EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM CEK FAKTA
Mengapa RI Tak Miliki Senjata Nuklir

Mengapa RI Tak Miliki Senjata Nuklir

Indonesia memilih jalur damai nuklir karena komitmen internasional dan kendala teknis serta geopolitik. Cadangan uranium melimpah, namun keterbatasan teknologi enrichment dan risiko lingkungan membatasi penggunaan nuklir.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
21 Juni 2025
Kategori CEK FAKTA, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Indonesia hingga kini belum memiliki senjata nuklir atau membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berskala besar. Negara ini memilih jalur damai dan efisien dalam mengembangkan teknologi nuklir, sesuai komitmennya pada perjanjian internasional dan pertimbangan teknis, ekonomi, maupun politik.

Perjanjian Internasional Melarang Senjata Nuklir

Indonesia telah meratifikasi Treaty on the Non‑Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) sejak 2 Maret 1970, dan menjadi Undang‑Undang No. 8/1978 . Selain itu, masuk dalam Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) melalui Traktat Bangkok tanggal 15 Desember 1995, yang melarang pengembangan, kepemilikan, atau uji coba senjata nuklir di kawasan Traktat ini juga melarang transfer teknologi nuklir militer dan pembangunan pangkalan nuklir

Dukungan pada Traktat Pelarangan Nuklir Global

Indonesia juga mendukung Treaty on the Prohibition on Nuclear Weapons (TPNW) sejak 7 Juli 2017 . Menurut pakar UGM Muhadi Sugiono, “pelucutan nuklir menjadi sangat penting,” dan keikutsertaan Indonesia menunjukkan konsistensi politik luar negeri terhadap pelucutan senjata nuklir .

Pertimbangan Teknis dan Biaya

Menurut Aisha Kusumasomantri, pakar Keamanan Internasional dari Universitas Indonesia, keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi menjadi hambatan besar. Proses pengayaan uranium kelas tinggi untuk senjata sangat rumit, mahal, dan berisiko tinggi . Selain itu, teknologi transfer energi nuklir diatur ketat untuk mencegah proliferasi

Risiko Enrichment dan Teknologi Terbatas

Dari sisi teknis, proses pemisahan isotop U‑235 dan U‑238 (enrichment) dibatasi secara internasional. Indonesia tidak memiliki fasilitas ini, sehingga bahan bakar nuklir harus diimpor

Berita Menarik Pilihan

Aniaya Kekasih dan Tolak Bayar Tagihan di Restoran, WN Selandia Baru Dideportasi

Skandal Investasi TaniHub: Dirut BRI Ventures dan PT MDI Didakwa Rugikan Negara Ratusan Miliar

Potensi Sumber Daya Nuklir

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mencatat cadangan uranium sebesar 81.090 ton dan thorium 140.411 ton, tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi  Namun, thorium lebih diutamakan karena tidak memerlukan enrichment tinggi.

Geografi dan Lingkungan

Letak Indonesia di Ring of Fire dan rawan gempa serta vulkanik menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan PLTN  Protes warga pernah terjadi, misalnya di Jawa Tengah pada 2007, dengan kekhawatiran limbah dan risiko bencana .

Politik Internasional dan Tekanan Eksternal

Menurut Liputan6.com, persaingan geopolitik antara AS/Barat dan Rusia/BRICS memengaruhi perkembangan energi nuklir Indonesia . Teknologi nuklir sering digunakan sebagai instrumen politik, dan negara maju dapat membatasi pengembangan energi ini melalui tekanan diplomatik dan sanksi.

Kesiapan Regulasi dan Kelembagaan

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) berdiri sejak 1998, dan BATAN dibentuk sejak 1958—sekarang menjadi ORTN di bawah BRIN—menandakan kesiapan regulasi. IAEA menyatakan Indonesia siap menjalankan program nuklir dalam empat aspek: SDM, industri, stakeholder, dan regulasi

Pengembangan Teknologi Damai

Salah satu penggunaan nuklir damai adalah reaktor riset Triga‑Mark II di Yogyakarta (250 kW) yang hanya mampu untuk eksperimen, bukan pengayaan bahan senjata . Rinaldy Dalimi mencatat, Soekarno pernah bercita‑cita memiliki senjata nuklir, namun jalannya tertahan regulasi internasional .

Relevansi PLTN dan Alternatif Energi

Program PLTN tertunda karena biaya investasi tinggi dan masyarakat menolak, sementara energi terbarukan seperti surya dan panas bumi lebih ekonomis .

Upaya Eksperimen dan Inovasi

BRIN bekerja sama dengan ThorCon Power untuk membangun PLTN eksperimental berbasis molten salt reactor Ini upaya menguji teknologi alternatif yang berpotensi lebih aman dan fleksibel.

Pernyataan Resmi dan Kepemimpinan

Pada forum bisnis Brasil (17 November 2024), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan, “Kami … merancang dan memproduksi reaktor nuklir kami sendiri,” meski Indonesia tidak memiliki fasilitas enrichment

Indonesia tidak memiliki senjata nuklir maupun PLTN besar karena kombinasi faktor: komitmen internasional (NPT, SEANWFZ, TPNW), keterbatasan teknologi (enrichment), biaya tinggi, risiko geologi, dan tekanan geopolitik global.

Untuk mendukung penguasaan teknologi nuklir damai, perlu peningkatan kapasitas SDM, infrastruktur regulatif, serta pengedukasian publik tentang manfaat dan risiko.

Alternatif energi yang lebih aman dan ramah lingkungan—seperti surya, panas bumi, dan teknologi reaktor eksperimental—sebaiknya terus dikembangkan.

Strategi nuklir damai harus sejalan dengan diplomasi bebas aktif dan berdaya tawar yang kuat dalam percaturan geopolitik.

Peningkatan transparansi, kolaborasi internasional, dan komunikasi publik dapat membantu meredam kekhawatiran dan mendukung inovasi energi nuklir damai.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: BAPETENBRINenergi damai.enrichmentgeopolitikNPTPLTNRing of FireSEANWFZteknologi nuklirthoriumTPNWuranium
Post Sebelumnya

Media Asing Soroti Kinerja Kejaksaan Agung Atas Penyitaan Uang

Post Selanjutnya

Indonesia Rusia Kerja Sama Pangan Lewat Gula CPO dan Pupuk

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Aniaya Kekasih dan Tolak Bayar Tagihan di Restoran, WN Selandia Baru Dideportasi

Aniaya Kekasih dan Tolak Bayar Tagihan di Restoran, WN Selandia Baru Dideportasi

oleh Iwan Purnama
3 Februari 2026
0

Badung, Ekoin.co – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar menuntaskan proses deportasi terhadap warga negara Selandia Baru berinisial AJM (50), Jumat...

Nicko Widjaja dan William Gozal mengikuti sidang pembacaan dakwaan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026) malam.

Skandal Investasi TaniHub: Dirut BRI Ventures dan PT MDI Didakwa Rugikan Negara Ratusan Miliar

oleh Ainurrahman
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Direktur Utama BRI Ventures Nicko Widjaja dan Vice President of Investment BRI...

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat berdialog dengan media

Hasto PDIP: Parlementary Threshold Diperlukan sebagai Instrumen Konsolidasi Demokrasi

oleh Ainurrahman
3 Februari 2026
0

“Dari biji-bijian yang kecil pun, kita sebenarnya bisa menciptakan oksigen bagi kehidupan. Caranya dengan mengumpulkan biji-bijian tersebut, membiarkannya dalam suhu...

Roy Suryo Cs (Ist)

JPU Kembalikan Berkas ke Penyidik, Roy Suryo Cs Sebut Karena Belum Memenuhi Syarat KUHAP

oleh Aminuddin Sitompul
3 Februari 2026
0

Jakarta - Ekoin.co - Roy Suryo Cs merespons pengembalian berkas perkara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta...

Post Selanjutnya
Menteri Pertanian Rusia Oksana Nikolaevna Lut dan Mentan RI Andi Amran Sulaiman berdiri bersama dalam pertemuan kerja sama pangan di St. Petersburg, 20 Juni 2025.

Indonesia Rusia Kerja Sama Pangan Lewat Gula CPO dan Pupuk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.