EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
BTN Targetkan 150.000 Rumah Ramah Lingkungan Hingga 2029

Sumber dok btn.co.id

BTN Targetkan 150.000 Rumah Ramah Lingkungan Hingga 2029

Kolaborasi BTN dengan UNEP FI menandai langkah serius sektor keuangan Indonesia dalam mendorong perumahan hijau dan berkelanjutan, sebagai kontribusi nyata menuju target net zero emission tahun 2060.

Agus DJ oleh Agus DJ
29 Juni 2025
Kategori EKONOMI, ENERGI, PROPERTI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan memperkuat kerja sama bersama United Nations Environment Programme Financial Initiative (UNEP FI). Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mempercepat penerapan Rumah Rendah Emisi (RRE) di Indonesia.

Langkah ini sekaligus mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong perumahan nasional berbasis ekonomi hijau. BTN memosisikan diri sebagai pelopor sektor perumahan dalam upaya mencapai net zero emission pada tahun 2060.

UNEP FI sendiri merupakan bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang fokus pada transformasi keuangan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, BTN bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, sehat, dan ramah lingkungan.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo menyampaikan, sektor perumahan memiliki potensi besar dalam mendorong transisi ke arah ekonomi hijau. Ia menyebut BTN akan menjadi jembatan antara kebutuhan hunian rakyat dan agenda keberlanjutan global.

“BTN berperan sebagai jembatan antara kebutuhan hunian rakyat dan agenda keberlanjutan global. Kolaborasi dengan UNEP FI ini akan mempercepat financial transition Indonesia ke ekonomi hijau dari perumahan,” ujar Setiyo saat menghadiri UNEP FI Regional Roundtable on Sustainable Finance Asia Pacific di Suzhou, Jumat (20/6).

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Target Ambisius Hingga 2029

Pada 2025 mendatang, BTN menargetkan pembangunan 10.000 unit rumah rendah emisi. Ini merupakan bagian dari roadmap jangka panjang perusahaan yang mencakup 150.000 unit rumah rendah emisi hingga tahun 2029.

RRE pada 2024 merupakan hunian dengan kandungan minimal 15 persen material ramah lingkungan. Persentase ini direncanakan meningkat menjadi 30 persen pada 2029 mendatang.

Jika target 150.000 unit rumah tersebut tercapai, BTN memperkirakan pengurangan signifikan dalam emisi dan limbah. Estimasinya, 2,2 juta kilogram limbah plastik dapat dicegah dan emisi karbon berkurang hingga 2.425 ton.

Jumlah tersebut setara dengan manfaat lingkungan dari menanam 110.000 pohon. Efeknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga pada pembentukan pola hidup yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat luas.

“Inisiatif ini bukan hanya soal rumah, tapi soal masa depan bumi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” kata Setiyo menegaskan.

Kolaborasi Pengembang Lokal

Hingga pertengahan tahun ini, BTN telah menggandeng delapan pengembang yang secara aktif membangun RRE di berbagai daerah. Total unit rumah rendah emisi yang telah dalam tahap konstruksi mencapai 1.198 unit.

Program ini menjadi percontohan sekaligus stimulus bagi sektor properti untuk mulai mengadopsi standar lingkungan yang lebih baik. BTN juga membuka kemungkinan kerja sama dengan lebih banyak pengembang ke depan.

Upaya tersebut sejalan dengan strategi pemerintah yang mendorong keterlibatan sektor swasta dalam proyek infrastruktur berkelanjutan. BTN pun menilai, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas cakupan inisiatif ini.

Selain rumah ramah lingkungan, BTN dan UNEP FI juga mengeksplorasi potensi pembiayaan hijau untuk perbaikan lingkungan permukiman. Fokusnya mencakup efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan penggunaan air.

BTN percaya bahwa keberhasilan proyek RRE akan menjadi batu loncatan menuju sistem keuangan berkelanjutan di sektor properti dan perumahan rakyat.

Langkah BTN menjalin kolaborasi dengan UNEP FI memperlihatkan keseriusan korporasi nasional dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam bisnis inti. Rencana membangun 150.000 unit rumah rendah emisi merupakan komitmen jangka panjang dengan dampak konkret terhadap lingkungan dan sosial. Target tersebut bukan hanya menekankan aspek pembangunan, namun juga transformasi mindset menuju gaya hidup hijau.

Selain peran sebagai lembaga keuangan, BTN juga menjalankan tanggung jawab sosial dan ekologis melalui program ini. Dengan menggabungkan pembiayaan ramah lingkungan dan dukungan pengembang lokal, BTN berharap dapat menciptakan efek berantai yang mempercepat adopsi praktik pembangunan berkelanjutan. Efek positifnya akan menyentuh berbagai sektor, mulai dari lingkungan, ekonomi, hingga sosial masyarakat.

Program rumah rendah emisi BTN juga menjadi bentuk nyata kontribusi Indonesia terhadap agenda global perubahan iklim. Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana sektor properti nasional mampu bertransformasi menjadi pionir dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan adil.(*)

Tags: Berita ekonomiBTNekonomi hijauemisi karbonlimbah plastiknet zero emissionpembangunan berkelanjutanpembiayaan hijauPresiden Prabowo SubiantoRegional Roundtable UNEP FI.roadmap 2029rumah ramah lingkunganrumah rendah emisisektor properti berkelanjutanSuzhouUNEP FI
Post Sebelumnya

BTN dan Qatar Bangun 100 Ribu Hunian Terjangkau di Indonesia

Post Selanjutnya

KPR BTN: Solusi Sosial Berbasis Profit di Ajang Internasional

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
KPR BTN: Solusi Sosial Berbasis Profit di Ajang Internasional

KPR BTN: Solusi Sosial Berbasis Profit di Ajang Internasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.