EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Iran Mulai Babak Baru Serangan ke Israel

Iran Mulai Babak Baru Serangan ke Israel

Iran nyatakan siap mengembangkan senjata nuklir. Netanyahu dan Trump kini hadapi sanksi global

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Teheran, EKOIN.CO – Situasi di Timur Tengah kembali mengkhawatirkan setelah Iran secara terbuka menyatakan memulai babak baru serangan terhadap Israel. Ketegangan ini terjadi setelah sebelumnya gencatan senjata diumumkan, namun eskalasi kekerasan terhadap Palestina tetap berlanjut.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Iran kini menyampaikan pernyataan tegas dan terang-terangan mengenai kesiapan mereka mengembangkan senjata nuklir. Hal ini disampaikan sebagai bentuk peringatan terhadap potensi ancaman dari pihak luar, termasuk Israel yang telah menetapkan status darurat nasional.

Konflik yang terus berlangsung ini telah menyebabkan kekhawatiran global. Seperti dirangkum dari kanal YouTube Daftar Populer, Iran menegaskan bahwa pengembangan nuklir dilakukan bukan untuk menyerang lebih dulu, melainkan sebagai tindakan pencegahan terhadap agresi eksternal.

Netanyahu dan Trump dalam Sorotan Global

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai menghadapi tekanan internasional. Kebijakan mereka yang dinilai kontroversial membuat hubungan kedua tokoh tersebut dengan komunitas global menjadi renggang.

Netanyahu kini tengah disorot karena strategi militer Israel yang terus menyerang wilayah Palestina meskipun sudah ada kesepakatan gencatan senjata. Serangan tersebut menimbulkan kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional.

Donald Trump pun ikut terseret dalam arus kritik. Kebijakan luar negerinya semasa menjabat, terutama yang menyangkut pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dinilai memicu ketegangan yang terus membara hingga kini.

Iran Bersiap dengan Senjata Nuklir

Pernyataan Iran tentang senjata nuklir dinilai sebagai bentuk peringatan keras kepada Israel dan sekutunya. Negara itu menegaskan bahwa selama rakyat Palestina belum merdeka, maka dukungan terhadap perjuangan mereka akan terus berlanjut, termasuk lewat jalur militer.

“Iran siap kembangkan teknologi nuklir bukan untuk menyerang, tetapi untuk mencegah musuh menyerang duluan,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam video yang diunggah Daftar Populer.

Pernyataan itu menunjukkan perubahan signifikan dalam sikap Iran yang selama ini bersikap tertutup terkait kemampuan nuklirnya. Kini, mereka lebih terbuka dan menyatakan kesiapan menghadapi segala kemungkinan.

Israel sendiri telah meningkatkan status keamanan dalam negeri. Otoritas setempat telah mengaktifkan sistem pertahanan rudal dan memanggil sekutu utamanya di kawasan serta dari Barat untuk berjaga-jaga.

Pengumuman tersebut datang di saat ketegangan tidak hanya melibatkan Iran dan Israel saja, tetapi juga menarik perhatian negara-negara lain yang berkepentingan di wilayah tersebut, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Meski demikian, belum ada tanggapan resmi dari PBB atau Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terkait klaim Iran yang menyatakan siap mengembangkan senjata nuklir untuk kebutuhan pertahanan strategis.

Sementara itu, di wilayah Palestina, serangan masih terjadi dan korban terus berjatuhan. Banyak pihak menilai gencatan senjata yang diumumkan dua minggu lalu tidak benar-benar dijalankan oleh pihak Israel.

Konflik ini dipandang sebagai bagian dari rangkaian panjang pertikaian antara Israel dan Iran yang telah berlangsung selama beberapa dekade, terutama sejak Revolusi Islam Iran pada 1979.

Pernyataan Iran juga dianggap sebagai bentuk dukungan simbolik terhadap perjuangan rakyat Palestina yang masih menghadapi tekanan militer dari pasukan Israel di Gaza maupun Tepi Barat.

Sebagian analis melihat bahwa langkah Iran ini kemungkinan akan memicu tanggapan keras dari Barat, khususnya Amerika Serikat, yang selama ini menjadi sekutu utama Israel di kawasan.

Di kalangan masyarakat internasional, muncul kekhawatiran bahwa ketegangan ini bisa berujung pada konflik berskala lebih luas yang tidak hanya melibatkan dua negara, tetapi kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Situasi ini diperburuk dengan kenyataan bahwa sejumlah pemimpin dunia kini mulai kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Benjamin Netanyahu. Hal ini disebabkan oleh respons militer Israel yang dianggap berlebihan dan tidak proporsional.

Dalam beberapa minggu terakhir, protes internasional terhadap Israel semakin meningkat. Sejumlah negara di Eropa bahkan mulai mempertimbangkan untuk meninjau kembali kerja sama militer dan diplomatik dengan Tel Aviv.

Sebaliknya, Iran juga mendapat peringatan dari negara-negara Teluk agar tidak memicu ketegangan lebih jauh. Namun, Teheran menanggapi dengan tetap mempertahankan posisi mereka yang mendukung penuh Palestina.

Gambaran kondisi saat ini memperlihatkan bahwa ketegangan belum akan mereda dalam waktu dekat. Bahkan, sejumlah pengamat meyakini bahwa konflik ini akan terus berkembang dengan dinamika yang lebih kompleks.

Dalam suasana yang semakin panas ini, masyarakat sipil di kedua negara menjadi pihak yang paling terdampak. Rasa takut dan ketidakpastian terus menghantui kehidupan mereka sehari-hari.

Meskipun banyak pihak berharap gencatan senjata benar-benar ditegakkan, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa aksi militer masih terus berlangsung, terutama di wilayah perbatasan dan titik-titik strategis.

Sementara komunitas internasional terus mendorong agar dialog dan diplomasi dikedepankan, kenyataan bahwa kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda melunak membuat harapan perdamaian masih jauh dari kenyataan.

Ketegangan baru antara Iran dan Israel menambah kompleksitas situasi geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan Iran terkait kesiapan mengembangkan senjata nuklir menjadi pemicu utama kekhawatiran internasional. Meski gencatan senjata sempat diumumkan, tindakan militer di lapangan belum mereda, khususnya di wilayah Palestina. Netanyahu dan Trump kini berada dalam posisi sulit akibat tekanan global terhadap kebijakan yang dianggap kontroversial. Dinamika ini menunjukkan bahwa upaya perdamaian belum akan tercapai dalam waktu dekat.

Keputusan Iran untuk lebih terbuka soal teknologi nuklir mereka menandai perubahan sikap strategis yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan. Sementara itu, komunitas internasional dihadapkan pada tantangan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Upaya diplomatik harus terus digencarkan agar konflik ini tidak berkembang menjadi perang besar yang mengancam stabilitas global. Dukungan terhadap Palestina menjadi salah satu alasan utama Iran bertindak lebih agresif. Ketidakmampuan pihak-pihak terkait untuk meredam situasi menjadi sorotan tajam dari publik internasional. Dalam kondisi seperti ini, diplomasi multilateral menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

Masyarakat internasional perlu menanggapi situasi ini dengan bijak, menekankan pentingnya hukum internasional dan perlindungan terhadap warga sipil. Tekanan terhadap Israel dan Iran agar menghentikan agresi militer harus datang dari berbagai arah, termasuk dari sekutu mereka. Penting juga bagi negara-negara besar untuk mendorong dialog langsung antara kedua belah pihak. Selain itu, perhatian terhadap penderitaan rakyat Palestina tidak boleh diabaikan dalam perundingan damai mendatang. Harapan akan perdamaian bergantung pada keseriusan dunia internasional dalam menyelesaikan akar permasalahan.

Langkah-langkah konkret seperti embargo senjata atau sanksi internasional terhadap pihak yang melanggar hukum perang dapat dipertimbangkan. Namun, semua tindakan perlu ditempuh melalui mekanisme yang sah dan adil. Pemerintah di kawasan, termasuk negara-negara Arab, juga perlu mengambil peran lebih aktif dalam mendamaikan kedua pihak. Hanya dengan kolaborasi luas, peluang untuk meredakan konflik ini bisa terbuka. Kesepakatan jangka panjang dan pemulihan kondisi politik serta kemanusiaan harus menjadi prioritas bersama.

Pada akhirnya, konflik Iran-Israel bukan hanya soal kekuasaan dan militer, tapi juga tentang hak asasi manusia dan keadilan. Rakyat sipil menjadi korban utama dari kegagalan diplomasi dan eskalasi kekerasan. Dunia harus mengambil pelajaran dari sejarah panjang konflik ini agar tidak terus berulang. Kestabilan di Timur Tengah akan berdampak pada stabilitas global secara keseluruhan. Maka, penting bagi semua pihak untuk menghentikan kekerasan dan kembali ke meja perundingan.(*)

Tags: iranIsraelNetanyahunuklirPalestinatrump
Post Sebelumnya

BRI Unggul di Daftar Top 1000 World Banks 2025

Post Selanjutnya

Pegadaian dan PNM Latih Difabel Bantul Membatik dan Digital

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Pegadaian dan PNM Latih Difabel Bantul Membatik dan Digital

Pegadaian dan PNM Latih Difabel Bantul Membatik dan Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.