EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM
Jakarta Lindungi 33 Buah Langka dari Kepunahan

Jakarta Lindungi 33 Buah Langka dari Kepunahan

Percepatan konservasi buah langka melalui SK DKI no. 236/2025 melibatkan pelestarian 33 varietas lokal di tengah tekanan urbanisasi. Ciplukan dan kesemek disebut memiliki manfaat medis namun semakin sulit ditemukan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
9 Juli 2025
Kategori RAGAM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pertanian mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 236 Tahun 2025 yang mewajibkan penduduk dan petani melindungi 33 jenis buah langka, sebagai upaya menjaga keanekaragaman hayati di tengah tekanan urbanisasi dan konversi lahan . Sebagian varietas tersebut kini semakin sulit dijumpai di pasar tradisional maupun perkebunan rakyat.

Program Pelindungan dan Konservasi

Gubernur DKI Jakarta, sebagaimana dikutip oleh Tempo.co, menyampaikan bahwa “program ini bertujuan mencegah kepunahan beberapa buah lokal karena alih fungsi lahan menjadi pemukiman” Inisiatif mencakup pelestarian bibit, edukasi masyarakat, pendataan lokasi tumbuh alami, serta dukungan insentif bagi pelaku budidaya.

Menurut data Dinas Pertanian, dari 33 jenis buah tersebut, beberapa yang sudah jarang dijumpai antara lain ciplukan, kesemek, gandaria, dan kemayau, yang dahulu tumbuh liar di pekarangan atau tepi hutan.

Buah Langka Populer dan Manfaat Kesehatannya

Berita Menarik Pilihan

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Buah ciplukan (Physalis angulata), disebut RRI beberapa waktu lalu, memiliki banyak manfaat medis seperti menurunkan demam dan tekanan darah, bahkan membantu pemulihan post-stroke Namun sekarang, keberadaannya semakin terbatas, terutama di daerah perkotaan.

Sedangkan, buah kesemek (Diospyros kaki) dengan daging manis-sepat kaya vitamin A dan C, juga plumbai nutrisi penting, kini semakin jarang dibudidayakan  Gandaria, serta kemayau yang identik dengan cita rasa asam manis khas Kalimantan, turut mengalami penurunan ketersediaan akibat tekanan lingkungan

Pelibatan Masyarakat dan Pemangku Kepentingan
Peraturan Gubernur juga mendorong peran aktif warga, lembaga lingkungan, dan akademisi. Melalui pelatihan dan kampanye, masyarakat diajak mengidentifikasi lokasi tumbuh buah langka serta terlibat dalam pemuliaan dan budidaya. Kolaborasi ini juga mencakup kerjasama dengan kebun raya dan LSM.

Tantangan Konservasi Urban
Meski program berjalan, ada kendala utama berupa maraknya konversi lahan hijau menjadi kawasan permukiman dan terbatasnya ruang bagi pertanian buah lokal. Selain itu, kesadaran publik soal pentingnya menanam varietas lokal masih rendah, sehingga beberapa varietas hanya tersisa di wilayah pinggiran kota.

Secara khusus, RRI menyebutkan bahwa jenis buah silulung dan berbagai durian asli Kalimantan juga membutuhkan perhatian serupa karena sangat jarang dibudidayakan  Inisiatif serupa yang dilakukan di tanah air bagian lain juga membuka peluang sinergi nasional.

Meski pemerintah memfasilitasi, para pelaku agribisnis menilai insentif pertanian buah lokal masih belum sebanding dengan keuntungan budidaya buah komersial seperti jeruk atau mangga. Hal ini menjadi tantangan untuk mempertahankan momentum konservasi.

Selain itu, metode konservasi in situ maupun ex situ terus dikembangkan. Kebun raya dan bank bibit bekerja sama untuk menyimpan varietas langka dan melakukan penelitian pemuliaan terhadap ketahanan terhadap penyakit dan perubahan iklim.

Salah satu ahli ekologi dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) mengungkapkan bahwa “tanpa intervensi cepat, beberapa varietas bisa punah dalam satu dekade”. Pernyataan ini didasarkan pada trennya jumlah tumbuh alami yang tinggal 30–40% dari potensi semula

Efektivitas program ini akan terlihat dari tingkat adopsi masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber bibit buah langka. Program serupa di wilayah pedesaan telah meningkatkan persediaan ciplukan dan gandaria hingga 15% dalam dua tahun terakhir.

Namun demikian, penegakan SK Gubernur menghadapi hambatan administratif di tingkat kelurahan, terutama dalam hal pendataan dan pemantauan. Pembaruan data lapangan rutin sangat dibutuhkan agar peraturan dapat diikuti secara menyeluruh.

Secara keseluruhan, upaya ini dianggap langkah awal menuju konservasi buah lokal. Pemerintah DKI berjanji akan mengevaluasi progres setiap enam bulan dan menyesuaikan regulasi sesuai kebutuhan lapangan.


langkah Pemerintah DKI patut diapresiasi karena menempatkan buah lokal sebagai bagian penting dalam konservasi keanekaragaman hayati. Namun, keberhasilan program sangat tergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan kemudahan implementasi di lapangan. Edukasi intensif perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami nilai nutrisi dan budaya dari setiap varietas. Disarankan agar pihak terkait menyediakan bibit unggul gratis serta memfasilitasi kelompok tani urban untuk ikut budidaya. Untuk mendukung kesinambungan, evaluasi rutin dan fleksibilitas kebijakan penting agar dinamika lingkungan dan sosial dapat diantisipasi. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: buah langkaciplukanDKI Jakartakesemekkonservasiurbanisasi
Post Sebelumnya

Sosok Kajari Depok yang Baru, Gunawan Sumarsono Gantikan Silvia D.R

Post Selanjutnya

Sidang Pleidoi Tom Lembong Dihadiri Anies Baswedan dan sejumlah Tokoh

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

oleh Danang F Pradhipta
7 Februari 2026
0

​Solo, Ekoin.co – Persis Solo tengah menjadi sorotan utama dalam bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Di tengah...

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Gelandang tim nasional Indonesia, Ivar Jenner, resmi memulai petualangan barunya di sepak bola Tanah Air setelah bergabung...

Potongan narasi video "Cukur Kumis" yang viral di platform TikTok dalam beberapa hari terakhir. Hingga kini, kabar mengenai penangkapan pemeran dalam video tersebut belum memiliki dasar hukum resmi dan diimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten hasil rekayasa. (Foto: Ilustrasi)

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Video cukur kumis sendiri masih beredar dalam berbagai versi potongan ulang. Otoritas mengingatkan masyarakat agar menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik...

Ester Nurumi Tri Wardoyo saat berhasil memastikan poin penentu bagi kemenangan tim putri Indonesia atas Thailand di babak perempat final BATC 2026. Indonesia akan menghadapi tantangan berat melawan Korea Selatan di babak semifinal besok. (Foto: Humas PBSI/Ekoin.co)

Indonesia Tembus Semifinal BATC 2026, Ester Nurumi Tutup Drama Sengit Lawan Thailand

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Tanpa memberikan banyak celah, Ester menyudahi perlawanan lawan dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-16. Hasil ini sekaligus memastikan...

Post Selanjutnya
Sidang Pleidoi Tom Lembong Dihadiri Anies Baswedan dan sejumlah Tokoh

Sidang Pleidoi Tom Lembong Dihadiri Anies Baswedan dan sejumlah Tokoh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.