EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Gubernur Jabar Tinjau, Puluhan Rumah Liar Dibongkar

Gubernur Jabar Tinjau, Puluhan Rumah Liar Dibongkar

Warga kecewa karena pembongkaran mendadak tanpa musyawarah, banyak kehilangan tempat tinggal. Operasi dilakukan usai sidak Gubernur Jabar, bagian dari normalisasi bantaran irigasi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Juni 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bekasi,  EKOIN.CO – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi kembali melakukan penertiban terhadap puluhan bangunan semipermanen di bantaran irigasi, tepatnya di Kampung Gabus, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pembongkaran dilakukan menggunakan alat berat setelah sidak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memicu reaksi dari warga sekitar .

Gubernur Dedi Mulyadi sempat turun langsung ke lokasi sebelum operasi dilakukan. Keberadaannya dilanjutkan dengan pengawasan ketat oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi untuk memastikan tidak ada bangunan liar tersisa

Waktu kejadian berlangsung pada Kamis, 19 Juni 2025, sekitar pukul 17.35 WIB. Proses eksekusi dimulai beberapa jam setelah sidak gubernur di lokasi sekitar sore hari .

Lokasi penertiban berada di tepi kali irigasi, yang belakangan menjadi titik rawan pelanggaran tata ruang karena banyak didirikan bangunan tanpa izin di sana.

Warga yang terdampak menyatakan pembongkaran berlangsung mendadak. Mereka mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi sebelumnya dan merasa dikejutkan dengan kedatangan alat berat..

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Puluhan bangunan semipermanen dihancurkan secara langsung. Bagian rangka kayu, seng, dan papan yang menjadi penyusun bangunan menjadi puing berserakan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, “Eksekusi dilakukan tanpa peringatan dan tanpa dialog. Tiba-tiba alat berat muncul dan menggusur rumah kami.”

Desakan warga terhadap keterlibatan langsung mereka dalam proses pembongkaran tidak dipenuhi. Mereka hanya menyaksikan saat bangunan mereka dihancurkan.

Satpol PP Kabupaten Bekasi menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan karena bangunan tersebut melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum.

Menurut petugas, penindakan adalah langkah terakhir setelah upaya sosialisasi sebelumnya tidak membuahkan hasil.

Meski begitu, warga menyoroti prosedur pembongkaran yang dianggap tidak manusiawi karena tidak memberi ruang agar penghuninya bisa membongkar sendiri demi menyelamatkan barang.

Ketua RT setempat menyayangkan metode operasi. “Seharusnya warga diberi kesempatan untuk mengosongkan secara bertahap, menyelamatkan perabot dan barang pribadi,” ujarnya.

Salah satu bangunan semipermanen sempat menjadi tempat tinggal dan tempat usaha warga selama bertahun-tahun.

Beberapa dari mereka tinggal bersama keluarga dan menjalankan usaha rumahan dari lokasi tersebut.

Akibat pembongkaran mendadak, sejumlah warga kini kehilangan tempat tinggal, meski sebagian di antaranya mau tidak mau harus kembali ke rumah orangtua mereka.

Beberapa keluarga menyatakan rencana untuk mengungsi sementara ke tempat saudara terdekat.

Menurut data yang dikumpulkan Satpol PP Bekasi, total ada sekitar 30 bangunan semipermanen yang terdampak pembongkaran hari itu.

Alat berat, seperti ekskavator, muncul sekitar pukul 16.30 WIB, précised di titik koordinat bantaran kali irigasi kawasan Kampung Gabus.

Before operasi, Satpol PP sebenarnya telah memasang spanduk peringatan beberapa minggu sebelumnya, meski warga mengklaim tidak membaca atau tidak mendapat informasi soal mereka harus pindah

Operasi tersebut mendapat pengawasan langsung dari aparat kepolisian setempat, guna menghindari gangguan keamanan atau potensi konflik antarwarga.

Kapolsek Tambun Utara, yang ikut memantau operasi, menyebut situasi relatif aman dan tidak ada kerusuhan yang terjadi.

Warga sempat membunyikan adzan magrib sebelum pembongkaran berlanjut. Namun pihak eksekutor melanjutkan tugasnya meskipun terdengar suara sakral tersebut.

Sejumlah anak kecil terlihat menangis saat menyaksikan rumah mereka runtuh, menambah suasana haru di lokasi pembongkaran.

Beberapa aparat dinas sosial didatangkan untuk mendata warga terdampak dan memberikan alternatif tempat tinggal sementara.

Pihak dinas sosial menyebut bisa menyediakan shelter darurat, tetapi warga harus mendaftar secara resmi terlebih dahulu.

Warga yang kehilangan tempat tinggal berharap pemerintah kabupaten bisa menyediakan lokasi penampungan serta bantuan material seperti tikar dan selimut.

Beberapa warga mengaku akan mengajukan kompensasi atas kerugian material dan moral, meski sadar bahwa bangunan berdiri di tanah tidak berizin.

Kasubag Ops Satpol PP menjelaskan, pemilik lahan semipermanen ini kebanyakan masyarakat miskin yang tinggal di lokasi tidak berizin.

Namun pemerintah tetap menekankan penegakan hukum demi ketertiban kawasan bantaran sungai.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui timnya menyatakan bahwa tindakan ini untuk menjaga fungsi irigasi sekaligus mencegah luapan air akibat pendangkalan sungai.

Upaya normalisasi kali irigasi menjadi fokus utama Pemprov Jabar untuk mengantisipasi banjir di daerah hulu.

Dedi Mulyadi juga berharap masyarakat bisa menempati tempat tinggal yang lebih layak dan aman, bukan di lokasi rawan seperti bantaran sungai.

“Penertiban ini adalah bagian dari usaha jangka panjang untuk melindungi warga dari ancaman banjir,” ujar wakil gubernur yang hadir mendampingi

Namun kritik muncul dari beberapa tokoh masyarakat setempat yang menilai pelaksanaan tidak mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Mereka mendorong adanya dialog terbuka antara warga dan pemerintah agar penataan ruang berjalan adil.

Beberapa tokoh lintas agama menawarkan diri menjadi mediator agar masyarakat terdampak tidak merasa diabaikan.

Media lokal meliput secara langsung kondisi pasca eksekusi. Foto dan video beredar menunjukkan puing sisa bangunan bertebaran dan warga menyisir reruntuhan mencari barang.

Dalam pidatonya, tokoh lintas agama setempat menyampaikan harapan agar masih ada toleransi dalam penegakan aturan.

“Kita tidak menolak penegakan hukum, tapi mohon ada kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kompas.tv melaporkan bahwa pembongkaran dipicu oleh tekanan Gubernur Jabar yang ingin segera menyelesaikan permasalahan bangunan liar di bantaran kali

 menyoroti kekecewaan warga terhadap eksekusi mendadak tanpa pemberitahuan formal .

Warga berharap pemerintah bisa memberikan alternatif hunian yang lebih layak, termasuk relokasi ke rumah susun sederhana milik Pemerintah.

Pemerintah daerah menyatakan sedang menyiapkan opsi relokasi, namun belum ada jadwal pasti.

Sosialisasi lanjutan akan dilakukan dalam waktu dekat di balai desa, melibatkan perangkat desa, Satpol PP, dinas sosial, serta relawan.

Keseriusan pemerintah diuji lewat komitmen memberikan solusi tempat tinggal dan dukungan materi pasca pembongkaran.

Pada laporan terakhir, Satpol PP Kabupaten Bekasi akan menertibkan total 150 titik bangunan liar di bantaran sungai tahun ini, salah satunya Kampung Gabus.

Dedi Mulyadi menegaskan, penataan ini sejalan dengan program normalisasi dan penataan wilayah bantaran irigasi di seluruh Jabar.

Gubernur juga mengajak para camat dan kepala desa meningkatkan pengawasan agar tidak ada pendirian bangunan baru.

Beliau meminta pendekatan persuasif dilanjutkan agar warga tidak semakin resah dan membangun komunikasi yang baik.

Setelah sekitar 2 jam operasi, pembongkaran selesai pada malam hari. Ekskavator kemudian dibawa pulang setelah kondisi dianggap aman.

Warga pun mulai beraktivitas membersihkan lahan masing-masing dan berencana membuat tempat tinggal sementara.

Beberapa relawan dan warga membantu membersihkan puing agar lokasi tetap rapi dan tidak menimbulkan potensi banjir.

Pihak desa menyiapkan pertemuan hari selanjutnya untuk menuntaskan langkah relokasi dan pendataan warga terdampak.

Tidak ada satupun warga yang terluka dalam pembongkaran tersebut, laporan dari aparat menunjukkan situasi aman.

Meski begitu, trauma emosional masih terlihat jelas, terutama pada anak-anak dan warga lanjut usia.

Pemerintah perlu memastikan adanya kompensasi berupa tempat tinggal sementara dan bantuan material bagi warga terdampak.
Perlu adanya pelibatan masyarakat secara aktif dalam proses sosialisasi dan penataan agar tercipta kepercayaan.
Dalam jangka panjang, diperlukan rencana relokasi terpadu ke hunian yang aman di lokasi alternatif.
Aspek kemanusiaan harus jadi prioritas seiring penegakan tata ruang dan normalisasi irigasi.
Penertiban tanpa dialog dapat menimbulkan dampak psikologis, sehingga pendekatan persuasif dan dialogis amat dibutuhkan untuk membangun hati masyarakat.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: bantaran irigasidedimulyadikampung gabusnormalisasi sungaipembongkaran semipermanenpenertibanrelokasi wargasatpol pp bekasi
Post Sebelumnya

KKB Serang Bandara Aminggaru Ilaga Papua Tengah

Post Selanjutnya

Era Baru, Smartphone Akan Segera Ditinggalkan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Era Baru, Smartphone Akan Segera Ditinggalkan

Era Baru, Smartphone Akan Segera Ditinggalkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.