EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM OLAHRAGA
Kisah Mike Tyson dan Pelatihnya Cus d’Amato

Kisah Mike Tyson dan Pelatihnya Cus d’Amato

Mike Tyson menjadi petinju legendaris berkat bimbingan Cus d’Amato. Perubahan hidup Tyson dimulai dari pusat rehabilitasi remaja.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
8 Juli 2025
Kategori OLAHRAGA, RAGAM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

New York EKOIN.CO – Petinju legendaris dunia Mike Tyson dikenal luas bukan hanya karena kekuatan pukulannya yang luar biasa, tetapi juga karena citranya yang menyeramkan di atas ring. Namun, di balik keberhasilan besar Tyson sebagai petinju kelas berat, terdapat sosok pelatih yang membentuk mental dan kemampuannya, yakni Cus d’Amato.

Pengaruh Besar Cus d’Amato pada Tyson

Nama Cus d’Amato mungkin tidak sepopuler Tyson di kalangan masyarakat umum, tetapi perannya sangat penting dalam membentuk karakter sang petinju. D’Amato dikenal sebagai pelatih legendaris yang sebelumnya membimbing Floyd Patterson menjadi juara tinju kelas berat pada 1956.

D’Amato menemukan Tyson muda saat masih berada dalam pencarian jati diri. Melalui pendekatan psikologis dan latihan keras, D’Amato menanamkan nilai keberanian dan mental baja dalam diri Tyson. Dilansir dari Talksport, D’Amato melihat potensi besar dalam diri Tyson sejak awal.

Tyson tumbuh di Brooklyn, New York, dalam lingkungan penuh kekerasan dan kriminalitas. Saat masih berusia 13 tahun, Tyson telah ditangkap sebanyak 38 kali karena berbagai tindakan kriminal. Kondisi ini membuatnya dikirim ke Tryon School for Boys, sebuah pusat rehabilitasi remaja.

Berita Menarik Pilihan

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

Di pusat rehabilitasi itu, Tyson bertemu dengan Bobby Stewart, seorang konselor yang juga mantan petinju. Stewart memperkenalkan Tyson pada dunia tinju melalui pelatihan dasar yang dilakukan secara konsisten. Melalui pendekatan Stewart, Tyson mulai menunjukkan bakat luar biasa dalam olahraga tersebut.

Setelah menyadari potensi Tyson, Stewart kemudian mengenalkannya kepada Cus d’Amato. Pertemuan inilah yang menjadi titik balik kehidupan Tyson. D’Amato segera menerima Tyson sebagai murid sekaligus seperti anak sendiri. Dia tidak hanya menjadi pelatih, tetapi juga menjadi figur ayah bagi Tyson.

D’Amato mengembangkan kemampuan Tyson secara teknis dan psikologis. Ia menekankan pentingnya kontrol emosi dan kekuatan mental. “Ketakutan bisa menjadi teman atau musuh, tergantung bagaimana kamu mengendalikannya,” ujar D’Amato dalam wawancaranya yang pernah dikutip oleh media.

Salah satu strategi D’Amato adalah membentuk citra menakutkan dalam diri Tyson agar lawan merasa terintimidasi sebelum pertarungan dimulai. Strategi ini terbukti efektif, karena Tyson dikenal sebagai petinju yang paling ditakuti pada masanya.

Peran D’Amato tidak hanya terlihat dari teknik bertarung Tyson, tetapi juga dari gaya komunikasi dan pandangan hidup Tyson di kemudian hari. Tyson kerap menyebut D’Amato sebagai orang yang menyelamatkan hidupnya dari kehancuran.

Tyson sendiri pernah mengatakan bahwa tanpa D’Amato, ia mungkin akan berakhir di penjara seumur hidup atau bahkan tewas di jalanan. Hubungan keduanya sangat erat dan mendalam hingga D’Amato meninggal pada 1985, satu tahun sebelum Tyson menjadi juara dunia termuda kelas berat.

Kematian D’Amato menjadi pukulan berat bagi Tyson. Namun warisan pelatihnya tetap hidup dalam gaya bertarung dan filosofi hidupnya. Tyson terus membawa ajaran D’Amato dalam setiap langkah kariernya, termasuk saat menulis buku biografi.

Kesuksesan Tyson sebagai juara dunia kelas berat pada usia 20 tahun adalah bukti nyata dari kerja keras dan bimbingan intensif yang diberikan D’Amato. Karier Tyson kemudian melejit dengan berbagai kemenangan KO yang cepat dan brutal.

Namun, setelah kematian D’Amato, Tyson mengalami perubahan besar dalam kehidupannya. Ia mulai kehilangan arah dan banyak terlibat dalam kontroversi. Ketidakhadiran sosok pembimbing seperti D’Amato membuatnya kesulitan menjaga kestabilan emosional.

Walaupun demikian, nama D’Amato tetap dihormati oleh Tyson hingga kini. Dalam berbagai wawancara, Tyson tak henti-hentinya mengenang jasa pelatihnya itu. Ia menyatakan bahwa seluruh fondasi hidupnya dibangun oleh D’Amato.

Dari Remaja Bermasalah Menjadi Legenda

Perjalanan Tyson dari seorang remaja bermasalah menuju ikon olahraga dunia adalah kisah inspiratif yang sarat makna. Berkat bimbingan yang konsisten dan dedikasi dari para mentor seperti Bobby Stewart dan Cus d’Amato, Tyson berhasil keluar dari lingkungan negatif.

Transformasi Tyson juga membuktikan betapa pentingnya peran pendidikan non-formal dan perhatian individu terhadap anak-anak yang hidup di lingkungan sulit. Tanpa dukungan dari orang-orang seperti D’Amato, bakat Tyson mungkin tidak pernah berkembang.

Kisah ini juga menjadi contoh tentang bagaimana kekuatan motivasi dan disiplin dapat mengubah nasib seseorang. Tyson tidak hanya menjadi juara dunia, tetapi juga simbol kekuatan mental dan ketekunan di dunia olahraga.

Kini, nama Mike Tyson tetap dikenang sebagai salah satu petinju terbesar sepanjang masa. Meskipun pernah jatuh dalam berbagai skandal, warisan tinjunya tetap dihargai tinggi. Bahkan generasi baru pun tetap mengenalnya sebagai ikon.

Banyak petinju muda yang terinspirasi oleh perjalanan hidup Tyson. Mereka meneladani semangat juangnya dan menjadikan cerita Tyson sebagai motivasi untuk mencapai kesuksesan di tengah rintangan.

kisah Tyson menunjukkan bahwa perubahan besar bisa terjadi bila seseorang mendapatkan bimbingan yang tepat. D’Amato bukan hanya melatih, tetapi membentuk ulang karakter Tyson menjadi lebih kuat dan terarah.

Penting bagi para pelatih dan pendidik untuk memahami kekuatan pendekatan personal dalam membina anak-anak yang memiliki latar belakang sulit. Pendekatan ini terbukti mampu mengeluarkan potensi besar dalam diri anak-anak tersebut.

Perjalanan Tyson juga menjadi pelajaran bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh lingkungan dan figur pendukung yang membimbing secara konsisten dan penuh kasih.

Sebagai masyarakat, kita perlu memberi ruang bagi anak-anak yang pernah tersesat untuk berkembang. Bimbingan yang sabar dan disiplin adalah kunci untuk mengarahkan mereka menuju jalur positif.

Dengan demikian, warisan Cus d’Amato bukan hanya pada gelar juara yang diraih Tyson, tetapi juga pada perubahan karakter dan hidup yang ia bantu wujudkan. Kisah mereka adalah contoh nyata bahwa satu orang bisa mengubah hidup orang lain secara drastis dan berarti.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: BrooklynCus d’AmatoMike Tysonpelatihanperubahan.tinju
Post Sebelumnya

Fadel Islami Curhat Soal Kesabaran dan Sukses

Post Selanjutnya

Sherly Tjoanda Nyaris Tolak Pencalonan Gubernur

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Gelandang tim nasional Indonesia, Ivar Jenner, resmi memulai petualangan barunya di sepak bola Tanah Air setelah bergabung...

Potongan narasi video "Cukur Kumis" yang viral di platform TikTok dalam beberapa hari terakhir. Hingga kini, kabar mengenai penangkapan pemeran dalam video tersebut belum memiliki dasar hukum resmi dan diimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten hasil rekayasa. (Foto: Ilustrasi)

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Video cukur kumis sendiri masih beredar dalam berbagai versi potongan ulang. Otoritas mengingatkan masyarakat agar menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik...

Ester Nurumi Tri Wardoyo saat berhasil memastikan poin penentu bagi kemenangan tim putri Indonesia atas Thailand di babak perempat final BATC 2026. Indonesia akan menghadapi tantangan berat melawan Korea Selatan di babak semifinal besok. (Foto: Humas PBSI/Ekoin.co)

Indonesia Tembus Semifinal BATC 2026, Ester Nurumi Tutup Drama Sengit Lawan Thailand

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Tanpa memberikan banyak celah, Ester menyudahi perlawanan lawan dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-16. Hasil ini sekaligus memastikan...

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan instruksi di pinggir lapangan saat laga semifinal melawan Jepang di Indonesia Arena. Meski sukses membawa Indonesia ke final Piala Asia untuk pertama kalinya, Souto menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah keringat para pemainnya secara keseluruhan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaan di Piala Asia Futsal. Pada edisi sebelumnya di Kuwait 2022, langkah Merah...

Post Selanjutnya
Sherly Tjoanda Nyaris Tolak Pencalonan Gubernur

Sherly Tjoanda Nyaris Tolak Pencalonan Gubernur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.