah tanggaKoperasi merah putihkuartal keduaMakan Bergizi Gratispertumbuhan ekonomiPrabowo SubiantoSri Mulyanistimulus ekonomisubsidi upahtekanan global
Post Sebelumnya

Hj. Merry Hani Rayakan Milad dengan Pesona Kreasi Berkebaya dan Bersongket: Angkat Budaya Palembang Lewat Tasyakuran Penuh Kehangatan

Post Selanjutnya

Ketua Umum PWP-SS Hj. Wiwid Tatung: Perempuan Palembang Mandiri dan Hebat, Siap Harumkan Budaya Indonesia ke Mancanegara

Abah Mamat

Abah Mamat

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Post Selanjutnya
Ketua Umum PWP-SS Hj. Wiwid Tatung: Perempuan Palembang Mandiri dan Hebat, Siap Harumkan Budaya Indonesia ke Mancanegara

Ketua Umum PWP-SS Hj. Wiwid Tatung: Perempuan Palembang Mandiri dan Hebat, Siap Harumkan Budaya Indonesia ke Mancanegara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.