EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Banjir Genangi 18 RT dan 1 Jalan di Jakarta

Banjir Genangi 18 RT dan 1 Jalan di Jakarta

Hujan deras pada 2 Juli 2025 menyebabkan banjir di Jakarta, merendam 18 RT dan satu ruas jalan. BPBD DKI menerjunkan tim untuk percepatan penanganan dan imbau warga tetap waspada terhadap potensi genangan lanjutan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
3 Juli 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jakarta EKOIN.CO – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Jakarta pada Rabu, 2 Juli 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 18 RT dan satu ruas jalan masih tergenang air hingga malam hari akibat curah hujan yang tinggi.

Banjir ini terjadi setelah hujan deras mengguyur Ibu Kota sejak sore hari. Wilayah terdampak tersebar di beberapa kecamatan, namun rincian spesifik lokasi RT yang terendam tidak disebutkan oleh BPBD DKI Jakarta.

Menurut keterangan resmi dari BPBD DKI Jakarta, banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang turun dalam waktu singkat, sehingga drainase tidak mampu menampung volume air yang besar. Selain itu, kondisi geografis dan saluran air yang belum optimal memperparah genangan.

BPBD juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel untuk membantu warga dan mempercepat proses penyedotan air di titik-titik rawan. Genangan air di sejumlah wilayah perlahan mulai surut, namun beberapa masih membutuhkan waktu lebih lama untuk kering sepenuhnya.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Hingga pukul 21.00 WIB, laporan resmi dari BPBD menunjukkan bahwa banjir masih bertahan di 18 RT dan satu ruas jalan yang belum bisa dilalui kendaraan secara normal.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan seluruh jajaran wilayah untuk percepatan penanganan banjir. “Kami terus pantau kondisi dan menerjunkan pompa portabel serta petugas ke lokasi terdampak,” ujar Isnawa Adji dalam keterangan resminya, Rabu malam.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga telah disebar ke wilayah terdampak guna memberikan bantuan logistik dan evakuasi jika diperlukan. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa atau luka akibat banjir tersebut.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan dan genangan air yang dapat terjadi mendadak. Warga juga diminta untuk tidak membuang sampah ke selokan agar aliran air tidak tersumbat.

Dinas Sumber Daya Air DKI turut berkoordinasi dengan BPBD dalam mengoperasikan rumah pompa di lokasi-lokasi strategis. Pembersihan sampah dan pengecekan saluran air dilakukan sejak dini hari guna memperlancar aliran.

Hingga saat ini, belum ada kebutuhan mendesak untuk evakuasi massal. Namun, BPBD tetap siaga untuk mengantisipasi situasi darurat di wilayah dengan genangan tinggi.

Kondisi Jalan dan Dampak Transportasi

Satu ruas jalan yang masih tergenang dilaporkan mengalami gangguan lalu lintas. Pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif agar tidak terjebak dalam genangan air.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta turut mengerahkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar titik banjir. Beberapa kendaraan kecil sempat mogok akibat menerobos genangan, namun tidak ada laporan kerusakan berat.

Sejumlah pengendara motor tampak memilih berhenti sementara menunggu air surut, terutama di titik genangan yang mencapai tinggi 30–50 cm. Banjir ini juga menyebabkan keterlambatan perjalanan sejumlah transportasi umum.

Jakarta Smart City mencatat adanya peningkatan pelaporan genangan melalui aplikasi JAKI. Laporan ini menjadi dasar utama BPBD dalam menyesuaikan respons cepat di lapangan.

Kondisi cuaca pada malam hari mulai membaik, namun otoritas tetap mewaspadai potensi hujan kembali pada dini hari.

Prediksi Cuaca dan Langkah Pencegahan

BMKG memperkirakan potensi hujan ringan hingga sedang masih akan terjadi di wilayah Jabodetabek dalam dua hari ke depan. Masyarakat diminta memperhatikan peringatan dini cuaca dan mempersiapkan langkah mitigasi jika terjadi curah hujan intens.

Langkah preventif seperti membersihkan saluran air di sekitar rumah dan menyiapkan kantong pasir disarankan bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir.

Pemprov DKI Jakarta juga mengaktifkan seluruh kelurahan siaga bencana. Posko banjir telah didirikan di beberapa titik guna memberikan bantuan cepat dan pendataan kondisi warga.

Layanan darurat 112 dan kanal pelaporan digital BPBD tetap aktif 24 jam. Warga bisa melaporkan banjir melalui JAKI atau kanal resmi Pemprov DKI lainnya.

BPBD kembali mengingatkan pentingnya partisipasi warga dalam menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, yang kerap menjadi penyebab tersumbatnya saluran air.

Tindak Lanjut dan Upaya Jangka Panjang

Penanganan banjir ini menjadi pengingat bahwa sistem drainase kota perlu peningkatan berkelanjutan. Pemprov DKI Jakarta menargetkan perbaikan dan revitalisasi 16 titik drainase kritis pada 2025.

Proyek normalisasi kali dan pembangunan sumur resapan masih berjalan di sejumlah wilayah, sebagai bagian dari upaya jangka panjang mengurangi risiko banjir.

Masyarakat diharapkan mendukung program pemerintah tersebut, terutama dalam pemanfaatan dan pemeliharaan infrastruktur pengendalian banjir.

Koordinasi antarlembaga, termasuk dengan pemerintah pusat, dinilai penting untuk mempercepat pembangunan sistem pengendali air yang lebih efektif dan menyeluruh.

Di sisi lain, literasi kebencanaan juga terus didorong melalui pelatihan evakuasi mandiri dan edukasi kebencanaan berbasis komunitas.


Dalam menghadapi kondisi seperti ini, penting bagi warga untuk bersiap dan siaga dengan sumber informasi resmi. Banjir dapat menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan yang serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Memahami langkah mitigasi menjadi hal yang sangat krusial, terutama di daerah rawan banjir seperti Jakarta.

Pemerintah daerah perlu meningkatkan ketanggapan, baik dalam jangka pendek melalui respons cepat, maupun jangka panjang lewat penguatan infrastruktur drainase dan kolaborasi lintas dinas. Selain itu, evaluasi sistem peringatan dini dan respons bencana harus terus dilakukan secara berkala.

Warga diharapkan tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan kecil seperti membersihkan got atau tidak membuang sampah sembarangan bisa berdampak besar terhadap kelancaran aliran air saat hujan.

Upaya edukasi kebencanaan perlu ditingkatkan sejak dini, termasuk pada anak-anak sekolah dan komunitas. Semakin tinggi kesadaran, semakin cepat pula respons kolektif dalam kondisi darurat seperti banjir.

Penanganan banjir yang efektif menuntut sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta agar Jakarta bisa menjadi kota yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem di masa mendatang. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: banjirBPBDdrainaseevakuasihujan derasJakarta
Post Sebelumnya

Pemprov Kaltim Perkuat SP4N-LAPOR Lewat Bimtek

Post Selanjutnya

Museum Kota Samarinda Suguhkan Koleksi Bernilai Sejarah

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Museum Kota Samarinda Suguhkan Koleksi Bernilai Sejarah

Museum Kota Samarinda Suguhkan Koleksi Bernilai Sejarah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.