Jakarta, EKOIN.CO – Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PRKAKS) BRIN menegaskan pentingnya machine learning dalam peta riset nasional. Penekanan ini disampaikan dalam webinar bertajuk “Advances in Machine Learning”, Senin, 30 Juni 2025.
Kepala PRKAKS BRIN, Anto S. Nugroho, menjelaskan bahwa topik ini menjadi salah satu prioritas riset. “Machine learning merupakan topik utama dalam kecerdasan artifisial,” ungkap Anto saat membuka kegiatan secara daring.
Webinar tersebut menandai pembukaan Seri Webinar PRKAKS Tahun 2025 yang akan berlangsung sepanjang tahun. Fokus pembahasan mencakup pemanfaatan machine learning dalam sektor industri, keuangan, hingga pemrosesan citra satelit.
Dian Anggraini, Data Science Manager di American Association for Retired Persons (AARP), tampil sebagai pembicara pertama. Ia memaparkan peran strategi berbasis data dalam transformasi digital lintas skala usaha.
“Personalisasi rekomendasi bukan lagi eksklusif milik raksasa e-commerce, tetapi telah menjadi strategi utama transformasi UMKM,” ujarnya saat menjelaskan pemanfaatan recommendation engine.
Pendekatan Multisektor dalam ML
Dian menjelaskan empat pendekatan utama dalam pengembangan sistem rekomendasi, yakni Market Basket Analysis, Collaborative Filtering, Content-Based Filtering, dan Hybrid Approach. Semuanya bertujuan meningkatkan relevansi layanan bagi pengguna.
Menurutnya, pendekatan tersebut terbukti mendorong pertumbuhan pendapatan secara signifikan. Adaptasi sistem terhadap perilaku konsumen menjadi penentu keberhasilan personalisasi layanan.
Pembahasan berikutnya disampaikan oleh Rizal Fathony, Applied Researcher Senior Lead di Capital One. Ia membahas pemanfaatan ML dalam mendeteksi anomali pada data terstruktur graf.
“Dengan memahami struktur graf yang menghubungkan entitas dan interaksi, kita bisa mendeteksi pola perilaku data anomali secara lebih presisi dalam skala besar,” jelas Rizal.
Model yang ia kembangkan didasarkan pada dua pola utama: perilaku umum dan perilaku anomali. Model ini diterapkan pada node dan edge dalam data graf, meningkatkan konteks dan efisiensi deteksi.
Inovasi untuk Citra Satelit
Sesi selanjutnya dibawakan oleh Rika Sustika, Peneliti Ahli Muda PRKAKS BRIN. Ia mempresentasikan pemanfaatan deep learning dalam peningkatan kualitas citra satelit resolusi rendah.
Rika memaparkan teknik Single Image Super Resolution (SISR) dan pansharpening untuk menciptakan citra yang tajam dari data mentah. “Metode ini belajar dari data untuk menghasilkan detail baru,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kombinasi citra multispektral dan pankromatik melalui CNN dan GAN. Meskipun hasilnya menjanjikan, tantangan seperti over-smoothing dan artefak visual masih menjadi ruang riset aktif.
Moderator acara, Edy Maryadi, menekankan pentingnya konteks dalam penerapan machine learning. “Data sendiri tidak bisa bicara tanpa tools,” tegasnya, menutup sesi diskusi yang berlangsung interaktif.
Acara ini sekaligus menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan PRKAKS BRIN sepanjang tahun. Tujuannya mendorong kolaborasi antara peneliti, akademisi, dan industri dalam ekosistem riset AI nasional.
Melalui kegiatan ini, BRIN mempertegas posisi strategis machine learning sebagai landasan pengembangan teknologi kecerdasan artifisial di Indonesia. Pendekatan lintas sektor yang ditampilkan membuka ruang dialog kolaboratif.
Para pemateri berhasil menunjukkan bagaimana ML dapat berperan dalam skala mikro maupun makro. Dari personalisasi UMKM hingga deteksi pencucian uang, teknologi ini terbukti relevan secara aplikatif.
Dengan menghadirkan pendekatan berbasis sains dan pengalaman industri global, kegiatan ini menjadi pijakan penting menuju ekosistem riset AI nasional yang lebih tangguh dan inklusif.(*)





