EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Serangan Israel Tewaskan Direktur RS Indonesia Gaza

Serangan Israel Tewaskan Direktur RS Indonesia Gaza

Kematian dr. Marwan membuat Gaza kehilangan salah satu dari dua spesialis jantung terakhir. Ribuan pasien jantung kini terancam tanpa penanganan medis yang memadai.

Ibhent oleh Ibhent
3 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Gaza EKOIN.CO – Kepala Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr. Marwan al-Sultan, tewas akibat serangan udara Israel yang terjadi di kawasan Tal al-Hawa pada Rabu, 2 Juli 2025. Informasi mengenai wafatnya Marwan disampaikan langsung oleh organisasi kemanusiaan MER-C Indonesia yang turut membangun RS Indonesia di Gaza.

Kabar duka ini juga menyebutkan bahwa beberapa anggota keluarga Marwan turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Peristiwa ini menambah daftar panjang tenaga medis yang menjadi sasaran konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.

“Dengan penuh duka mendalam, saya sampaikan berita yang memilukan tentang gugurnya dr. Marwan Sultan dan keluarganya setelah terjadi serangan langsung di rumah mereka,” ujar relawan lokal MER-C seperti dikutip dari akun resmi @mercindonesia.

Marwan dikenal luas sebagai sosok dokter berdedikasi tinggi dan menjadi andalan dalam pelayanan kesehatan masyarakat Gaza. Perannya sangat krusial, terlebih karena ia merupakan satu dari dua spesialis jantung yang masih bertugas di wilayah tersebut.

Kehilangan Tenaga Ahli Kritis di Gaza

Kematian Marwan menjadi kehilangan besar bagi sistem kesehatan yang rapuh di Gaza. Direktur Rumah Sakit al-Shifa, dr. Mohammed Abu Selmia menyampaikan bahwa dampak dari kepergian Marwan akan sangat dirasakan oleh ribuan pasien jantung di wilayah itu.

Berita Menarik Pilihan

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

“Ia tidak tergantikan. Ia adalah seorang ilmuwan terkemuka dan satu dari hanya dua ahli jantung yang tersisa di Gaza,” kata Abu Selmia kepada The Guardian, Kamis 3 Juli 2025. Ia menyatakan rasa duka yang mendalam dan mengungkapkan bahwa hilangnya Marwan adalah pukulan telak bagi pelayanan kesehatan jantung di Gaza.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa serangan yang menewaskan Marwan bukan hanya tragedi pribadi, melainkan krisis medis berskala luas. “Kami tidak punya pilihan selain bertahan, tetapi rasa kehilangan ini sangat menghancurkan,” lanjut Abu Selmia.

Direktur Healthcare Workers Watch (HWW), Muath Alser juga menilai peristiwa ini sebagai kehilangan besar. Menurutnya, dampaknya tak sekadar pada level individu, tetapi meluas ke seluruh sistem pelayanan medis di Gaza.

“Pembunuhan Dr. Marwan al-Sultan oleh militer Israel merupakan kehilangan besar bagi Gaza dan komunitas medis secara keseluruhan,” terang Alser. Ia menambahkan bahwa kematian tenaga ahli seperti Marwan melemahkan kualitas layanan kesehatan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Target Serangan terhadap Tenaga Kesehatan

Alser juga menilai bahwa kejadian ini bukan insiden tunggal. Ia menyebut ada pola sistematis dalam menargetkan tenaga medis di Gaza. “Ini bagian dari pola yang sistematis dalam menargetkan tenaga medis secara keji, yang dibiarkan terjadi tanpa pertanggungjawaban,” ujarnya.

Menurut data HWW, dalam 50 hari terakhir setidaknya 70 tenaga medis tewas akibat serangan militer Israel. Sebagian besar dari mereka gugur saat sedang melaksanakan tugas kemanusiaan atau berlindung bersama keluarga.

Pada 6 Juni 2025, tepat saat perayaan Idul Adha, sembilan tenaga kesehatan tewas akibat serangan udara di Gaza Utara. Mereka semua berada di tempat persembunyian ketika serangan terjadi.

Data dari PBB menyebut lebih dari 1.400 tenaga medis telah meninggal sejak konflik pecah pada Oktober 2023. Sebagian besar korban meninggal saat berada di rumah sakit, ambulan, pos pemeriksaan, atau tempat pengungsian yang digunakan sebagai fasilitas perlindungan darurat.

Laporan dari Insecurity Insight juga menyebutkan bahwa ratusan tenaga kesehatan terbunuh saat menjalankan misi evakuasi pasien maupun bertugas di garis depan medis. Banyak dari mereka gugur saat tak berdaya di tempat kerja.

Selain korban jiwa, masih banyak tenaga medis yang dilaporkan ditahan oleh otoritas Israel. Laporan dari MedGlobal, organisasi kemanusiaan berbasis di Amerika Serikat, menyebut lebih dari 3.000 staf medis Palestina kini berada di dalam penjara Israel.

Salah satu dari mereka adalah Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, dr. Hussam Abu Asyifa, yang ditahan sejak Desember 2024. Penahanan itu dilakukan tanpa dakwaan yang jelas, dan sejumlah laporan menyebut mereka mengalami penyiksaan dan kekerasan fisik.

Hilangnya Marwan kini menambah deretan panjang krisis kesehatan di Gaza, di mana tenaga medis menjadi kelompok paling rentan. Keahlian dan pengalaman mereka tak mudah digantikan dalam waktu singkat.

Sistem kesehatan Gaza, yang sudah lama dalam tekanan, kini menghadapi tantangan lebih besar seiring meningkatnya jumlah korban jiwa dan hilangnya fasilitas medis penting. Kondisi ini memperburuk akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang layak.

Wafatnya Marwan merupakan simbol dari runtuhnya upaya bertahun-tahun membangun sistem layanan kesehatan di tengah konflik yang tak kunjung usai. Gaza kehilangan bukan hanya seorang dokter, tetapi juga harapan akan keberlangsungan perawatan medis.

Dalam kondisi seperti ini, peran komunitas internasional menjadi penting untuk mendorong perlindungan terhadap tenaga kesehatan. Tanpa intervensi nyata, risiko krisis kemanusiaan akan terus meningkat.

Penting bagi lembaga internasional dan negara-negara pendonor untuk menjamin keberlangsungan fasilitas kesehatan yang tersisa. Kematian Marwan menunjukkan betapa gentingnya situasi yang dihadapi warga sipil Palestina.

Saat ini, banyak rumah sakit di Gaza berjalan di bawah kapasitas minimum akibat kurangnya staf medis, suplai obat, dan alat medis. Kehilangan satu spesialis kunci seperti Marwan berdampak langsung terhadap keselamatan nyawa pasien.

Serangan yang menyasar tenaga medis juga memperbesar trauma psikologis bagi dokter dan relawan yang masih bertugas. Banyak dari mereka kini bekerja dalam ketakutan dan keterbatasan ekstrem.

Situasi ini menggambarkan bahwa sistem kesehatan di Gaza tidak hanya sedang terancam, tetapi benar-benar berada di ambang kehancuran total. Butuh upaya cepat dan kolektif untuk menghindari bencana kemanusiaan lebih luas.

Saran: Pemerintah Indonesia, melalui kanal diplomasi dan kemanusiaannya, sebaiknya meningkatkan advokasi untuk perlindungan tenaga kesehatan di Gaza. Kerja sama dengan organisasi internasional seperti WHO atau ICRC juga dapat mendorong penyelamatan fasilitas kesehatan yang masih tersisa. Dukungan logistik dan keuangan untuk rumah sakit di wilayah konflik harus terus disalurkan, terutama untuk menggantikan sumber daya manusia yang telah hilang. Media massa dan masyarakat sipil juga perlu berperan aktif menyuarakan kondisi ini agar tidak lenyap dari perhatian dunia. Selain itu, lembaga kemanusiaan perlu membangun kembali jaringan distribusi bantuan medis yang lebih aman dan efisien.

Kesimpulan: Gugurnya dr. Marwan al-Sultan bukan hanya kehilangan sosok dokter, melainkan hilangnya salah satu pilar penting sistem kesehatan Gaza. Perannya sebagai spesialis jantung dan pemimpin medis tidak tergantikan dalam waktu dekat. Dampaknya akan terasa lama dan meluas terhadap pasien, rumah sakit, serta komunitas medis di Gaza. Perlu langkah internasional untuk mencegah pengulangan insiden serupa dan melindungi tenaga kesehatan. Hanya dengan tindakan kolektif, keselamatan warga sipil dan masa depan sistem kesehatan Gaza dapat terselamatkan.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Gazakrisis kesehatanMarwan al-SultanRS Indonesiaserangan Israeltenaga medis
Post Sebelumnya

Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Merekam Perbuatan Iblisnya dan Memposting ke Situs Porno  

Post Selanjutnya

Komisi III DPR Akan Lanjutkan Pembahasan RUU KUHAP Pekan Depan 

Ibhent

Ibhent

Berita Terkait

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto.

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Dari tangan NE, polisi menyita sabu seberat 1,04 kilogram serta satu unit telepon seluler berikut kartu SIM yang diduga digunakan...

Kominika Pandji Pragiwaksono tiba di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Foto: Amsi

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Diketahui, Pandji kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya buntut materi stand-up comedy 'Mens Rea' yang dibawakannya. Laporan terhadap Pandji kali ini dilayangkan...

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

oleh Aminuddin Sitompul
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma,...

Post Selanjutnya
Komisi III DPR Akan Lanjutkan Pembahasan RUU KUHAP Pekan Depan 

Komisi III DPR Akan Lanjutkan Pembahasan RUU KUHAP Pekan Depan 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.