EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
BNI dan Kementerian UMKM Dorong UKM Tembus Pasar Global

Sumber dok. BNI

BNI dan Kementerian UMKM Dorong UKM Tembus Pasar Global

Ekspor ikan layur beku oleh PT Satya Komira Trinadi Perkasa ke China menandai hasil pendampingan strategis dari BNI dalam mendukung pelaku UKM menembus pasar global, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan peluncuran Holding UMKM Perikanan.

Agus DJ oleh Agus DJ
4 Juni 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, KEUANGAN, UMKM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan langkah konkret dalam mengakselerasi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia untuk menembus pasar ekspor. Kali ini, BNI mendampingi PT Satya Komira Trinadi Perkasa dalam kegiatan pelepasan ekspor komoditas perikanan ke Tiongkok.

Kegiatan ekspor tersebut dilaksanakan pada Rabu, 28 Mei 2025, di Jakarta, bersamaan dengan peluncuran resmi Holding UMKM sektor perikanan. Holding ini dibentuk untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil melalui pendekatan klasterisasi yang lebih terstruktur.

Komoditas yang dikirim adalah ikan layur beku (Frozen Ribbon Fish) dengan volume 27.000 kg atau setara dengan 27 ton. Nilai transaksi ekspor tersebut mencapai USD 72.488,70 dengan negara tujuan yaitu China, salah satu pasar utama produk laut Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman, jajaran pejabat Kementerian, serta perwakilan eksekutif dari BNI. Kolaborasi antarlembaga ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat rantai pasok UKM menuju level global.

“Ekspor ini adalah contoh nyata keberhasilan pendekatan ekosistem terintegrasi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha,” kata Maman saat memberi sambutan dalam acara tersebut.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Strategi Klasterisasi UKM Diapresiasi

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menekankan bahwa pelepasan ekspor ini merupakan hasil nyata dari strategi klasterisasi UKM yang dilakukan BNI selama beberapa tahun terakhir. “Kami ingin menjadi mitra strategis yang aktif mendorong UKM untuk berkembang dan menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pendekatan klaster memungkinkan pelaku UKM memperoleh pendampingan menyeluruh, mulai dari pembiayaan, pelatihan, hingga akses ke pasar internasional. “Dengan pendampingan tepat, akses pembiayaan, dan jaringan yang kuat, UKM kita sangat mampu bersaing secara global,” tambahnya.

Sejalan dengan visi tersebut, BNI menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kementerian UMKM pada hari yang sama. Tujuannya adalah memperkuat integrasi ekosistem kemitraan UKM berbasis klaster, termasuk digitalisasi proses bisnis mereka.

“BNI tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga memperkuat kemampuan UMKM melalui integrasi dalam ekosistem digital dan bisnis,” tutur Okki. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini akan terus diperluas ke berbagai sektor potensial lainnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang BNI dalam menjalankan perannya sebagai agent of development. Institusi keuangan pelat merah ini secara konsisten mendampingi UKM dalam menembus pasar global melalui pendekatan terstruktur.

Potensi Ekspor Perikanan Didorong Lebih Luas

Menurut data dari BNI, sektor perikanan merupakan salah satu sektor strategis dengan permintaan ekspor tinggi, khususnya dari negara-negara Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Hal ini menjadi peluang besar bagi UKM yang mampu menjaga kualitas dan kontinuitas produksi.

PT Satya Komira Trinadi Perkasa sebagai bagian dari holding UMKM ini telah menjalani proses seleksi dan pembinaan intensif sebelum akhirnya melakukan ekspor pertamanya. “Kami bangga bisa membawa produk lokal ke pasar internasional,” ujar perwakilan perusahaan, Dedy Kusuma.

Ia menjelaskan bahwa perusahaannya memulai usaha skala kecil sejak lima tahun lalu dan baru tahun ini mendapatkan akses ekspor melalui fasilitasi dari BNI. “Prosesnya tidak instan, tetapi kami mendapat pendampingan dari hulu ke hilir,” tambah Dedy.

Dalam peluncuran Holding UMKM Perikanan, turut diperkenalkan pula platform digital yang menghubungkan pelaku usaha dengan buyer internasional secara langsung. Inovasi ini diharapkan memperluas akses pasar dan mempercepat transaksi perdagangan.

Kementerian Koperasi dan UKM juga menyampaikan bahwa sektor perikanan akan terus didorong untuk naik kelas, mengingat potensinya yang tinggi dan nilai tambah yang signifikan jika diolah dan dipasarkan dengan baik.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Pihak BNI berharap model kolaborasi seperti ini bisa diterapkan di sektor lain seperti pertanian, kerajinan, dan makanan olahan. “Tujuan utama kami adalah menciptakan rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan,” ucap Okki menambahkan.

BNI juga memastikan bahwa para pelaku UKM yang tergabung dalam holding ini akan mendapatkan kemudahan pembiayaan dan akses pasar yang lebih luas. Pendampingan akan dilakukan secara intensif melalui unit-unit bisnis BNI di daerah.

Menurut data Kementerian UMKM, ekspor UKM Indonesia pada tahun 2024 masih di bawah 15 persen dari total ekspor nasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas ekspor UKM menjadi target strategis hingga tahun 2027.

Menteri Maman Abdurrahman menyebut bahwa dukungan lembaga keuangan seperti BNI sangat krusial dalam menjembatani pelaku usaha kecil dengan pasar global. “Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti di sini, tapi terus berkembang,” katanya.

Kegiatan ekspor ini menjadi langkah awal dari rangkaian ekspor selanjutnya yang akan dilakukan oleh holding UMKM perikanan ke sejumlah negara tujuan baru seperti Thailand, Uni Emirat Arab, dan Malaysia.

Pendekatan kolaboratif antara BNI dan Kementerian UMKM membuktikan bahwa UKM Indonesia memiliki potensi besar dalam menembus pasar ekspor, asalkan diberi pendampingan yang tepat. Langkah ini tidak hanya memperkuat daya saing nasional, tapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan menanamkan sistem klaster dan digitalisasi, UKM memiliki landasan lebih kuat untuk bersaing secara global.

Pemerintah dan sektor perbankan diharapkan terus memperluas skema pendampingan serupa di berbagai sektor lain. Pemberdayaan UKM bukan hanya soal modal, tetapi juga soal edukasi, akses pasar, dan keberlanjutan usaha. Sinergi antara institusi menjadi kunci percepatan ekonomi berbasis usaha kecil yang inklusif.

Untuk jangka panjang, model seperti holding UMKM perlu ditiru oleh sektor-sektor strategis lainnya. Pemerintah juga dapat mendorong kebijakan fiskal yang mendukung insentif ekspor bagi pelaku UKM. Kolaborasi multi-pihak akan menjadi penggerak utama agar UKM tidak hanya bertahan, tapi berkembang di tengah persaingan global.(*)

Tags: agent of development.BNIdigitalisasi usahaekspor ikanekspor ke ChinaHolding UMKM Perikananikan layur bekukerja sama BNI dan Kementerianklasterisasi UKMMenteri UMKMpasar global UKMpendampingan eksporpenguatan rantai pasokSatya Komira Trinadi PerkasaUMKM ekspor
Post Sebelumnya

Pertamina Hulu Energi Perluas Blok Eksplorasi Baru

Post Selanjutnya

Bali dan Singapura Gaet Wisatawan Tiongkok Lewat Famtrip Khusus

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Bali dan Singapura Gaet Wisatawan Tiongkok Lewat Famtrip Khusus

Bali dan Singapura Gaet Wisatawan Tiongkok Lewat Famtrip Khusus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.