Jakarta, EKOIN.CO — Sahwahita Raisya Putri Ariwibowo, mahasiswi Ilmu Kelautan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, meraih Juara 3 dalam Poster & Presentation Competition di ajang NUS Young Fellowship Programme 2025.
Ajang internasional tersebut diselenggarakan oleh National University of Singapore (NUS) pada 23–27 Juni 2025. Kompetisi ini merupakan bagian dari program intensif tahunan yang diikuti peserta dari berbagai negara dan disiplin ilmu.
Sahwahita menampilkan karyanya dalam bentuk poster dan presentasi berjudul “How Gen AI Change the PhD Studies in the Aspect of Assisted Peer Review”. Karya tersebut mengangkat integrasi teknologi kecerdasan buatan generatif dalam sistem penelaahan ilmiah tingkat doktoral.
Ia menjelaskan bagaimana teknologi AI mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keadilan dalam proses peer review. Presentasi disampaikan di hadapan Presiden NUS, akademisi internasional, serta panel juri yang terdiri dari profesor lintas bidang.
Karya Sahwahita mendapat perhatian karena kekuatan ide, kedalaman analisis, serta cara penyampaian yang jelas dan argumentatif. Penilaian berlangsung ketat mengingat tingginya kualitas peserta yang turut berkompetisi tahun ini.
Kompetisi Internasional dan Gagasan Transdisipliner
Melalui partisipasinya, Sahwahita menunjukkan pentingnya pendekatan kritis terhadap pemanfaatan teknologi baru di bidang akademik. Ia menyoroti bahwa Generative AI bisa menjadi alat bantu yang memperkuat etika ilmiah, bukan menggantikannya.
“Dengan Gen AI, proses peer review tidak hanya menjadi lebih cepat, tapi juga lebih adil dan objektif,” ujarnya saat sesi presentasi pada 25 Juni 2025 di NUS.
Program ini sepenuhnya didanai (fully funded) oleh NUS Graduate School dan diikuti oleh mahasiswa terpilih dari berbagai negara. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “AI and PhD Research”.
Partisipasi Sahwahita juga merupakan wujud nyata dukungan FPIK Universitas Padjadjaran dalam membentuk generasi akademisi yang mampu menjawab tantangan global dengan pendekatan lintas ilmu.
Prestasi ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan individu, tetapi juga strategi kelembagaan untuk memperkuat jaringan riset internasional dan kolaboratif.
Mendorong Inspirasi dan Kontribusi Global
Dalam pernyataan resmi dari pihak fakultas, Wakil Dekan Akademik FPIK Unpad menyampaikan, “Kami bangga atas capaian Sahwahita. Ini hasil dari semangat eksplorasi akademik dan dorongan untuk menembus batas nasional.”
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk tampil di forum internasional. Tantangan global saat ini menuntut inovasi yang tidak hanya teknis, tetapi juga reflektif secara etika dan sosial.
Dilansir dari situs resmi NUS, program ini juga dirancang untuk mendorong interaksi lintas budaya dan mendorong kolaborasi lintas disiplin dalam riset jangka panjang.
Selain penampilan individual, peserta juga diajak berdiskusi dan membangun jaringan riset melalui sesi kelompok dan mentoring oleh profesor senior.
Karya Sahwahita kini dipertimbangkan untuk dibawa ke tahap pengembangan lebih lanjut melalui program kolaborasi lanjutan antara Unpad dan NUS.
Keikutsertaan Sahwahita Raisya Putri Ariwibowo dalam NUS Young Fellowship Programme 2025 menjadi tonggak pencapaian penting bagi FPIK Unpad dan dunia akademik Indonesia. Melalui karya yang menggali potensi Generative AI dalam proses peer review, ia menampilkan ketajaman analisis dan kepedulian etis.
Partisipasinya mencerminkan arah pendidikan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi global, serta memperkuat kapasitas mahasiswa untuk berpikir lintas batas. Di tengah tantangan dunia riset yang kompleks, pendekatan transdisipliner dan reflektif seperti ini menjadi semakin relevan.
Prestasi ini diharapkan mendorong lebih banyak mahasiswa untuk menjelajah ruang akademik internasional, tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai kontributor yang berdampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan masa depan.(*)
Sumber: https://fpik.unpad.ac.id/mahasiswi-fakultas-perikanan-dan-ilmu-kelautan-universitas-padjadjaran-raih-juara-3-dalam-kompetisi-internasional-poster-dan-presentasi-di-nus-young-fellowship-programme-2025/





