EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Dr Melly: Konten Absurd TikTok Bisa Ganggu Realitas Anak

Dr Melly Latifah, dosen IPB University. [Sumber foto Instagram]

Dr Melly: Konten Absurd TikTok Bisa Ganggu Realitas Anak

Menurut Dr Melly Latifah, visual hiper-absurd dalam konten seperti Anomali Brainrot dapat memicu pelepasan dopamin berlebih yang mengganggu fokus, struktur bahasa, dan emosi anak serta membentuk pola pikir tidak logis pada remaja.

Agus DJ oleh Agus DJ
8 Juli 2025
Kategori EDUKASI, KESEHATAN, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Fenomena konten “Anomali Brainrot” yang viral di media sosial seperti TikTok kini menarik perhatian kalangan akademisi. Salah satunya adalah Dr Melly Latifah, dosen IPB University dari Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia.

Menurut Dr Melly, di balik kelucuan konten absurd—seperti manusia berwujud pentungan kayu (tung-tung tung sahur), hiu memakai sepatu, atau cappuccino berkepala balerina—, tersembunyi potensi dampak serius terhadap perkembangan anak dan remaja.

Ia menuturkan, pada anak usia dini—yang masih berada pada tahap praoperasional menurut teori Piaget—, konten absurd berisiko mengacaukan pemahaman terhadap realitas.

“Anak-anak belum mampu membedakan fantasi dan kenyataan. Visual yang ‘hiper-absurd’ dapat memicu pelepasan dopamin secara berlebihan, yang berdampak pada fokus dan emosi,” jelasnya. Selain itu, narasi yang tidak koheren dapat menghambat pemahaman struktur bahasa anak.

Sementara itu, pada kalangan remaja, paparan konten absurd secara terus-menerus dapat membentuk pola pikir tidak logis. “Paparan berlebihan menguatkan pola pikir ‘semakin tidak masuk akal, semakin menarik’. Ini mengurangi kemampuan berpikir sistematis,” katanya.

Berita Menarik Pilihan

JANGAN SAMPAI GAGAL! Panduan Lengkap Registrasi Akun Siswa SNBP 2026: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

Potensi Gangguan Empati dan Logika

Ia menambahkan bahwa konten semacam ini juga dapat mengikis empati karena sering kali menghilangkan konteks emosional dari suatu peristiwa.

Meski demikian, menurut Dr Melly, konten absurd tidak sepenuhnya berbahaya jika dikelola dengan pendekatan yang tepat. Ia menyebut bahwa dalam kondisi tertentu, konten seperti ini dapat merangsang kreativitas dan fleksibilitas berpikir.

“Bagi balita, orang tua harus memberi penjelasan. Katakan saja, ‘Ini hanya khayalan AI (artificial intelligence) semata. Dalam dunia nyata, ikan hiu tidak memakai sepatu’,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk remaja, konten ini justru bisa menjadi sarana melatih kemampuan mengenali pola atau pattern recognition. “Konten absurd menciptakan semacam ‘cognitive playground’ yang melatih deteksi anomali, keterampilan yang sangat penting di era banjir informasi saat ini,” ungkapnya.

Untuk melindungi anak dari dampak negatif yang ditimbulkan, Dr Melly menyarankan enam langkah yang dapat dilakukan orang tua. Pertama, bangun literasi digital. Orang tua perlu menjelaskan bahwa konten AI seperti mimpi aneh, bukan realitas.

Langkah Konkret Pendampingan Anak

“Kedua, batasi akses. Aktifkan restricted mode, dengan membatasi durasi misalnya 5 menit per hari, dan hindari penggunaan gawai satu jam sebelum tidur,” ucapnya.

Ketiga, ia melanjutkan, ubah konsumsi pasif jadi aktif. Ajak anak menganalisis konten absurd. Misalnya, ‘Sebutkan tiga hal tidak masuk akal di video ini!’

Keempat, latih cognitive anchoring. Hubungkan konten absurd dengan fakta, seperti, ‘Hiu tidak berkaki, kan?’

Kelima, edukasi bahaya absurditas. Jelaskan bahwa konsumsi berlebihan bisa mengubah jalur saraf, layaknya makan permen secara terus-menerus.

Keenam, lakukan digital detox. Dr Melly menuturkan, apabila konsumsi sudah tak terkendali, matikan internet selama 3–7 hari dan ganti dengan aktivitas fisik atau sosial langsung.

Mengenali Brainrot Lebih Jauh

Istilah “brain rot” sendiri mencerminkan kondisi psikologis akibat gaya hidup digital masa kini yang dipenuhi scrolling tanpa henti, menonton secara maraton, dan multitasking.

Kata Dr Melly, “Perilaku ini menyebabkan cognitive overload, kelelahan mental, dan berkurangnya fokus. Paparan berlebihan terhadap video berdurasi pendek mengubah preferensi otak terhadap stimulasi cepat.”

Karena itu, ia menambahkan, penting bagi orang tua mengenali gejala awal “brain rot”. Gangguan ini dapat muncul dalam bentuk kognitif, bahasa, emosi, maupun sosial.

“Anak bisa sulit konsentrasi, sering lupa instruksi sederhana, bicaranya patah-patah, atau kosakatanya menyusut. Secara emosional, mereka bisa tertawa histeris saat online tetapi datar ketika diajak bicara. Ada juga yang marah ketika gadget diambil,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap usia menunjukkan gejala berbeda. “Balita mungkin meniru gerakan absurd yang mereka lihat. Anak usia SD bisa mengalami penurunan nilai drastis. Sementara remaja mulai berkomunikasi dengan bahasa meme,” pungkasnya.

Fenomena viral “Anomali Brainrot” di media sosial tidak hanya menghibur, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan akademisi. Paparan konten absurd yang masif dapat mempengaruhi cara berpikir, struktur bahasa, serta keseimbangan emosi anak dan remaja secara signifikan.

Namun, jika dilakukan pendampingan yang tepat, konten semacam ini tetap memiliki sisi positif dalam merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Orang tua memiliki peran penting untuk menjembatani antara dunia maya dan realitas anak melalui pendekatan edukatif dan bijaksana.

Dengan membangun literasi digital sejak dini, menerapkan kontrol waktu, serta mengajak anak berdiskusi secara aktif, risiko gangguan perkembangan akibat konten digital dapat dikurangi. Keseimbangan antara konsumsi digital dan interaksi nyata menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental generasi muda.(*)

Tags: Anomali Brainrotbahasa memedigital detoxdopamindopamine overloadDr Melly Latifahgadget anakIPB Universitykesehatan mentalkognitif anak.konten absurdkonten AIliterasi digitalorang tuaperkembangan anakremajascrollingteori PiagetTikTokvideo pendek
Post Sebelumnya

Absennya Diaz di Pemakaman Jota Diungkap

Post Selanjutnya

Kejari Jakpus Dr.Safrianto : Tidak Ada Pihak yang Dapat Membesuk Para Tersangka Tanpa Izin .

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Tahap awal seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dimulai. Mulai 3 Februari hingga 28 Februari 2026

JANGAN SAMPAI GAGAL! Panduan Lengkap Registrasi Akun Siswa SNBP 2026: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Tahap awal seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dimulai. Mulai 3 Februari hingga 28 Februari 2026, seluruh siswa kelas XII...

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri acara Imlek (Ist)

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan bahwa keberagaman latar belakang, identitas,...

Taruna Akpol Selamatkan Remaja Hanyut di Sungai Tamiang Aceh

Taruna Akpol Selamatkan Remaja Hanyut di Sungai Tamiang Aceh

oleh Ridwansyah
1 Februari 2026
0

Aceh Tamiang, Ekoin.co – Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang sedang melaksanakan kegiatan sosial di Aceh Tamiang bergerak cepat menyelamatkan DHP (15)...

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya. Ini Penjelasan Ilmiahnya (Foto: DetikFood)

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

oleh Akmal Solihannoer
1 Februari 2026
0

Ekoin.co - Buah durian dikenal luas sebagai buah tropis dengan rasa khas dan kandungan gizi yang tinggi. Di sisi lain,...

Post Selanjutnya
Kejari Jakpus Dr.Safrianto : Tidak Ada Pihak yang Dapat Membesuk Para Tersangka Tanpa Izin .

Kejari Jakpus Dr.Safrianto : Tidak Ada Pihak yang Dapat Membesuk Para Tersangka Tanpa Izin .

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.