EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Tantangan Industri 5.0 dan Kesenjangan Teknologi ASEAN

Sumber dok brin.go.id

Tantangan Industri 5.0 dan Kesenjangan Teknologi ASEAN

Ketimpangan penguasaan teknologi antara negara maju dan ASEAN dapat membuat kawasan ini hanya menjadi pasar, bukan pelaku dalam revolusi AI, kecuali jika strategi pendidikan, kolaborasi, dan kebijakan segera dilakukan.

Agus DJ oleh Agus DJ
5 Juli 2025
Kategori EDUKASI, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Dalam forum diskusi akademisi Indonesia–Malaysia, Senin (30/6), Dekan FISIP Universitas Jember, Suyani Indriastuti memaparkan pemikirannya mengenai perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan tantangannya terhadap pembangunan manusia di kawasan ASEAN.

Acara yang berlangsung di Kampus Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gatot Subroto, Jakarta, merupakan hasil kolaborasi BRIN bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universitas Jember, dan Universitas Presiden.

Dalam paparannya berjudul “Dehumanisasi vs Humanisasi dalam Industri 4.0 dan 5.0: Tantangan dan Peluang bagi Pembangunan Manusia dalam Visi Komunitas ASEAN 2045”, Suyani menjelaskan bahwa era industri 4.0 telah kita lewati. Kini masyarakat memasuki era industri 5.0 yang dimulai sejak 2020.

Menurutnya, jika era 4.0 ditandai dengan dehumanisasi akibat ketergantungan terhadap mesin, maka industri 5.0 mencoba menyeimbangkan kembali peran manusia. “Manusia menjadi center-nya, pemikir-pemikir strategis dilakukan oleh manusia,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pergeseran menuju industri 5.0 tidak hanya soal teknologi, tetapi juga menyoal bagaimana manusia menyesuaikan perannya dan tidak sepenuhnya dikendalikan oleh sistem berbasis AI.

Berita Menarik Pilihan

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada 17 Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

JANGAN SAMPAI GAGAL! Panduan Lengkap Registrasi Akun Siswa SNBP 2026: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

Ketimpangan Global dalam Penguasaan Teknologi

Lebih lanjut, Suyani menyoroti bahwa adopsi AI saat ini sangat tinggi, bahkan menurut IBM AI Adoption Index 2023, kurang dari 20 persen perusahaan yang belum menggunakannya. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan besar bagi negara-negara ASEAN.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa negara-negara Asia Tenggara bukan pusat pengembangan teknologi AI. “Pengguna dan penemu AI lebih banyak berada di Eropa dan Amerika,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam klasifikasi pendapatan negara, adopsi teknologi paling besar terjadi di negara berpendapatan tinggi. “Negara berpendapatan rendah, bahkan hanya tidak ada sepersepuluhnya dari negara-negara maju,” imbuhnya.

Menurut Suyani, kesenjangan ini menimbulkan risiko bahwa negara berkembang, termasuk ASEAN, hanya akan menjadi pasar konsumen teknologi dari negara-negara besar.

Berdasarkan AI Index Report 2025, negara dengan paten AI terbanyak adalah Korea Selatan, Luksemburg, dan Tiongkok. Dari Asia Tenggara, hanya Singapura yang masuk daftar sepuluh besar.

Strategi Mengurangi Ketergantungan Teknologi

Suyani menilai kesenjangan tersebut menjadi tantangan besar dalam menyongsong ASEAN Community Value 2045. “Bisa jadi kita hanya menjadi target pasar dari teknologi negara-negara maju,” katanya.

Hal ini dinilai berbahaya karena berpotensi menimbulkan ketergantungan yang menyebabkan negara-negara ASEAN kehilangan kemandirian teknologi.

Untuk itu, Suyani mengusulkan strategi yang mencakup kesiapan sumber daya manusia, transformasi budaya, dan integrasi teknologi. “Tantangan kita adalah technological integration, human readiness, dan cultural shift,” sebutnya.

Di sisi lain, ia melihat peluang dari pemberdayaan UKM dan startup agar mampu menyesuaikan diri dengan teknologi yang berkembang. Termasuk pasar daring yang dinilai adaptif terhadap perubahan.

Menurutnya, dari sisi pendidikan, solusi dapat dimulai dari pembelajaran seumur hidup, perubahan kurikulum, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri, serta kebijakan regulatif dari pemerintah.

Diskusi akademisi Indonesia–Malaysia di Jakarta menghadirkan refleksi penting mengenai masa depan ASEAN dalam menghadapi era teknologi kecerdasan buatan. Paparan Suyani Indriastuti menekankan bahwa manusia tidak boleh tersingkirkan dalam dinamika industri masa kini.

Peran strategis sumber daya manusia, penguatan institusi pendidikan, dan kemandirian teknologi menjadi isu sentral. Ketimpangan antara negara maju dan berkembang perlu dijembatani dengan kolaborasi dan investasi jangka panjang yang melibatkan sektor pendidikan dan industri lokal.

Penting bagi ASEAN untuk mengembangkan solusi lokal yang berdaya saing global agar tidak hanya menjadi pasar pasif, namun turut menjadi pemain utama dalam inovasi teknologi masa depan. (*)

Tags: adopsi teknologiAIAI Index Report 2025ASEAN 2045Asia TenggaraBRINdehumanisasihumanisasiIBM AI Indexindustri 5.0kampus BRINkecerdasan buatankesenjangan teknologikolaborasi akademikkurikulum teknologistartupSuyani Indriastutitransformasi digitalUKM MalaysiaUniversitas Jember
Post Sebelumnya

APSP Laporkan Grup Astra Agro Lestari ke Kejagung, Potensi Kerugian Negara Diduga Triliunan 

Post Selanjutnya

Riset Mikroba dan Jamur Jadi Harapan Baru Peternakan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada 17 Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

oleh Akmal Solihannoer
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tahun 2026 akan diwarnai oleh dua fenomena astronomi berupa gerhana matahari yang terjadi pada Februari dan Agustus....

Tahap awal seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dimulai. Mulai 3 Februari hingga 28 Februari 2026

JANGAN SAMPAI GAGAL! Panduan Lengkap Registrasi Akun Siswa SNBP 2026: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Tahap awal seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dimulai. Mulai 3 Februari hingga 28 Februari 2026, seluruh siswa kelas XII...

Realme 16 5G menampilkan layar AMOLED 6,57 inci dengan grafis dinamis, menonjolkan kamera 50MP dan baterai besar 7000mAh.

Realme 16 5G Siap Debut Global: Baterai 7000mAh dan Chipset Dimensity 6400 Turbo Jadi Andalan

oleh Hasrul Ekoin
1 Februari 2026
0

Realme menonjolkan kapasitas baterai 7000mAh, lengkap dengan fast charging 60W. Smartphone ini juga dilengkapi sistem pendingin vapor chamber 6050mm² dan...

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya. Ini Penjelasan Ilmiahnya (Foto: DetikFood)

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

oleh Akmal Solihannoer
1 Februari 2026
0

Ekoin.co - Buah durian dikenal luas sebagai buah tropis dengan rasa khas dan kandungan gizi yang tinggi. Di sisi lain,...

Post Selanjutnya
Riset Mikroba dan Jamur Jadi Harapan Baru Peternakan

Riset Mikroba dan Jamur Jadi Harapan Baru Peternakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.