EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Iran Siapkan Serangan Mendadak ke Israel

Iran Siapkan Serangan Mendadak ke Israel

Iran pertimbangkan serangan pre-emptive ke Israel. Balas dendam Khamenei disebut semakin dekat

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
16 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Teheran EKOIN.CO – Media Israel melaporkan bahwa Iran kemungkinan besar akan melancarkan serangan balasan mendadak terhadap Israel sebagai respons atas ancaman yang terus menerus dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Laporan tersebut disampaikan oleh Israel Hayom dan mengutip analisis dari pakar Iran, Yossi Menchorov, yang menyebutkan bahwa balas dendam dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, semakin mendekati kenyataan.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Dalam laporannya, Israel Hayom menekankan adanya kesalahan perhitungan dari kepemimpinan Iran yang dapat memicu pecahnya perang besar antara kedua negara. Dikatakan bahwa terdapat perdebatan serius di antara pejabat tinggi politik dan keamanan Iran mengenai kemungkinan serangan pre-emptive terhadap Israel.

Laporan ini didasarkan pada analisis yang ditulis oleh Menchorov dari Misgav Institute for National Security and Strategy yang berbasis di Yerusalem. Menurutnya, baik Iran maupun Israel telah memasuki fase baru dari konfrontasi strategis yang berisiko meningkat menjadi bentrokan terbuka.

Diskusi internal di Iran mengenai serangan balasan tersebut juga diungkap oleh surat kabar Iran, Vatan Emrooz, yang terbit pada Ahad lalu. Surat kabar itu dikenal memiliki kecenderungan konservatif dan radikal, serta dianggap dekat dengan pandangan garis keras pemerintah Iran.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Dalam pemberitaannya, Vatan Emrooz menyoroti bahwa para pemimpin Iran tengah mempertimbangkan respons militer secara mendadak terhadap Israel, sebagai upaya menanggapi berbagai ancaman serangan yang disebut-sebut akan dilakukan oleh Tel Aviv dalam waktu dekat.

Ancaman Netanyahu Memicu Ketegangan

Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu diketahui telah berulang kali mengancam akan menggagalkan setiap upaya Iran dalam mengembangkan program nuklir dan rudal balistiknya. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran di Teheran dan mempercepat diskusi tentang langkah pertahanan maupun serangan balik.

Kondisi tersebut memperparah tensi yang sudah tinggi antara kedua negara, terutama setelah kekalahan militer Iran dalam perang singkat selama 12 hari yang baru saja berlalu. Dalam konflik itu, Iran kehilangan sejumlah tokoh penting serta pangkalan militer strategisnya di Suriah dan Lebanon.

Dalam tulisan Yossi Menchorov, dijelaskan bahwa konfrontasi antara Teheran dan Tel Aviv telah berubah dari perang proksi menjadi ancaman langsung yang saling diumbar. Ia menyebutkan bahwa kedua belah pihak sudah mempersiapkan diri untuk eskalasi skala penuh.

Menurutnya, serangan pre-emptive yang sedang dibahas oleh para pemimpin Iran dapat mengambil berbagai bentuk, mulai dari peluncuran rudal jarak jauh, serangan siber, hingga operasi militer terbatas di wilayah perbatasan.

Babak Baru Konflik Iran-Israel

Ketegangan Iran-Israel memang telah berlangsung selama puluhan tahun, tetapi beberapa bulan terakhir menunjukkan adanya intensifikasi konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Iran merasa semakin terisolasi dan terancam oleh sanksi internasional serta tekanan militer dari blok Barat.

Sejumlah analis juga menilai bahwa keputusan Iran untuk mempercepat kemungkinan serangan pre-emptive tidak hanya didasarkan pada pertimbangan militer, melainkan juga politik domestik. Pemerintah di Teheran tengah menghadapi tekanan dari kelompok garis keras untuk bertindak lebih tegas terhadap Israel.

Sementara itu, pihak Israel terus meningkatkan kewaspadaan militernya. Beberapa laporan intelijen mengindikasikan bahwa sistem pertahanan rudal Israel telah berada dalam status siaga penuh sejak akhir pekan lalu.

Israel Hayom mencatat bahwa Israel tidak akan tinggal diam jika merasa terancam secara langsung oleh Iran. Bahkan ada spekulasi bahwa Israel dapat melancarkan serangan pendahuluan terlebih dahulu jika mendeteksi tanda-tanda serangan dari Teheran.

Di sisi lain, Vatan Emrooz menyampaikan bahwa Teheran merasa telah dilecehkan secara sistematis oleh tindakan Israel dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan kekuatan. Mereka memperingatkan bahwa tindakan Israel yang agresif tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi.

Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Ali Khamenei terkait strategi militer yang akan diambil. Namun laporan media di kedua negara menunjukkan bahwa persiapan untuk kemungkinan konfrontasi bersenjata telah dilakukan secara serius oleh masing-masing pihak.

Beberapa pengamat menilai situasi ini sangat rapuh, dan sedikit kesalahan komunikasi atau salah perhitungan bisa memicu eskalasi cepat menuju perang terbuka. Saat ini, diplomasi regional belum menunjukkan tanda-tanda intervensi aktif untuk meredakan ketegangan.

Bahkan negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mulai memantau pergerakan militer di kawasan dengan lebih cermat, khawatir akan meluasnya konflik ke wilayah mereka jika perang Iran-Israel benar-benar meletus.

Sementara itu, PBB dan beberapa negara Eropa menyerukan kedua negara agar menahan diri dan menghindari langkah-langkah provokatif. Namun, belum ada mediasi langsung yang diupayakan oleh pihak internasional untuk menengahi krisis ini.

Jika konflik ini tidak dapat diredam, maka bisa berdampak besar terhadap stabilitas Timur Tengah secara keseluruhan. Rantai pasokan energi dunia juga berpotensi terganggu, mengingat Iran merupakan produsen minyak besar yang strategis.

Konflik ini juga dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh kelompok militan untuk memperluas pengaruhnya di kawasan, terutama di Suriah, Lebanon, dan Irak yang saat ini masih mengalami ketegangan politik.

Ketegangan antara Iran dan Israel berada pada titik kritis yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Risiko konfrontasi terbuka sangat nyata dan memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional. Setiap tindakan sepihak dari salah satu pihak berpotensi menyalakan bara perang yang lebih luas.

Perlu adanya tindakan diplomatik cepat dari negara-negara besar dunia untuk mengurangi tekanan antara kedua negara. Tanpa itu, konflik ini akan berkembang menjadi krisis regional yang lebih besar dan tidak mudah dihentikan.

Komunitas internasional harus mendorong dialog antara kedua pihak, meski itu sulit, untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak dan kehancuran infrastruktur di kedua negara. Jalur diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan keluar yang rasional.

Media memiliki peran penting untuk meredakan tensi, bukan memperkeruh situasi dengan retorika panas. Laporan yang bertanggung jawab dan berimbang dapat membantu menginformasikan masyarakat tanpa memprovokasi reaksi emosional.

Kehati-hatian sangat penting dalam menyikapi informasi dan perkembangan di wilayah konflik ini. Masyarakat internasional sebaiknya terus mengikuti perkembangan dari sumber-sumber kredibel dan menunggu pernyataan resmi dari pemerintah masing-masing negara. (*)

 

Tags: Ali KhameneiiranIsraelkonflik Timur TengahNetanyahuserangan pre-emptive
Post Sebelumnya

Masa Bodoh Ultimatum Trump, Rusia Hujani Ukraina Pakai Ratusan Drone

Post Selanjutnya

Rusia: Uni Eropa Danai Kematian Ukraina

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Rusia: Uni Eropa Danai Kematian Ukraina

Rusia: Uni Eropa Danai Kematian Ukraina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.