EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA KRIMINAL
437 Anak Terlibat Kriminal Sejak Awal 2025

437 Anak Terlibat Kriminal Sejak Awal 2025

437 anak terlapor karena pencurian, dan 460 lebih dalam penganiayaan sejak awal 2025. 349 anak juga terlibat kasus narkoba, bahkan ada yang di bawah usia 12 tahun.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
24 Juni 2025
Kategori KRIMINAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Data dari Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri menunjukkan sejak 1 Januari hingga 20 Februari 2025 sebanyak 437 anak dilaporkan melakukan pencurian, dan lebih dari 460 anak terlibat penganiayaan serta pengeroyokan, sementara 349 anak jadi terlapor kasus narkoba. Data tersebut diakses melalui aplikasi EMP Pusiknas Bareskrim Polri pada 20 Februari 2025 pukul 15.00 WIB .

Latar Laporan Pusiknas
Pusiknas Bareskrim Polri secara rutin mengumpulkan data kriminalitas anak, menggunakan sistem EMP berbasis teknologi informasi Statistik menunjukkan peningkatan kelompok anak di bawah umur sebagai pelaku kejahatan.

Kasus terbanyak: pencurian
Kasus pencurian mendominasi data kriminal anak, dengan 437 laporan selama periode Januari–Februari 2025 Salah satu contoh terjadi di Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada 18 Februari 2025—12 anak ditangkap mencuri sepeda di berbagai lokasi

Penganiayaan dan pengeroyokan
Lebih dari 460 anak dilaporkan terlibat kasus penganiayaan dan pengeroyokan sejak awal tahun Contoh tawuran pelajar berdarah terjadi di Sukabumi pada 19 Februari 2025, menyebabkan dua siswa terluka parah

Keterlibatan narkoba
Sebanyak 349 anak tercatat sebagai terlapor dalam kasus narkoba, menunjukkan ranah tersebut tak terlepas dari anak di bawah umur  Polri mencatat keterlibatan usia di bawah 12 tahun pun terjadi.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Kasus tawuran di Madan
Tawuran pungutan senjata tajam muncul di Sukabumi, Kupang, Bogor, dan Jakarta Pusat—seperti di Senen, Jakarta Pusat, pada 14 Februari 2025; tiga remaja ditahan dan enam celurit disita

Alur penegakan hukum
Para anak sebagai terlapor diproses hukum berdasarkan Undang‑Undang dengan pendampingan hukum dan orang tua. Untuk tawuran, jika membawa senjata tajam bisa dijerat UU Darurat Nomor 12/1951

Faktor internal kenakalan
Pusiknas menyebut perilaku kriminal dipengaruhi oleh krisis identitas selama masa pubertas: impulsif dan lemah kontrol emosional

Faktor eksternal penyebab
Kurangnya kasih sayang orang tua dan lingkungan pendukung negatif juga menjadi pemicu anak melakukan kejahatan .

Trauma dan pengaruh lingkungan
Anak yang pernah mengalami kekerasan rentan melakukan kriminal; lingkungan sekolah dan sekitar memegang peran penting dalam memicu kenakalan
Meskipun mayoritas berusia remaja 13–18 tahun, ada juga pelaku di bawah 12 tahun—menyoroti keterlibatan usia sangat muda

Jenis kejahatan lainnya
Selain pencurian, penganiayaan, dan narkoba, anak juga dilaporkan dalam tindak pelanggaran persekusi, prostitusi anak, dan penyebaran konten pornografi.

Peran Pusiknas
Pusiknas berada di bawah Bareskrim Polri dan dibentuk melalui UU Nomor 2/2002 serta Perpol Nomor 1/2024, berfungsi menyuplai data kriminal nasional

Teknologi dalam pengumpulan data
Sistem EMP memudahkan penegak hukum dalam mengakses, melaporkan, dan memetakan data kriminal termasuk yang melibatkan anak.

Tujuan pemetaan kriminal
Data dipakai untuk analisis tren, merumuskan strategi pencegahan, dan mendukung kebijakan perlindungan anak.

Kerjasama lintas instansi
Pusiknas bekerja sama dengan dinas pendidikan, sosial, dan keluarga dalam upaya pencegahan dan intervensi.

Tindak lanjut sosial
Penanganan mencakup mediasi keluarga, rehabilitasi bagi pengguna narkoba, serta konseling psikologis.

Upaya pencegahan kasus tawuran
Kapolres setempat rutin mensosialisasikan ancaman hukum membawa senjata saat tawuran kepada pelajar.

Peran sekolah
Sekolah didorong mengadakan program karakter dan pendidikan emosi sejak dini untuk menekan kenakalan.

Inisiatif orang tua
Ditekankan pentingnya pengawasan, komunikasi terbuka dan keterlibatan orang tua dalam keseharian anak.

Dukungan masyarakat
Masyarakat diimbau melaporkan jika melihat anak terlibat perilaku menyimpang agar segera ditangani.

Kekhawatiran tren kejahatan anak
Peningkatan jumlah anak terlapor sejak awal 2025 menjadi alarm nasional untuk penanganan sistemik.

Analisis ahli
Pakar psikologi mendukung peran kombinasi intervensi dini, pelibatan keluarga, dan pengawasan lingkungan.

Insentif hukum
Penegakan hukum tetap dilakukan namun difokuskan pada sistem peradilan anak yang restorative dan edukatif.

Tantangan penanganan
Beberapa daerah masih kekurangan sumber daya dan akses ke layanan rehabilitasi kejiwaan dan medis.

Harapan perbaikan data
Pengembangan sistem EMP diharapkan mampu melacak secara real time dan mempermudah tindak lanjut.

Pelaporan transparan
Pusiknas berupaya meningkatkan transparansi data lewat integrasi dengan platform publik dan media.

Evaluasi berkala
Polri bersama pemangku kepentingan merencanakan evaluasi insiden kriminal anak setiap semester.

Perbandingan wilayah
Data menunjukkan variabilitas kasus antar kota; beberapa wilayah menyumbang angka paling tinggi.

Komitmen presisi
Polri menyatakan akan menindaklanjuti dengan strategi presisi: prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan.

Kebijakan nasional
Data Pusiknas jadi dasar penyusunan kebijakan perlindungan anak nasional oleh pemerintah pusat.

Dukungan UU perlindungan anak
UU Perlindungan Anak dimaksimalkan sebagai kerangka hukum dalam penanganan anak pelaku dan korban.

Perlunya kampanye publik
Kampanye anti-kenakalan dan anti-kekerasan anak terus digencarkan lewat media sosial, TV, dan sekolah.

Kesadaran rakyat
Kesadaran masyarakat terhadap bahaya tawuran dan kekerasan semakin penting untuk diciptakan.

Tanggung jawab bersama
Penanganan kasus anak tak dapat dilakukan Polri sendirian, melibatkan orang tua, sekolah, tokoh masyarakat.

Langkah ke depan
Dianjurkan pendirian pos layanan anak terpadu di tiap kecamatan untuk deteksi dini.

Studi lanjut
Disarankan penelitian lebih mendalam sebab eksternal dan internal agar solusi mampu tepat sasaran.

Penguatan sistem hukum anak
Butuh penguatan kapasitas peradilan anak, hakim, jaksa, dan pengacara dalam pendekatan restorative.

Akhirnya, optimisme
Dengan integrasi data, intervensi dini, dan kerja sama multisektoral, diharapkan tren kriminal anak dapat ditekan sejak dini.


 

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: EMPkriminalitas anaknarkobapencurianpenganiayaanperlindungan anakPolriPusiknasrestorativetawuran
Post Sebelumnya

Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Strategis di Hambalang, Bahas Kondisi Global dan Strategi Nasional

Post Selanjutnya

9.200 Pelari Meriahkan Mandiri Jogja Marathon di Prambanan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
9.200 Pelari Meriahkan Mandiri Jogja Marathon di Prambanan

9.200 Pelari Meriahkan Mandiri Jogja Marathon di Prambanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.