EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda HIBURAN
Penyakit Langka Dunia Dari Batu hingga Progeria

Penyakit Langka Dunia Dari Batu hingga Progeria

FOP membuat otot dan tendon berubah menjadi tulang, mematikan kelenturan tubuh. Diagnosis genetika dan terapi modern membuka harapan bagi penderita penyakit langka.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
6 Juli 2025
Kategori HIBURAN, KESEHATAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Penyakit langka di dunia terus menjadi tantangan medis global karena sulit didiagnosis dan sebagian besar belum dapat disembuhkan. Mengacu pada berbagai sumber tepercaya seperti detikHealth, Wikipedia, AP News, dan CNN Indonesia, berikut ini pembahasan lengkap tentang beberapa penyakit tersebut.

Penyakit langka dengan dampak ekstrem

Banyak penyakit langka memengaruhi kualitas hidup secara drastis dan bahkan mengancam nyawa. Misalnya, fibrodysplasia ossificans progressiva (FOP) alias sindrom manusia batu, yang menyebabkan jaringan ikat berubah perlahan menjadi tulang—hanya terjadi pada 1 dari 2 juta orang di seluruh dunia   Pada kasus ekstrem, sindrom stoneman membuat pasien kesulitan bergerak dan berbicara karena tulang berkembang di sendi dan otot.

Rasmussen’s encephalitis, atau ensefalitis fokal kronis, menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun dengan gejala kejang parah, kelemahan tubuh satu sisi, dan inflamasi otak progresif selama 8–12 bulan  Kasusnya langka—sekitar 2,4 per 10 juta di Jerman dan 1,7 per 10 juta di Inggris.

Ada pula penyakit genetik seperti alkaptonuria (urin berubah jadi hitam), sindrom auto-brewery (fermentasi alkohol di usus), dan sindrom foreign accent (berbicara dengan aksen asing tiba-tiba)

Berita Menarik Pilihan

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

Vika Kolesnaya Alami Baby Blues, Billy Syahputra Ungkap Caranya Hadapi Sang Istri

Penyakit fatal dominan genetik dan prion

Beberapa penyakit sangat fatal dan datang dari mutasi genetik atau infeksi prion. Termasuk di dalamnya Creutzfeldt–Jakob Disease, fatal familial insomnia, dan rabies tanpa pengobatan—hampir 100% mematikan Selain itu, kuru, akibat praktik kanibalisme di New Guinea, kini nyaris punah namun secara historis menimbulkan tremor serta tawa tanpa kendali sebelum kematian

Hinrichtið itu, hereditary transthyretin amyloidosis (hATTR) menyebabkan penumpukan amiloid pada saraf dan jantung, tetapi sekarang dapat dikendalikan lewat terapi gen dan obat seperti patisiran

Kelainan bawaan pada kulit dan neurologi

Harlequin ichthyosis, kelainan kulit genetis parah, menyebabkan bayi terlahir dengan sisik tebal dan retakan yang mengganggu pernapasan dan meningkatkan risiko infeksi  Kekebalan terhadap sinar UV, seperti pada xeroderma pigmentosum, juga sangat langka dan mengancam karena risiko kanker sangat tinggi

Sindrom progeria (Hutchinson–Gilford) memperlihatkan penuaan dini ekstrem, dengan harapan hidup hanya sampai 13–20 tahun  Sementara itu, Epidermodysplasia Verruciformis atau sindrom “manusia pohon” menyebabkan pertumbuhan kutil besar akibat HPV, menyerupai kulit pohon

Gangguan neuromuskular ultra‑langka

Fields condition, tercatat hanya menyerang dua saudari kembar di dunia, membuat penderitanya kehilangan kemampuan bicara dan gerak, namun kecerdasan tetap utuh  Ada pula ataxia–telangiectasia, sindrom neurodegeneratif dengan koordinasi buruk, gangguan imun, dan risiko kanker tinggi, dialami sekitar 1 dari 40.000–300.000 orang

Cystic fibrosis, meski populer di negara Barat dengan perkiraan 30.000 kasus di AS, tetap tergolong langka secara global dan termasuk kelainan genetik autofomal resesif  Gaucher’s disease, gangguan enzim yang menyebabkan pembesaran hati dan limpa serta masalah tulang, juga memerlukan terapi penggantian enzim

Pentingnya diagnosis dan riset global

Menurut AP News, di Afrika pasien penyakit langka sering tidak terdiagnosis karena keterbatasan fasilitas genetika. Namun upaya seperti di Senegal berhasil memberi akses diagnosis DNA kepada ribuan orang, mengubah perjalanan hidup mereka

Terapi mutakhir seperti CRISPR untuk amyloidosis Donegal Amy juga menunjukkan kemajuan signifikan  ini menekankan pentingnya perpaduan kolaborasi global dan riset lokal agar diagnosis lebih cepat dan penanganan lebih efisien.


Perluasan akses genetika dan kolaborasi

Upaya memperluas akses tes genetika wajib digencarkan agar kondisi langka bisa ketahuan lebih dini. Kolaborasi antara pusat riset di negara maju dan fasilitas medis di negara berkembang akan mempercepat proses tersebut.

Terapi inovatif dan harapan baru

Dengan kemajuan terapi gen dan biologis, seperti CRISPR dan obat penekan protein amiloid, harapan hidup pengidap penyakit langka semakin terangkat, meski sebagian besar belum ada obat total.

penyakit langka menuntut perhatian ekstra dalam hal diagnosis, perawatan, dan riset. Diperlukan upaya terpadu baik dari sisi medis, pemerintah, maupun kemitraan internasional untuk membawa perubahan nyata.

masyarakat dan tenaga medis sebaiknya meningkatkan literasi tentang penyakit langka, mendukung penelitian genetika, serta memperjuangkan akses diagnosis dini dan terapi terbaru. Kampanye kesadaran publik bisa membantu mengurangi stigma serta mendorong pendanaan riset. Peningkatan fasilitas diagnostik di daerah terpencil juga krusial untuk menjangkau lebih banyak pasien. Akhirnya, regulasi kesehatan harus adaptif terhadap kemajuan terapi modern demi mempercepat pengobatan inovatif.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: diagnosis diniFOPgenetikapenyakit langkaRasmussen encephalitisterapi CRISPR
Post Sebelumnya

Balap Sepeda Internasional Tour de Entete Digelar September 2025

Post Selanjutnya

Sumbar Disiapkan Jadi Pusat Silat Indonesia

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Di tengah sorotan publik dan rentetan laporan hukum terkait pertunjukan Mens Rea, Pandji Pragiwaksono memilih langkah yang...

Kebahagiaan menyambut kelahiran anak pertama tak selalu berjalan mulus. Billy Syahputra dan istrinya, Vika Kolesnaya, merasakan langsung fase adaptasi emosional yang kerap dialami pasangan baru setelah persalinan.

Vika Kolesnaya Alami Baby Blues, Billy Syahputra Ungkap Caranya Hadapi Sang Istri

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

Faktor lain yang memperkuat tekanan emosional Vika adalah kerinduan kepada ibunya yang berada di Belarus. Sebagai anak perempuan satu-satunya, ia...

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Mengawali tahun 2026, Pinkan Mambo kembali mencuri perhatian publik dengan pilihan hidup yang jauh dari pakem selebritas...

IMS 2026 Resmi Dibuka, 180 Merek Otomotif Serbu JIExpo Kemayoran

Mau ke IIMS 2026? Simak Jadwal, Harga Tiket, dan Daftar Fasilitas Gratis untuk Lansia

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Pameran yang berlangsung sampai 15 Februari tersebut tidak sekadar menampilkan produk otomotif terbaru, tetapi juga memadukan unsur hiburan dan gaya...

Post Selanjutnya
Sumbar Disiapkan Jadi Pusat Silat Indonesia

Sumbar Disiapkan Jadi Pusat Silat Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.