Ashok Elluswamy sebagai Kepala AI Tesla menyebut timnya memilih pelanggan secara acak dari pemesan Model Y di Austin. Ia menambahkan unit yang dikirim tidak berbeda dengan produksi pabrik lainnya.
“Kendaraan yang dikirim persis sama dengan setiap Model Y yang diproduksi pabrik Tesla,” terang Elluswamy, lewat akun X.
Ia menyebut mobil melaju hingga 72 mil per jam atau sekitar 116 kilometer per jam. Padahal, batas kecepatan di jalan tol Texas hanya 70 mil per jam.
Di sisi lain, Tesla mulai menguji coba layanan robotaxi di Austin. Perusahaan mengoperasikan 10 sampai 20 unit Model Y dengan pengawas manusia di kursi penumpang dan pantauan jarak jauh dari pusat kendali.
Tesla hanya membuka akses robotaxi kepada pengguna undangan. Sebagian besar merupakan influencer dan analis yang biasa membagikan konten pendukung Tesla di media sosial.
Sejak 2016, Musk berulang kali menyampaikan rencana Tesla menjadikan semua mobilnya bisa otonom penuh lewat pembaruan perangkat lunak. Ia membayangkan pemilik cukup menekan satu tombol di aplikasi Tesla untuk menyewakan mobilnya ke pengguna lain saat sedang tidak dipakai.
Pada 2019, Musk mengatakan Tesla akan memiliki satu juta robotaxi di jalan pada 2020. Pernyataan itu membantu Tesla meraih pendanaan sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp32 triliun.
Sementara pengiriman ini menarik perhatian pendukung Tesla, perusahaan sedang menghadapi penurunan penjualan di Eropa sepanjang lima bulan pertama 2025. Persaingan dari merek asal Tiongkok seperti BYD, Nio, dan Xiaomi juga semakin ketat.
Tesla dijadwalkan merilis laporan pengiriman dan produksi kendaraan untuk kuartal kedua pada 2 Juli.





