EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Riset Internasional Dorong Vaksinasi Ikan Berkelanjutan

Sumber dok ugm.ac.id

Riset Internasional Dorong Vaksinasi Ikan Berkelanjutan

Riset vaksin ikan telah berkembang sejak 1990-an, namun tantangan distribusi, teknis, dan minimnya dukungan kebijakan membuat pemanfaatannya di lapangan belum optimal, sehingga perlu strategi kolaboratif lintas sektor.

Agus DJ oleh Agus DJ
14 Juli 2025
Kategori EKONOMI, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pengembangan vaksin untuk budidaya ikan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor perikanan di Indonesia. Hal itu ditegaskan dalam workshop Fish Vaccine Strategies for Sustainable Aquaculture di Fakultas Pertanian UGM, Senin (14/7).

Prof. Alim Isnansetyo selaku Ketua Departemen Perikanan UGM mengungkapkan bahwa riset vaksin sudah dilakukan sejak 1990-an, namun pemanfaatannya masih rendah. Menurutnya, faktor penyebab utama ialah distribusi dan belum adanya regulasi yang mendukung.

Ia menambahkan bahwa vaksin hasil riset, termasuk dari UGM, sudah tersedia namun tidak banyak digunakan karena permintaan masih minim. Dukungan kebijakan pun dinilai belum konsisten untuk mempercepat pemakaian vaksin di lapangan.

Prof. Alim juga menyoroti masalah teknis dan geografis sebagai penghambat penerapan vaksinasi. Alat suntik otomatis yang digunakan di negara maju belum tentu cocok untuk ikan lokal seperti lele dan nila.

“Mesin vaksin otomatis yang cocok untuk salmon di negara maju belum tentu cocok untuk spesies seperti lele atau nila yang umum di Indonesia. Adaptasi teknologi lokal mutlak diperlukan,” tegasnya.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Tantangan Lokal dan Urgensi Vaksinasi

Sementara itu, Prof. Dini Siswani Mulia dari Universitas Muhammadiyah Purworejo menekankan pentingnya vaksinasi untuk menekan kematian akibat infeksi bakteri, terutama Aeromonas spp. yang banyak menyerang ikan air tawar.

Ia memaparkan bahwa vaksin berbasis isolat lokal lebih efektif dalam menangani infeksi karena sesuai dengan kondisi biologis setempat. Vaksin juga membantu menurunkan penggunaan antibiotik secara signifikan.

“Vaksin terbukti mampu menurunkan tingkat kematian hingga 70–90 persen dan mengurangi penggunaan antibiotik hingga 60 persen. Ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan budidaya dan mencegah resistensi antimikroba,” jelasnya.

Dalam sesi berbeda, Prof. Dr. Ina Salwany dari Universiti Putra Malaysia membagikan pengalaman riset vaksinasi ikan laut. Ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam pengembangan metode vaksin tropis.

“Workshop ini sangat bermanfaat. Kami dapat berbagi pengalaman mengenai tantangan vaksinasi ikan laut, termasuk dari sisi riset, penerapan, dan kolaborasi lintas institusi,” ujar Ina Salwany.

Kolaborasi Internasional dan Teknologi Baru

Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University, Inggris, juga hadir sebagai pembicara dan menyampaikan topik mengenai adjuvant vaksin atau bahan tambahan yang meningkatkan efektivitas vaksin.

Ia menyambut baik antusiasme pelajar Indonesia dan menganggap keterlibatan mereka sebagai pertanda kuat untuk masa depan riset vaksinasi tropis. Topik adjuvant dinilai penting untuk keamanan dan kekebalan vaksin.

“Saya senang melihat keterlibatan aktif pelajar Indonesia. Topik yang saya bawakan hari ini adalah adjuvant vaksinasi, yaitu bahan yang ditambahkan ke dalam vaksin untuk meningkatkan efektivitasnya,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian seminar International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR) yang berlangsung pada 15–16 Juli 2025 di Yogyakarta.

Forum tersebut juga menjadi ruang bertukar gagasan antara peneliti, pelajar, dan pelaku industri dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Inggris, dan Australia.

Workshop ini menegaskan bahwa pengembangan vaksin ikan memegang peranan penting dalam keberlanjutan sektor akuakultur nasional. Meski tantangan teknis dan distribusi masih menghambat, hasil riset menunjukkan potensi vaksin yang tinggi dalam menurunkan kematian ikan.

Kolaborasi internasional dari akademisi dan praktisi lintas negara memperkuat posisi Indonesia dalam riset vaksinasi perikanan tropis. Dukungan kebijakan dan adaptasi teknologi menjadi kunci akselerasi pemanfaatannya di lapangan.

Dengan keterlibatan generasi muda dan sinergi antar lembaga, transformasi sistem vaksinasi dalam akuakultur Indonesia diyakini dapat dicapai. ISMFR menjadi titik temu penting untuk membangun ekosistem perikanan yang lebih tangguh, adil, dan berbasis ilmu pengetahuan.(*)

Tags: adjuvant vaksinaeromonas spp.blue economybudidaya perikananHarper Adams UniversityISMFR 2025perikanan berkelanjutanresistensi antimikrobaUGMUniversiti Putra Malaysiavaksin ikanvaksin lelevaksin nilavaksin tropis
Post Sebelumnya

Global Summer Week 2025 Hadirkan 11 Negara di UGM

Post Selanjutnya

Atlet UGM Torehkan Prestasi di Renang Nasional 2025

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Atlet UGM Torehkan Prestasi di Renang Nasional 2025

Atlet UGM Torehkan Prestasi di Renang Nasional 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.