EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA BREAKING NEWS
BGN Ajukan Tambahan Rp 50 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis

BGN Ajukan Tambahan Rp 50 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis

BGN mengajukan tambahan anggaran Rp 50 triliun untuk Program MBG. Target penerima manfaat mencapai 82,9 juta jiwa hingga November 2025.

Irvan oleh Irvan
3 Juli 2025
Kategori BREAKING NEWS, EKONOMI, KEUANGAN, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Badan Gizi Nasional (BGN) mengajukan tambahan anggaran Rp 50 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan hal ini dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Selasa (1/7/2025).

 

Target Penerima dan Penambahan Anggaran

Dadan menjelaskan, anggaran awal Rp 71 triliun untuk MBG menargetkan 82,9 juta penerima manfaat. Namun, proyeksi realisasi menunjukkan kebutuhan melebihi pagu awal yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Badan Gizi harus kembali ke Komisi IX untuk menjustifikasi tambahan Rp 50 triliun, karena Rp 71 triliun tidak cukup,” kata Dadan dalam rapat tersebut.

Berita Menarik Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Ia menambahkan, pihaknya sedang memverifikasi mitra pelaksana program, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Proses verifikasi berjalan intensif dalam dua pekan terakhir.

Saat ini telah beroperasi 1.863 SPPG dengan 14.304 calon mitra lainnya dalam tahap verifikasi. “Kalau verifikasi selesai dua minggu, akhir Juli kita bisa punya minimal 10.000 SPPG,” ujar Dadan.

BGN menargetkan pelayanan untuk 24 juta penerima manfaat pada Agustus 2025. Angka itu akan naik bertahap menjadi 42 juta pada September dan 63 juta pada Oktober.

Pada puncaknya, 82,9 juta penerima manfaat akan terlayani pada November 2025. “Insya Allah seluruh penerima manfaat akan sudah kita intervensi paling lambat November,” kata Dadan.

 

Kolaborasi Lintas Kementerian

Dadan menyebut pelaksanaan MBG bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga negara. Kementerian Kesehatan bertanggung jawab pada pengawasan aspek keamanan pangan.

BPOM melaksanakan inspeksi fasilitas pendukung program MBG untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan. BKKBN bersama Kementerian Kependudukan membantu pendataan dan distribusi bantuan pangan.

Program MBG menjadi salah satu prioritas nasional untuk penanganan masalah gizi dan ketahanan pangan. Sasaran utama program ini adalah anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan.

Sebelumnya, seperti yang disampaikan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, terdapat penyesuaian anggaran MBG pada 2025. Anggaran awal sebesar Rp 171 triliun dipangkas menjadi Rp 121 triliun.

Anggaran MBG pada awalnya dicadangkan Rp 100 triliun dengan tambahan anggaran resmi Rp 71 triliun. Pemangkasan tersebut berdampak pada kebutuhan tambahan anggaran dalam realisasi MBG.

BGN menekankan bahwa optimalisasi anggaran diperlukan untuk pemerataan distribusi makanan bergizi. Proses verifikasi SPPG dan persiapan distribusi terus dilakukan secara bertahap.

Dalam pelaksanaan, BGN mengupayakan efektivitas dan kecepatan distribusi kepada penerima manfaat. Koordinasi dengan kementerian dan lembaga diutamakan agar program berjalan lancar hingga November 2025.(*)

Tags: anggaranBGNDPRgiziMBGSPPG
Post Sebelumnya

Produksi Beras Tertinggi ASEAN, Indonesia Tuai Pujian

Post Selanjutnya

Kolaborasi Besar di BSI Expo 2025: UMKM, Emas, hingga Perumahan

Irvan

Irvan

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Kolaborasi Besar di BSI Expo 2025: UMKM, Emas, hingga Perumahan

Kolaborasi Besar di BSI Expo 2025: UMKM, Emas, hingga Perumahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.