EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
Rizky Ridho Akui Baru Tahu Pentingnya Gizi

Rizky Ridho Akui Baru Tahu Pentingnya Gizi

Rizky Ridho mengaku delapan tahun hanya makan sempol. Ia baru mengenal pentingnya protein saat masuk Timnas.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
5 Juli 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Pemain belakang Timnas Indonesia, Rizky Ridho Ramadhani, secara terbuka mengungkap masa lalunya yang penuh keterbatasan dalam memahami pentingnya gizi seimbang. Pengakuan ini disampaikan Ridho pada Jumat, 4 Juli 2025, seperti dikutip dari tvonenews.com, di mana ia mengaku selama delapan tahun hanya mengandalkan makanan seadanya, termasuk sempol, tanpa mengetahui kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh seorang atlet.

Menurut Ridho, kebiasaan makan tersebut berlangsung cukup lama dan baru berubah saat dirinya bergabung dengan Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. “Kita delapan tahun makan sempol. Saya baru tahu protein dari coach,” ujarnya blak-blakan kepada media. Pengakuan ini sekaligus menegaskan betapa minimnya kesadaran para pemain muda terhadap nutrisi sebelum sistem pembinaan gizi diterapkan secara serius.

Pelatih Shin Tae-yong memang dikenal tidak hanya mengedepankan taktik dan teknik permainan, tetapi juga sangat memperhatikan aspek pola hidup atlet, termasuk pola makan. Dampak dari pendekatan menyeluruh ini mulai terasa dalam tubuh Timnas, tidak hanya dalam performa di lapangan, tetapi juga gaya hidup dan kesadaran akan pentingnya gizi.

Ridho menyebut bahwa dirinya tidak sendirian dalam situasi tersebut. Banyak rekan-rekannya di tim yang juga menjalani kebiasaan makan seadanya sebelum mendapat pembinaan dari pelatih asal Korea Selatan tersebut. Menurutnya, hal itu sudah menjadi pola umum dalam lingkungan sepak bola usia muda di Indonesia.

Perubahan Pola Makan Pemain Timnas

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Ketika pertama kali mengikuti pelatnas Timnas Indonesia, Ridho mengaku cukup kaget dengan pola disiplin gizi yang diterapkan. Ia dan rekan-rekannya dipaksa untuk mengonsumsi makanan dengan takaran yang sesuai kebutuhan tubuh. “Awalnya kaget, makan harus sesuai porsi dan ada menu yang mengandung protein,” ungkapnya.

Salah satu makanan yang dikenalkan oleh tim pelatih adalah makanan tinggi protein dan rendah lemak, yang menurut Ridho sebelumnya sangat asing. Ia juga mulai rutin mengonsumsi buah dan sayuran, serta menghindari makanan cepat saji dan makanan kaki lima yang sering dikonsumsinya dulu.

Selain pengaturan pola makan, Ridho menyebut adanya program edukasi gizi yang dilakukan oleh tim pelatih. “Kami diajarkan pentingnya protein untuk membangun otot dan menjaga stamina,” lanjutnya. Perubahan ini membawa dampak langsung terhadap performanya yang semakin stabil dan kuat di atas lapangan.

Menurut Ridho, setelah menjalani perubahan gaya hidup ini, dirinya merasa lebih bertenaga dan fokus saat bertanding. Ia juga merasa lebih cepat pulih setelah menjalani latihan intensif. Perubahan tersebut pun dirasakan oleh pemain lainnya di skuad Garuda.

Warisan Shin Tae-yong dalam Disiplin Hidup

Meskipun Shin Tae-yong tidak lagi menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia, pengaruhnya masih kuat terasa. Program pola hidup sehat yang ditanamkannya menjadi budaya baru dalam tim. Beberapa pemain muda pun kini mulai mengikuti jejak Ridho dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup.

Menurut Ridho, mentalitas pemain juga ikut berubah. Para pemain mulai disiplin dalam menjaga tidur, mengatur jadwal makan, dan menjauhi kebiasaan buruk seperti begadang atau makan sembarangan. “Coach Shin bukan hanya pelatih, dia juga seperti guru kehidupan buat kami,” ujar Ridho.

Program yang dijalankan pelatih Shin Tae-yong dinilai berhasil menciptakan lingkungan profesional bagi para pemain muda Indonesia. Hal ini terlihat dari peningkatan stamina dan daya tahan para pemain selama bertanding dalam berbagai turnamen internasional.

Sejak adanya pembenahan dalam pola hidup ini, sejumlah pemain mulai dikenal sebagai atlet profesional dengan etos kerja tinggi. Tidak hanya di dalam negeri, pemain Timnas pun kini lebih siap bersaing di luar negeri karena sudah terbiasa dengan standar profesionalisme yang tinggi.

Ridho berharap budaya baru ini tidak hanya berhenti pada generasi sekarang, tetapi dapat diwariskan kepada pemain-pemain muda berikutnya. Ia juga mendorong klub-klub di Indonesia untuk menerapkan hal serupa agar pembinaan pemain semakin merata dan terstruktur.

Perubahan ini menjadi contoh penting bahwa transformasi sepak bola Indonesia tidak hanya bisa dilakukan di lapangan, tetapi juga melalui perubahan pola pikir dan gaya hidup pemain. Menurut Ridho, edukasi gizi seharusnya mulai dikenalkan sejak pemain masih di usia dini.

Ia juga mengajak para pelatih muda dan akademi sepak bola untuk mulai memperhatikan aspek nutrisi sebagai bagian dari pembinaan atlet. “Kalau dari kecil sudah diajarkan makan sehat, pasti nanti hasilnya jauh lebih baik,” tutupnya.

Kini Ridho tampil semakin percaya diri membela Timnas Indonesia di berbagai laga internasional. Ia merasa gaya hidup yang lebih sehat membantu dirinya tampil konsisten dan terhindar dari cedera. Perubahan ini membuatnya semakin yakin untuk terus berkembang menjadi pemain yang lebih baik.

Sebagai penutup, Ridho menegaskan bahwa setiap pemain muda di Indonesia memiliki peluang besar untuk maju asalkan dibekali dengan pendidikan yang benar, termasuk pemahaman soal pentingnya gizi dan pola hidup sehat. “Ini harus jadi budaya baru, bukan hanya tren sementara,” pungkasnya.

Saran dan Kesimpulan

Penting bagi semua pihak dalam ekosistem sepak bola Indonesia untuk memberikan perhatian lebih terhadap edukasi gizi sejak usia dini. Program pembinaan tidak cukup hanya fokus pada teknik dan taktik, melainkan juga harus mencakup gaya hidup sehat, terutama konsumsi makanan bergizi seimbang.

Klub-klub sepak bola, baik profesional maupun akademi usia dini, disarankan mulai menyediakan fasilitas nutrisi yang memadai dan tenaga ahli gizi yang dapat memberikan pendampingan kepada para pemain. Hal ini sangat krusial demi menciptakan generasi atlet yang tangguh dan siap bersaing di level internasional.

Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama PSSI juga perlu membuat kebijakan standar gizi bagi pemain muda sebagai bagian dari pembinaan nasional. Dengan adanya regulasi ini, kesenjangan pemahaman soal gizi di kalangan pemain bisa diminimalisasi.

Pemain senior seperti Rizky Ridho bisa menjadi duta kampanye pola hidup sehat di kalangan pesepak bola muda. Pengalaman pribadi yang disampaikan secara terbuka akan sangat membantu menyadarkan banyak pihak, khususnya yang belum mendapatkan akses pembinaan gizi.

pola hidup sehat dan gizi seimbang bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam dunia sepak bola modern. Transformasi yang dilakukan Timnas Indonesia bisa menjadi contoh baik bagi pembinaan olahraga di Indonesia secara umum.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: makanan sehatpola hidup sehatproteinRizky RidhoShin Tae-yongTimnas Indonesia
Post Sebelumnya

Trump Sahkan UU yang Rugikan Energi Bersih

Post Selanjutnya

Hadiri Prosesi Penyerahan Jenazah, Jampidsus Berikan Penghormatan Kepada Militan Adhyaksa yang Gugur Dalam tugas

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Hadiri Prosesi Penyerahan Jenazah, Jampidsus Berikan Penghormatan Kepada Militan Adhyaksa yang Gugur Dalam tugas

Hadiri Prosesi Penyerahan Jenazah, Jampidsus Berikan Penghormatan Kepada Militan Adhyaksa yang Gugur Dalam tugas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.