EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Dua Pemimpin Kunjungi Perbatasan Thailand–Kamboja

Dua Pemimpin Kunjungi Perbatasan Thailand–Kamboja

Kedua pemimpin turun langsung ke perbatasan, memperlihatkan seriusnya eskalasi konflik. Krisis Thailand–Kamboja mengancam kestabilan kawasan Asia Tenggara.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
27 Juni 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bangkok – EKOIN.CO – Dua tokoh penting dari Thailand dan Kamboja muncul di garis depan perbatasan negara mereka pada Kamis, 26 Juni 2025, di tengah memanasnya konflik lintas batas yang mulai menunjukkan potensi ledakan militer. Kunjungan itu menandai peningkatan eskalasi krisis yang selama berminggu-minggu telah mengganggu hubungan diplomatik kedua negara Asia Tenggara tersebut.

Kunjungan Langsung Perdana Menteri Thailand ke Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra mengunjungi wilayah Aranyaprathet di Provinsi Sa Kaeo, Thailand Timur, untuk memantau langsung situasi lapangan. Ia datang setelah pemerintah memutuskan menutup beberapa pos lintas negara demi menekan aktivitas kriminal lintas batas. “Kami hadir untuk memastikan bahwa kebijakan ini tidak memperburuk kondisi masyarakat lokal,” ujar Shinawatra kepada wartawan di lokasi.

Shinawatra meninjau kondisi warga yang terkena dampak dan bertemu langsung dengan aparat lokal. Dalam lawatannya, ia juga menggelar pertemuan tertutup dengan pejabat militer dan otoritas keamanan perbatasan.

Manuver Politik Hun Sen di Sisi Kamboja

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Sementara dari pihak Kamboja, mantan Perdana Menteri yang kini menjabat Penasihat Khusus, Hun Sen, menyambangi Provinsi Oddar Meanchey, wilayah perbatasan yang berhadapan langsung dengan Surin, Thailand. Ia memeriksa barisan militer dan menggelar apel pasukan di markas garnisun utama Kamboja.

Mengenakan pakaian militer, Hun Sen terlihat berbicara kepada komandan dan menyerukan kesiagaan penuh. Langkah ini dipandang sebagai pernyataan kuat terhadap apa yang ia sebut sebagai “gangguan kedaulatan” dari arah Thailand.

Ketegangan Memuncak Sejak Insiden Tembakan di Perbatasan

Situasi memburuk setelah insiden penembakan pada akhir Mei lalu yang menewaskan seorang personel tentara Kamboja. Pemerintah Kamboja langsung merespons dengan pengerahan pasukan tambahan ke zona penyangga.

Sebagai tanggapan, Thailand menutup sebagian besar jalur lintas batas sepanjang lebih dari 800 kilometer dan memperketat pengawasan terhadap lalu lintas barang, terutama bahan bakar.

Dampak Ekonomi dan Sosial Dirasakan Warga Lokal

Penutupan ini mengganggu perdagangan regional yang selama ini bergantung pada akses darat di wilayah timur Thailand dan barat Kamboja. Warga di kedua sisi perbatasan mengeluhkan naiknya harga bahan pokok dan terhambatnya suplai logistik.

Pedagang kecil, operator transportasi, dan buruh lintas negara menjadi pihak yang paling terdampak. Otoritas lokal mencoba menyalurkan bantuan sementara, namun belum mencukupi kebutuhan yang melonjak.

Efek Politik Mengguncang Pemerintahan Thailand

Pemerintahan Shinawatra tidak hanya menghadapi tekanan dari luar, tetapi juga dari dalam negeri. Bocoran rekaman pernyataan perdana menteri yang menyebut Hun Sen sebagai “paman” dan sindiran terhadap pimpinan militer memicu gejolak di tubuh koalisi pemerintahan.

Partai Bhumjaithai, salah satu mitra koalisi utama, memutuskan mundur dari dukungan politik. Mereka juga mengajukan mosi tidak percaya di parlemen, menyebut Shinawatra tidak lagi pantas memimpin negara di tengah ketegangan geopolitik.

Investigasi dan Potensi Pemakzulan Menguat

Senator dari oposisi mendorong Mahkamah Konstitusi dan Komisi Anti-Korupsi Nasional untuk mengusut kemungkinan pelanggaran kode etik oleh perdana menteri. Desakan untuk pemakzulan semakin menguat dalam sidang paripurna yang berlangsung pada Jumat pagi.

Beberapa anggota parlemen bahkan menyebut pemerintahan saat ini telah “kehilangan arah” dalam menangani diplomasi lintas batas, sehingga membuka peluang terjadinya konfrontasi bersenjata.

Rencana Aksi Massa Menambah Tekanan

Di tengah krisis politik, kelompok masyarakat sipil dan oposisi merencanakan aksi protes besar-besaran pada Sabtu mendatang. Mereka menuntut pengunduran diri Shinawatra serta pembentukan pemerintahan transisi yang lebih netral.

Pihak kepolisian mengaku telah menerima laporan pemberitahuan aksi dan menyiapkan skema pengamanan untuk menjaga ketertiban umum. Sementara itu, pemerintah menyebut demonstrasi tetap diperbolehkan selama berlangsung damai.

Potensi Konflik Regional Menjadi Kekhawatiran Bersama

Pakar hubungan internasional memperingatkan bahwa konflik Thailand–Kamboja bisa menjalar ke negara tetangga jika tidak segera diredam. ASEAN didesak turun tangan sebelum eskalasi berubah menjadi bentrokan terbuka antarnegara anggota.

Pemerhati regional menyarankan agar Sekretariat ASEAN mengaktifkan mekanisme resolusi konflik guna menengahi sengketa yang berisiko melibatkan kekuatan bersenjata di kawasan.

Respons Dunia Internasional Masih Terbatas

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari negara besar atau lembaga internasional terkait perkembangan di perbatasan Thailand–Kamboja. Namun, beberapa media asing telah memuat analisis tentang ancaman instabilitas Asia Tenggara yang semakin nyata.

Kantor berita regional mengabarkan bahwa beberapa negara tetangga mulai mengawasi pergerakan militer kedua negara melalui satelit dan laporan intelijen terbuka.

Pemerintah Thailand dan Kamboja perlu segera membuka dialog damai yang melibatkan pihak ketiga netral, agar konflik tidak berkembang menjadi peperangan terbuka.
Keterlibatan ASEAN sangat krusial untuk memediasi konflik melalui pendekatan kolektif yang adil dan tidak berpihak.
Kelompok masyarakat sipil, termasuk media, akademisi, dan pemuka masyarakat, perlu dilibatkan dalam upaya perdamaian lintas batas untuk membangun kepercayaan publik.
Dunia internasional, termasuk PBB, seharusnya memantau perkembangan ini secara aktif dan siap menawarkan mekanisme penyelesaian damai jika diperlukan.
Pemerintah di kedua negara harus mengutamakan keselamatan dan hak-hak warga sipil, terutama yang tinggal di sekitar zona perbatasan.

Krisis antara Thailand dan Kamboja menunjukkan gejala meningkat ke arah konflik bersenjata, ditandai dengan pengerahan militer dan ketegangan politik domestik.
Langkah kedua pemimpin mendatangi wilayah konflik memperlihatkan bahwa penyelesaian diplomatik belum efektif dijalankan.
Ancaman terhadap kestabilan kawasan kini tidak hanya dirasakan di dua negara, tapi juga mulai dikhawatirkan oleh negara-negara tetangga.
Keterlibatan organisasi regional seperti ASEAN menjadi penting demi mencegah konflik merembet lebih luas.
Hanya dengan langkah konkret, terbuka, dan inklusif, penyelesaian damai bisa dicapai sebelum situasi berubah menjadi bencana kemanusiaan.
(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

.

Tags: aksi massaASEANAsia Tenggarabentrokan militerdemonstrasi ThailandHun Seninstabilitas regionalinvestigasi etikaKambojakonflik militerkrisis politikmosi tidak percayaPaetongtarn Shinawatrapemakzulanpenutupan pos lintas batasperbatasanperdagangan lintas negaraThailand
Post Sebelumnya

SNH Apresiasi KKHI Makkah atas Pelayanan Jemaah Haji

Post Selanjutnya

10 Rangkaian Acara Kemenag dari Nikah Massal hingga Peaceful Gen Z

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
10 Rangkaian Acara Kemenag dari Nikah Massal hingga Peaceful Gen Z

10 Rangkaian Acara Kemenag dari Nikah Massal hingga Peaceful Gen Z

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.