EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA NASIONAL
Kemensos Salurkan Bansos ke KPM Gagal Salur

Kemensos Salurkan Bansos ke KPM Gagal Salur

Sebanyak 405.232 KPM yang sebelumnya gagal salur bansos kini telah berhasil menerima bantuan, dan proses perbaikan terhadap sisanya masih terus dilakukan bersama Himbara.

Abah Mamat oleh Abah Mamat
25 Juni 2025
Kategori NASIONAL, PERISTIWA, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO — Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyempurnakan proses penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) yang sebelumnya mengalami kendala teknis. Sebanyak 405.232 dari total 768.381 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang gagal salur kini telah berhasil menerima bantuan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers di kantor Kemensos, Jakarta, pada Selasa, 24 Juni 2025.

“Minggu lalu kami sampaikan gagal salur dan proses Burekol, hasilnya hingga hari ini dari 768.381 yang gagal salur, sebanyak 405.232 KPM berhasil diproses salur,” ujar Gus Ipul.

Ia menambahkan, sebanyak 363.149 KPM yang belum berhasil salur sebagian besar masih melalui proses perbaikan oleh Himpunan Bank Negara (Himbara).

Gagal salur disebabkan oleh berbagai faktor seperti perbedaan nama, rekening tidak aktif, hingga data administrasi yang belum sesuai.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Proses Perbaikan Masih Berlangsung

Gus Ipul menyebut, konsolidasi antara Kemensos dan pihak perbankan terus dilakukan agar data dapat diperbaiki dan bantuan segera disalurkan.

“Alhamdulillah ini terus diperbaiki, dan hasilnya ada tambahan berhasil salur dari yang sebelumnya gagal salur,” jelasnya.

Sementara itu, bansos penebalan sebesar Rp200 ribu untuk bulan Juni dan Juli juga tengah diproses bersamaan dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Untuk penyaluran bantuan reguler, KPM sembako telah menerima Rp600 ribu, ditambah Rp200 ribu per bulan untuk dua bulan, sehingga total menjadi Rp1 juta per KPM.

“Jadi kalau sekarang ini kita sudah lebih dari 14 juta (KPM) salur regular untuk BPNT atau sembako… maka setiap KPM menerima Rp1 juta,” terang Gus Ipul.

Capaian dan Tantangan Penyaluran

Hingga kini, sebanyak 8.042.979 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) atau 80,43 persen telah menerima bansos secara utuh.

Sementara untuk BPNT, 15.159.958 KPM atau 82,95 persen juga telah tersalur dengan baik.

Namun, masih terdapat 1.945.399 KPM PKH dan 2.723.515 KPM Sembako yang dalam proses pembukaan rekening.

Selain itu, terdapat 11.622 KPM PKH dan 393.610 KPM Sembako yang tengah melalui proses verifikasi dan perbaikan data.

Penyebab perbaikan tersebut meliputi rekening pasif, tidak ditemukan, beda nama, hingga kartu belum terbit.

Kerja Sama dengan Himpunan Bank Negara

Dalam menangani rekening bermasalah, Kemensos bekerja sama dengan Bank Himbara yaitu BRI, Mandiri, dan BSI.

Bank-bank tersebut telah mengonfirmasi nomor kartu aktif dan membantu identifikasi KPM yang sudah memiliki rekening.

Jika rekening tidak ditemukan, pihak bank akan menjelaskan alasannya untuk perbaikan lebih lanjut.

Untuk rekening yang datanya tidak sesuai, maka akan dilakukan penyesuaian dengan data kependudukan.

Kemensos juga melakukan penyesuaian data segera setelah menerima umpan balik dari pihak bank.

Waktu Proses Burekol Dinilai Lambat

Proses pembukaan rekening kolektif atau Burekol oleh bank disebut masih memerlukan waktu cukup panjang.

“Memang dari informasi yang kami peroleh, Himbara itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk proses buka rekening kolektif (Burekol),” ungkap Gus Ipul.

Gus Ipul berharap seluruh pihak bersinergi dalam mempercepat distribusi bansos dan memperbaiki data penerima.

Salah satu bentuk sinergi adalah keterlibatan masyarakat dalam pemutakhiran data melalui kanal yang disediakan.

Data usulan dan sanggahan masyarakat juga sangat membantu validasi penerima bansos di lapangan.

“Ada sebanyak 389.318 masyarakat yang mengajukan Usul dan sebanyak 5.453 mengajukan Sanggah,” kata Gus Ipul.

Kanal Pelaporan dan Pengaduan

Usulan dan sanggahan masyarakat akan disandingkan dengan data dari SIKS-NG dan diverifikasi langsung.

Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan data valid dan tepat sasaran bagi penerima bansos.

Selain aplikasi Cek Bansos, masyarakat juga bisa menghubungi command center 171 yang aktif 24 jam.

“Jadi telepon command center 171 mungkin bisa lebih mudah dimanfaatkan bagi masyarakat yang mungkin agak kesulitan menggunakan aplikasi,” tambahnya.

Mulai 1 Juli 2025, dinas sosial daerah juga akan membuka layanan untuk pembaruan data secara langsung.(*)

Berlangganan gratis WANEWS EKOIN lewat saluran WhatsUp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: aplikasi cek bansosbansosbantuan sosial 2025BPNTBurekolcommand centerdata bansosgagal salurGus IpulHimbaraJakartaKemensosKPMpenebalan bansosPKHrekening pasifsembako
Post Sebelumnya

Kemensos Dukung Produktivitas Anak Disabilitas di Surabaya

Post Selanjutnya

Wacana Jawa Barat Dipecah Jadi Lima Provinsi Kembali Dibahas DPRD

Abah Mamat

Abah Mamat

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Wacana Jawa Barat Dipecah Jadi Lima Provinsi Kembali Dibahas DPRD

Wacana Jawa Barat Dipecah Jadi Lima Provinsi Kembali Dibahas DPRD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.