EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda HIBURAN DESTINASI
Sandiaga Uno Ungkap Strategi “3G” Jaga Kerukunan Beragama

Kepala PKUB Adib dan Sandiaga Uno. (Sumber dok. Kemenag)

Sandiaga Uno Ungkap Strategi “3G” Jaga Kerukunan Beragama

Dalam Podcast Religious Harmony, Sandiaga Uno memaparkan pendekatan “3G” sebagai solusi praktis menjaga kerukunan umat beragama, yang kemudian dilengkapi oleh Gus Adib menjadi “5G” untuk memperluas dampaknya hingga kancah internasional.

Agus DJ oleh Agus DJ
5 Juni 2025
Kategori DESTINASI, EDUKASI, EKONOMI, HIKMAH
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Podcast Religious Harmony yang diinisiasi oleh Pusat Kerukunan kUmat Beragama (PKUB) Kementerian Agama kembali mengudara dengan menghadirkan tokoh publik nasional, Sandiaga Salahuddin Uno, di Jakarta pada Rabu, 4 Juni 2025.

Acara ini dipandu oleh Kepala PKUB, Muhammad Adib Abdushomad, yang akrab disapa Gus Adib. Dalam dialog tersebut, mereka mengulas pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama bangsa Indonesia.

Sandiaga Uno, yang menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020–2024, memperkenalkan pendekatan “3G” sebagai strategi praktis menjaga harmoni dalam kehidupan masyarakat yang beragam.

“Jika muncul potensi konflik antarumat beragama, harus segera direspons. Jangan dibiarkan berkembang dan membesar,” ujar Sandiaga dalam siaran langsung dari studio PKUB Kemenag di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Ia menjelaskan bahwa “3G” terdiri dari Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama), dan Gaspoll (garap semua potensi secara total). Pendekatan ini, katanya, harus menjadi refleksi kerja kolaboratif dan konkret.

Berita Menarik Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

Pendekatan Kolaboratif: Kunci Membangun Harmoni

Sandiaga menekankan bahwa kerukunan tidak akan terbentuk tanpa usaha dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menyoroti dampak sosial pada pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Destinasi wisata yang damai, aman, dan toleran akan menciptakan daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Maka, menjaga kerukunan bukan hanya urusan sosial dan budaya, tetapi juga berkontribusi pada sektor ekonomi,” jelasnya.

Ia menambahkan, harmoni sosial akan memperkuat kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai negara dengan toleransi tinggi. Hal ini, menurutnya, bisa menjadi keunggulan strategis Indonesia di mata global.

Merespons gagasan tersebut, Gus Adib menyambut baik pendekatan “3G” dan menyempurnakannya menjadi “5G” sebagai strategi komprehensif yang lebih relevan dengan kondisi sosial saat ini.

“Saya mengusulkan tambahan dua G. Yang keempat adalah Gelorakan Cinta, dan yang kelima adalah Go International,” ungkap Gus Adib dalam podcast tersebut.

Menyemai Toleransi Sejak Dini

Gelorakan Cinta, menurut Gus Adib, merupakan seruan untuk memperkuat budaya empati dan penghargaan terhadap perbedaan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga kebijakan publik.

“Ini selaras dengan visi besar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam membangun budaya kasih sayang,” lanjutnya.

Sementara itu, pendekatan Go International bertujuan menjadikan praktik baik kerukunan umat beragama di Indonesia sebagai inspirasi global. Gus Adib meyakini bahwa pengalaman Indonesia sangat layak untuk diperkenalkan di dunia internasional.

PKUB sendiri telah menyelenggarakan podcast ini secara rutin sebagai bagian dari penguatan literasi kebangsaan dan toleransi di berbagai daerah.

Podcast sebagai Medium Literasi Kerukunan

Podcast Religious Harmony dihadirkan sebagai ruang terbuka bagi para tokoh untuk berbagi praktik baik, solusi konkret, serta gagasan lintas sektoral dalam merawat kerukunan nasional.

“Kami ingin menyajikan narasi positif dan kolaboratif. Kehadiran Pak Sandiaga hari ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus menyuarakan semangat persatuan dan kebhinekaan,” ucap Gus Adib.

Podcast ini juga menjadi bagian dari inovasi digital PKUB dalam mendekatkan pesan-pesan damai kepada generasi muda, yang kini menjadi pengguna utama platform media sosial dan digital.

Dengan pendekatan kekinian dan narasumber yang kredibel, PKUB berharap podcast ini dapat menumbuhkan kembali semangat gotong royong lintas iman dan budaya di tengah masyarakat.

Penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus memperkuat saluran dialog lintas agama dengan pendekatan kolaboratif seperti yang dicontohkan dalam podcast ini. Inisiatif semacam ini perlu didorong hingga tingkat lokal agar pesan-pesan harmoni tidak hanya berhenti di tataran wacana, tetapi menjelma menjadi aksi konkret.(*)

Kolaborasi antarsektor, termasuk tokoh agama, dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi kreatif, harus terus digalang untuk memastikan nilai-nilai toleransi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga. Pendekatan seperti “5G” menunjukkan bahwa harmoni tidak cukup diserukan, tapi harus dikerjakan bersama.

Media digital seperti podcast bisa menjadi alat efektif untuk menyebarkan pesan kebangsaan, toleransi, dan cinta damai kepada generasi muda. Konsistensi dalam memproduksi konten yang menginspirasi akan menjadi kekuatan baru dalam merawat kerukunan di tengah tantangan era digital.(*)

Tags: dialog lintas agamaGeberGelorakan CintaGercepGo InternationalGus Adibharmoni sosialkebhinekaanKementerian Agamakerukunan umat beragamanilai kebangsaanpariwisata damaiPKUBpodcast Religious HarmonySandiaga Unostrategi 5G.toleransi
Post Sebelumnya

Resolusi Gencatan Gaza Kandas oleh Veto AS

Post Selanjutnya

Prabowo Instruksikan Diskon Transportasi Berlaku Juni

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Post Selanjutnya
Prabowo Instruksikan Diskon Transportasi Berlaku Juni

Prabowo Instruksikan Diskon Transportasi Berlaku Juni

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.