EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Insiden Mossad Vs Pengawal Soeharto di New York

Insiden Mossad Vs Pengawal Soeharto di New York

Pertemuan Soeharto dan Rabin hanya berlangsung 15 menit. Ketegangan sempat pecah antara pengawal kedua negara.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
11 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

New York EKOIN.CO – Presiden RI ke-2 Soeharto pernah melakukan pertemuan informal dengan Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, pada 22 Oktober 1995 di Hotel Waldorf Towers, New York, Amerika Serikat. Momen tersebut terjadi saat Soeharto menghadiri sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Wakil Ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Pertemuan itu tidak tercantum dalam jadwal resmi kenegaraan. Namun, Rabin menginginkan pertemuan tersebut mengingat peran penting Indonesia di Timur Tengah, terutama sebagai tokoh utama dari OKI yang memiliki posisi strategis dalam isu-isu kawasan tersebut.

Menteri Sekretaris Negara saat itu, Moerdiono, menjelaskan kepada wartawan bahwa pertemuan berlangsung atas permintaan Rabin dan terjadi secara mendadak. Ia menegaskan bahwa pembicaraan hanya terbatas pada persoalan Timur Tengah dan tidak menyangkut kerja sama bilateral.

“Memang berlangsung pertemuan antara Presiden dengan PM Israel Yitzhak Rabin. Pertemuan ini adalah atas keinginan PM Israel dan kalau boleh saya katakan itu sedikit mendadak,” ujar Moerdiono dari lantai 21 Hotel Waldorf Towers, sebagaimana dikutip dari Buku XVII “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Insiden tegang antar pengawal jelang pertemuan

Pertemuan itu semula dijadwalkan berlangsung pukul 18.00 waktu setempat. Namun Rabin tiba di hotel 15 menit lebih awal dan harus menunggu selama 30 menit karena Presiden Soeharto masih menjamu Presiden Sri Lanka di ruangan yang sama.

Ketegangan sempat terjadi di lift menuju lantai 41 ketika pengawal Rabin bersitegang dengan pengawal Soeharto. Pengawal Israel yang termasuk Kepala Mossad menolak rekan Indonesia ikut dalam pengawalan, meskipun sudah dikenalkan oleh protokol PTRI.

Tarik-menarik sempat terjadi ketika pengawal Rabin menolak kehadiran pengawal Indonesia di dalam lift yang sama. Insiden tersebut memuncak saat salah satu anggota Mossad secara cepat mengarahkan senjata otomatis Uzi ke perut pengawal Indonesia.

Letkol Sjafrie Sjamsoeddin, pengawal Presiden Soeharto, merespons cepat dengan mengarahkan pistol Barreta ke perut pengawal Israel. Situasi mendadak itu hampir menimbulkan konfrontasi bersenjata di area terbatas hotel.

Namun, setelah melihat reaksi tegas pengawal Indonesia, anggota Mossad perlahan menurunkan senjatanya sambil mengatakan, “Sorry, I understand.” Ketegangan pun reda dan kelima pengawal akhirnya ikut mengawal Rabin ke lantai 41.

Pertemuan berlangsung singkat dan dijaga ketat

Proses pengamanan terhadap Rabin terbilang luar biasa. Sekitar 25 anggota Mossad terlihat bersiaga di lobi hotel satu jam sebelum kedatangannya. Langkah ini menandakan pentingnya pengamanan terhadap kepala pemerintahan Israel.

Pertemuan antara Soeharto dan Rabin berlangsung singkat, hanya sekitar 15 menit. Tidak dijelaskan secara rinci apa saja isi pembicaraan mereka. Namun, suasana tegang tampaknya meredup ketika kedua kepala negara duduk bersama.

Hingga kini, pertemuan tersebut menjadi salah satu momen langka dalam sejarah hubungan diplomatik Indonesia dan Israel. Kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi hingga sekarang.

Kejadian ini sempat menjadi sorotan di kalangan pengamat internasional karena terjadi di tengah kompleksitas isu Timur Tengah yang sedang memanas kala itu.

Beberapa media internasional juga mencatat bahwa inisiatif Rabin tersebut menunjukkan keinginan Israel menjalin komunikasi lebih luas dengan negara-negara mayoritas Muslim, terutama yang berpengaruh di kawasan.

Namun, tidak ada tindak lanjut resmi atau terbuka dari pertemuan tersebut. Indonesia tetap mempertahankan posisinya untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel, sejalan dengan dukungan kepada perjuangan Palestina.

Kehadiran Kepala Mossad dalam rombongan pengamanan Rabin menandakan pentingnya misi tersebut dari sisi keamanan dan simbolisme politik Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Israel memandang Indonesia sebagai negara dengan peran strategis.

Nama Letkol Sjafrie Sjamsoeddin mencuat dalam laporan-laporan peristiwa tersebut karena perannya yang sigap dan berani menghadapi pengawal Israel. Ia kemudian dikenal luas di bidang pertahanan dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Meskipun insiden di lift tidak berlanjut ke tindakan kekerasan terbuka, ketegangan tersebut menggambarkan betapa sensitifnya interaksi antara aparat pengamanan dua negara yang belum memiliki hubungan resmi.

Kejadian itu menjadi catatan penting dalam buku sejarah kepresidenan Soeharto dan menjadi salah satu dari sedikit interaksi langsung antara pemimpin Indonesia dan Israel.

Moerdiono dalam keterangannya menegaskan kembali bahwa tidak ada kerja sama yang dibahas selain isu Timur Tengah. Ia menghindari spekulasi tentang kemungkinan pembukaan hubungan diplomatik.

Buku resmi yang memuat peristiwa ini memberikan gambaran bahwa pendekatan diplomasi informal pernah terjadi antara Indonesia dan Israel, meskipun tidak membawa perubahan besar secara kebijakan.

Kisah pertemuan singkat ini tetap menjadi bagian penting dari narasi diplomatik Indonesia yang tetap konsisten mendukung Palestina dan menolak hubungan diplomatik dengan Israel selama konflik belum selesai.

Pertemuan tersebut juga menjadi contoh bagaimana diplomasi tingkat tinggi kerap dibarengi risiko keamanan dan ketegangan yang perlu ditangani dengan bijak oleh aparat di lapangan.

Sebagai bagian dari sejarah hubungan luar negeri Indonesia, peristiwa di Waldorf Towers menunjukkan bahwa komunikasi diplomatik tidak selalu bersifat formal dan bisa muncul dari inisiatif satu pihak.

dari peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun tidak ada hasil konkret yang diumumkan, momen tersebut memiliki nilai penting dalam diplomasi tidak langsung antara dua negara yang belum saling mengakui secara resmi.

bagi para diplomat dan pengambil kebijakan di masa mendatang adalah untuk tetap menjaga kesiapan menghadapi situasi mendadak, termasuk ketegangan antar pengawal dan potensi salah paham dalam protokol keamanan.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa diplomasi tingkat tinggi dapat berlangsung di luar ruang konferensi resmi dan memerlukan fleksibilitas dalam menanganinya.

Penanganan cepat dan profesional dari pihak pengawal Indonesia memperlihatkan pentingnya latihan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas pengamanan kepala negara.

Hubungan Indonesia-Israel mungkin tidak berubah sejak pertemuan tersebut, tetapi kisah ini memberikan gambaran tentang dinamika diplomasi internasional yang penuh kejutan dan ketegangan.(*)


 

Tags: diplomasiMossadpengawalRabinSoehartoWaldorf Towers
Post Sebelumnya

Perang Ukraina Meluas, Laos Diprediksi Terlibat

Post Selanjutnya

BSI Fasilitasi Ekspor Kopi Robusta ke Timur Tengah

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
BSI Fasilitasi Ekspor Kopi Robusta ke Timur Tengah

BSI Fasilitasi Ekspor Kopi Robusta ke Timur Tengah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.