EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Netanyahu: Israel Mau Damai Asal Hamas Tunduk

Netanyahu: Israel Mau Damai Asal Hamas Tunduk

Israel bersedia mengakhiri perang di Gaza. Namun hanya jika Hamas mau dilucuti.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
11 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Gaza, EKOIN.CO – Israel menyatakan siap menyetujui gencatan senjata permanen di Jalur Gaza selama periode 60 hari penghentian sementara perang, asalkan wilayah Palestina tersebut sepenuhnya didemiliterisasi. Hal ini diungkap oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu sehari setelah utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, memaparkan kerangka usulan gencatan senjata selama 60 hari di Gaza sebagai bagian dari upaya mediasi baru yang dilakukan oleh AS.

Menurut Witkoff, proposal itu mencakup pembebasan separuh dari 20 sandera yang masih ditahan oleh Hamas di Gaza. Sementara itu, negosiasi gencatan senjata berlangsung tidak langsung antara Hamas dan Israel di Doha sejak Minggu, 6 Juli 2025.

Dalam pesan video dari Washington pada Kamis, 11 Juli 2025, Steve Witkoff menegaskan bahwa Israel hanya akan mengakhiri perang jika Hamas meletakkan senjata. “Syarat fundamental Israel adalah bahwa Hamas harus meletakkan senjatanya dan tidak lagi memiliki kemampuan pemerintahan maupun militer,” ujar Witkoff, dikutip dari AFP.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Witkoff juga menegaskan bahwa jika syarat itu tidak dipenuhi melalui negosiasi dalam 60 hari, maka Israel akan menggunakan kekuatan militer untuk mencapainya. “Kami akan mencapainya dengan cara lain, menggunakan kekuatan, kekuatan tentara heroik kami,” katanya.

Hamas, dalam pernyataannya pada Rabu, 9 Juli 2025, menyebut bersedia membebaskan 10 dari sandera yang masih hidup. Namun, sehari kemudian, pada Kamis, 10 Juli 2025, Hamas menolak kesepakatan yang mencakup kehadiran militer besar-besaran Israel di Gaza.

Gencatan Sementara Bergantung pada Syarat Israel

Pihak Hamas juga mendesak agar bantuan kemanusiaan dapat mengalir secara bebas ke Jalur Gaza. Mereka menginginkan “jaminan nyata” dari kesepakatan damai, bukan janji kosong yang berujung pada pelanggaran sepihak.

Netanyahu tetap bersikeras bahwa seluruh sandera harus dibebaskan. Ia menyebut Hamas sebagai “organisasi teror yang kejam” yang harus dilumpuhkan total agar perdamaian bisa terwujud.

“Tujuan kami adalah membebaskan sebanyak mungkin orang dalam putaran ini. Namun tidak semuanya berada dalam kendali kami,” ujar Netanyahu saat berbicara pada hari Kamis, 10 Juli 2025.

Sementara itu, Gedung Putih juga turut andil dalam mendorong kesepakatan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjamu Netanyahu dalam sebuah jamuan makan malam resmi pada Senin, 7 Juli 2025, sebagai bagian dari upaya AS menghidupkan kembali momentum damai di Timur Tengah.

Jamuan tersebut menandai kunjungan ketiga Netanyahu ke Washington sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS. Momen ini dianggap sebagai titik krusial dalam pembicaraan damai yang didorong oleh kedua pihak.

Trump Yakin Hamas Siap Akhiri Perang

Dalam jamuan itu, Trump optimistis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan. “Saya rasa tidak ada hambatan. Saya kira semuanya berjalan sangat baik,” katanya kepada wartawan, seperti dilaporkan oleh DW Indonesia, Rabu, 9 Juli 2025.

Trump juga menyatakan bahwa pihak Hamas menunjukkan keinginan untuk mengakhiri perang dan membuka peluang gencatan senjata yang adil. “Mereka ingin bertemu dan mereka ingin mencapai gencatan senjata,” ucapnya kepada media di Gedung Putih.

Negosiasi yang sedang berlangsung di Doha masih berada pada tahap awal, namun tekanan internasional terus meningkat agar kedua pihak menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian.

Selain didukung oleh AS, proposal gencatan senjata ini juga mendapat perhatian dari sejumlah negara Arab yang khawatir terhadap memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza. Ribuan warga sipil masih terjebak dalam konflik tanpa akses bantuan.

Sampai saat ini, belum ada kesepakatan final yang diumumkan secara resmi oleh mediator dari Qatar atau pihak ketiga lainnya. Namun, diplomasi internasional terus berjalan dengan intensif.

Jika usulan 60 hari ini berhasil diterapkan, maka kemungkinan gencatan senjata permanen bisa diwujudkan. Namun itu tetap tergantung pada apakah Hamas bersedia memenuhi syarat utama Israel.

Kendati demikian, keinginan damai harus dibarengi dengan langkah konkret yang dapat diterima oleh semua pihak, termasuk jaminan atas keamanan jangka panjang warga Gaza.

Perjalanan menuju kesepakatan damai di Gaza masih panjang. Perbedaan pandangan soal demiliterisasi dan kehadiran pasukan asing menjadi kendala yang paling krusial di meja perundingan.

Peran negara-negara besar seperti AS, serta mediator dari kawasan Timur Tengah, akan menentukan apakah jalur diplomatik bisa menggantikan jalur militer dalam konflik ini.

Situasi di Gaza hingga kini tetap tegang meskipun proses negosiasi sedang berjalan. Rentetan serangan dan blokade membuat penduduk sipil berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Masyarakat internasional mendesak semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran dan memberikan ruang bagi solusi politik jangka panjang di wilayah tersebut.

gencatan senjata selama 60 hari yang diusulkan dapat membuka peluang berakhirnya perang, namun membutuhkan itikad baik dari kedua belah pihak. Israel telah menetapkan syarat yang jelas, sedangkan Hamas masih mempertimbangkan posisi mereka.

Pertemuan antara Trump dan Netanyahu menunjukkan bahwa dukungan Amerika Serikat masih menjadi faktor utama dalam upaya diplomasi ini. Namun, hasil akhir tetap akan bergantung pada kesediaan Hamas memenuhi tuntutan Israel.

Hamas, dalam posisi tertekan secara militer dan diplomatik, kini dituntut untuk mengambil keputusan strategis demi masa depan warga Palestina. Kompromi menjadi satu-satunya jalan agar krisis ini tidak terus berkepanjangan.

Langkah-langkah konkret seperti pembebasan sandera dan penghentian blokade akan menjadi ujian sejauh mana para pihak benar-benar serius mengakhiri konflik. Situasi Gaza tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

yang dapat dipertimbangkan adalah mendorong peran mediator independen untuk menjembatani perbedaan antara Hamas dan Israel. Selain itu, partisipasi lembaga kemanusiaan juga sangat penting untuk mengurangi beban rakyat sipil.

Perlu adanya keterlibatan aktif dari komunitas internasional agar solusi yang dihasilkan tidak hanya berdasarkan tekanan politik, melainkan berlandaskan hak asasi dan keadilan. Gaza membutuhkan jaminan keberlanjutan hidup, bukan sekadar jeda sementara.

Langkah ke depan juga memerlukan mekanisme pengawasan yang transparan untuk menjamin bahwa semua pihak menaati kesepakatan. Tanpa pengawasan, gencatan senjata bisa kembali runtuh sewaktu-waktu.

Memprioritaskan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi infrastruktur harus menjadi bagian dari paket damai. Dengan demikian, rakyat Gaza dapat merasakan manfaat langsung dari perdamaian.

Akhirnya, perundingan ini perlu dilandasi oleh semangat saling percaya, bukan semata strategi politik. Perdamaian yang berkelanjutan hanya akan terwujud jika kekuatan senjata digantikan oleh niat tulus untuk hidup berdampingan.(*)


Tags: Gazagencatan senjataHamasIsraelNetanyahuperdamaian
Post Sebelumnya

Transformasi Digital BSI: Umrah Kini Bisa Lewat BYOND

Post Selanjutnya

Perang Ukraina Meluas, Laos Diprediksi Terlibat

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Perang Ukraina Meluas, Laos Diprediksi Terlibat

Perang Ukraina Meluas, Laos Diprediksi Terlibat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.