EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM
Masa Depan Driver Terancam Robot Tanpa Sopir

Masa Depan Driver Terancam Robot Tanpa Sopir

Uber mengembangkan robotaxi setelah hengkang dari Indonesia. Kehadiran teknologi ini membuat profesi sopir terancam punah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
26 Juni 2025
Kategori RAGAM, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Perusahaan transportasi daring Uber yang pernah beroperasi di Indonesia sebelum keluar dari pasar pada 2018, kini tengah menjadi pelaku utama dalam pengembangan kendaraan tanpa pengemudi atau robotaxi di Amerika Serikat. Inovasi ini mengundang kekhawatiran dari para pengemudi transportasi online mengenai keberlangsungan profesi mereka di masa depan.

Uber, yang sebelumnya sempat mendominasi layanan ride-hailing di Indonesia, kini mengarahkan fokusnya ke pengembangan kendaraan otonom di AS. Perusahaan ini bekerja sama dengan pengembang teknologi seperti Motional dan Aurora untuk menguji coba robotaxi di kota-kota besar seperti San Francisco dan Phoenix.

Teknologi robotaxi mengandalkan sistem kendali otomatis berbasis kecerdasan buatan dan sensor mutakhir yang memungkinkan kendaraan bergerak tanpa kendali manusia. Layanan ini diharapkan dapat beroperasi penuh dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut laporan dari CNBC Indonesia, uji coba robotaxi sudah dimulai dan menunjukkan kemajuan signifikan. Ini memperlihatkan keseriusan Uber dalam menggantikan peran pengemudi dengan sistem otomatis.

Langkah Uber menuju transportasi mandiri menimbulkan keresahan di kalangan pengemudi, baik yang masih aktif bekerja di AS maupun mereka yang dulu pernah bermitra dengan Uber di Indonesia. Kehadiran kendaraan otomatis ini dipandang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan kebutuhan akan sopir manusia.

Berita Menarik Pilihan

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

Seorang mitra pengemudi Uber di San Francisco menyatakan keprihatinannya. “Kami khawatir pekerjaan kami bisa digantikan mesin. Kalau itu terjadi, bagaimana nasib keluarga kami?” ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Situasi ini memperlihatkan dilema antara kemajuan teknologi dan dampaknya terhadap keberlangsungan lapangan kerja.

Uber mulai beroperasi di Indonesia pada 2014 dan sempat menjadi salah satu layanan transportasi online terpopuler. Namun, persaingan ketat dengan Grab dan Gojek membuat Uber kehilangan pangsa pasar.

Pada Maret 2018, Uber resmi angkat kaki dari kawasan Asia Tenggara setelah menjual operasionalnya ke Grab. Kesepakatan itu membuat Uber mendapatkan saham di Grab, sementara seluruh kegiatan Uber di wilayah ini dialihkan kepada perusahaan asal Singapura tersebut.

Langkah tersebut membuat ribuan pengemudi yang sebelumnya bekerja di bawah Uber harus bermigrasi ke platform lain agar tetap memiliki penghasilan.

Uber bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan robotaxi. Beberapa perusahaan lain seperti Waymo milik Alphabet dan Cruise milik General Motors juga turut berlomba dalam menciptakan teknologi kendaraan tanpa sopir.

Industri kendaraan otonom kini menjadi salah satu arena kompetisi paling ketat di sektor transportasi. Perusahaan berlomba untuk menciptakan sistem yang paling aman, efisien, dan dapat diandalkan.

Dukungan investor terhadap startup teknologi kendaraan tanpa pengemudi juga kian besar, menandakan bahwa masa depan transportasi mungkin memang akan berpindah ke arah otomatisasi.

Masyarakat di kota-kota besar Amerika mulai terbiasa dengan kehadiran kendaraan tanpa pengemudi. Beberapa layanan robotaxi bahkan sudah digunakan secara reguler, bukan sekadar percobaan.

Kecenderungan konsumen yang mulai menerima kendaraan otonom menjadi sinyal bagi industri bahwa transformasi ini akan terus berkembang.

Meski teknologi ini terus maju, penerapannya tetap menghadapi tantangan besar. Regulasi menjadi salah satu kendala utama, di samping persoalan keselamatan dan etika penggunaan sistem otonom.

Beberapa kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan tanpa sopir sempat terjadi, menimbulkan kekhawatiran tentang keandalan teknologi ini. Pemerintah AS masih meninjau aturan yang tepat untuk mendampingi perkembangan sistem tersebut.

Uber menyatakan bahwa mereka secara aktif melakukan pengujian dan penyempurnaan teknologi untuk memastikan keselamatan pengguna robotaxi.

Di kalangan pengemudi transportasi daring, teknologi robotaxi menimbulkan rasa tidak aman. Kemampuan kendaraan otonom untuk beroperasi tanpa istirahat dan tanpa gaji membuat banyak pengemudi merasa profesi mereka akan tersingkir.

“Teknologi ini memang canggih, tapi kita butuh pekerjaan untuk hidup,” ucap seorang pengemudi daring yang kini bekerja di Jakarta.

Kekhawatiran tersebut tidak hanya terbatas di Amerika Serikat. Komunitas pengemudi di Indonesia juga mulai waspada terhadap kemungkinan hadirnya teknologi serupa dalam beberapa tahun ke depan.

Di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, penerapan kendaraan otonom masih menghadapi tantangan besar. Kondisi jalan yang belum standar dan lalu lintas yang kompleks bisa menjadi penghalang utama bagi kendaraan tanpa sopir.

Para ahli menilai bahwa sistem transportasi otonom membutuhkan lingkungan jalanan yang teratur dan dapat diprediksi agar sistem kendali komputer dapat berfungsi dengan baik.

Oleh karena itu, adopsi robotaxi di Indonesia dinilai masih memerlukan waktu dan investasi besar dalam infrastruktur.

Perkembangan robotaxi memberikan tantangan besar bagi dunia kerja, terutama di sektor transportasi. Jutaan orang di seluruh dunia yang bergantung pada profesi sopir kini menghadapi ketidakpastian masa depan.

Para peneliti dan lembaga ketenagakerjaan mendorong adanya program transisi kerja dan pelatihan ulang bagi pekerja terdampak otomatisasi agar tidak tertinggal dalam era transformasi teknologi.

Perusahaan seperti Uber juga diminta lebih terbuka dalam menyampaikan arah kebijakan mereka kepada mitra pengemudi, agar ada kepastian dan kejelasan dalam menyongsong masa depan.

Perubahan yang terjadi saat ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga perubahan mendasar dalam struktur industri transportasi. Dari sistem berbasis manusia, perlahan dunia bergerak menuju sistem otomatis berbasis mesin dan algoritma.

Transformasi ini memerlukan kesiapan bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga dari aspek sosial, ekonomi, dan budaya.

Sebagian besar kota di AS telah mengambil langkah awal dengan mendukung pengujian robotaxi, namun proses transisi penuh masih memerlukan evaluasi berkelanjutan.

Agar tidak tertinggal oleh perubahan teknologi, para pengemudi transportasi daring disarankan untuk mulai mengeksplorasi bidang pekerjaan alternatif, seperti pelatihan digital atau kewirausahaan berbasis komunitas.

Pemerintah dan lembaga pendidikan juga bisa berperan penting dengan menyelenggarakan pelatihan berbasis kebutuhan pasar masa depan, terutama bagi kalangan pekerja yang rentan terdampak otomatisasi.

Industri transportasi, khususnya perusahaan seperti Uber, semestinya ikut bertanggung jawab dalam menciptakan transisi yang adil bagi mitra pengemudi. Skema insentif atau kompensasi dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap mereka yang terdampak.

Masyarakat secara luas diharapkan tidak hanya terfokus pada kemudahan yang ditawarkan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan sosial yang menyertainya.

Jika semua pihak bersinergi dalam menghadapi tantangan ini, maka perkembangan teknologi robotaxi dapat memberikan manfaat optimal tanpa menimbulkan ketimpangan sosial yang besar. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: ASCruiseGrabindustri ride-hailingkecerdasan buatankendaraan otonomMotionalotomatisasi kerjapekerjaan terdampak teknologirobotaxisistem kendaraan tanpa sopirsopir onlineteknologi transportasitransformasi transportasitransportasi digitalUberuji coba robotWaymo
Post Sebelumnya

Pemerintah dan JICA Sinergi Dorong Kawasan TOD Jabodetabek

Post Selanjutnya

Iran Akui Kerusakan Berat di Lokasi Nuklir

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Gelandang tim nasional Indonesia, Ivar Jenner, resmi memulai petualangan barunya di sepak bola Tanah Air setelah bergabung...

Potongan narasi video "Cukur Kumis" yang viral di platform TikTok dalam beberapa hari terakhir. Hingga kini, kabar mengenai penangkapan pemeran dalam video tersebut belum memiliki dasar hukum resmi dan diimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten hasil rekayasa. (Foto: Ilustrasi)

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Video cukur kumis sendiri masih beredar dalam berbagai versi potongan ulang. Otoritas mengingatkan masyarakat agar menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik...

Ester Nurumi Tri Wardoyo saat berhasil memastikan poin penentu bagi kemenangan tim putri Indonesia atas Thailand di babak perempat final BATC 2026. Indonesia akan menghadapi tantangan berat melawan Korea Selatan di babak semifinal besok. (Foto: Humas PBSI/Ekoin.co)

Indonesia Tembus Semifinal BATC 2026, Ester Nurumi Tutup Drama Sengit Lawan Thailand

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Tanpa memberikan banyak celah, Ester menyudahi perlawanan lawan dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-16. Hasil ini sekaligus memastikan...

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan instruksi di pinggir lapangan saat laga semifinal melawan Jepang di Indonesia Arena. Meski sukses membawa Indonesia ke final Piala Asia untuk pertama kalinya, Souto menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah keringat para pemainnya secara keseluruhan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaan di Piala Asia Futsal. Pada edisi sebelumnya di Kuwait 2022, langkah Merah...

Post Selanjutnya
Iran Akui Kerusakan Berat di Lokasi Nuklir

Iran Akui Kerusakan Berat di Lokasi Nuklir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.