EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Warga Israel Desak Netanyahu Mundur

Warga Israel Desak Netanyahu Mundur

Ratusan ribu warga Israel turun ke jalan. Netanyahu dituntut mundur akibat krisis Gaza

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
17 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tel Aviv EKOIN.CO – Ratusan ribu warga Israel turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Demonstrasi besar-besaran ini terjadi pada malam 1 September 2024, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 700.000 orang, menjadikannya salah satu aksi massa terbesar sejak konflik 7 Oktober 2023.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Demonstrasi ini dipicu oleh kemarahan publik terhadap kegagalan Netanyahu dalam mengelola krisis di Jalur Gaza. Terutama setelah ditemukan enam sandera Israel dalam kondisi tak bernyawa, yang diduga kuat sebagai korban kegagalan diplomasi dan keamanan pemerintah.

Menurut laporan media Israel seperti dikutip dari The Times of Israel, para pengunjuk rasa memenuhi jalan-jalan utama di Tel Aviv, Jerusalem, dan sejumlah kota besar lainnya. Mereka meneriakkan slogan anti-Netanyahu dan membawa spanduk berisi tuntutan pengunduran diri sang perdana menteri.

Situasi semakin genting setelah tokoh-tokoh oposisi seperti Yair Lapid dan Benny Gantz secara terbuka menyatakan bahwa pemerintahan Netanyahu telah kehilangan legitimasi. Mereka menilai, Netanyahu terlalu memprioritaskan kepentingan politik pribadinya daripada keselamatan warga dan stabilitas nasional.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Kematian Sandera Memicu Gelombang Kemarahan

Penemuan enam sandera Israel yang tewas di Gaza menjadi pemicu utama kemarahan publik. Banyak warga menganggap kematian mereka sebagai akibat dari kegagalan pemerintah dalam mengamankan gencatan senjata dan memprioritaskan penyelamatan sandera.

Dilaporkan oleh Haaretz, keluarga para sandera menuntut jawaban dan menuduh pemerintah lalai dalam misi penyelamatan. “Kami merasa dikhianati. Anak-anak kami menjadi korban dari politik yang kejam,” ungkap salah satu anggota keluarga korban kepada media.

Sementara itu, pernyataan resmi dari militer Israel menyebutkan bahwa upaya penyelamatan telah dilakukan, namun situasi di Gaza yang tidak stabil membuat operasi menjadi sangat berisiko. Kendati demikian, pernyataan tersebut tidak berhasil meredam kemarahan publik.

Demonstrasi ini juga berdampak besar terhadap sistem ekonomi Israel. Aksi blokade jalan dan pemogokan massal pada malam 1 September menyebabkan aktivitas perdagangan dan transportasi terganggu parah.

Desakan Pengunduran Diri Netanyahu Meningkat

Tekanan politik terhadap Benjamin Netanyahu kian meningkat. Yair Lapid, pemimpin oposisi dari partai Yesh Atid, menyatakan bahwa Netanyahu telah kehilangan kepercayaan rakyat dan harus segera mundur. “Israel butuh pemimpin baru, bukan orang yang hanya menjaga kursinya,” tegas Lapid.

Senada dengan itu, Benny Gantz, mantan Menteri Pertahanan, mengatakan bahwa tindakan Netanyahu telah membawa Israel ke jurang krisis yang lebih dalam. Gantz menyerukan pembentukan pemerintahan baru yang mampu memulihkan kepercayaan publik.

Partai-partai oposisi pun mulai membahas kemungkinan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan saat ini. Beberapa analis politik memperkirakan, bila tekanan publik terus meningkat, Netanyahu tidak akan mampu mempertahankan jabatannya lebih lama.

Sebagian pengunjuk rasa juga menyoroti reformasi peradilan yang kontroversial yang pernah diajukan Netanyahu. Mereka menilai bahwa upaya tersebut merupakan bentuk pelemahan demokrasi, dan menjadi cerminan dari gaya kepemimpinan otoriter.

Di sisi lain, pendukung Netanyahu menyatakan bahwa Perdana Menteri tengah menghadapi tekanan berat dari luar dan dalam negeri. Mereka menilai, tuduhan terhadap Netanyahu terlalu dibesar-besarkan dan hanya digunakan sebagai alat politik oleh oposisi.

Namun demikian, suara pendukung tersebut tenggelam oleh gelombang protes yang kian hari kian membesar. Laporan terbaru menyebutkan bahwa gelombang demonstrasi juga mulai merambah ke kawasan pemukiman dan wilayah perbatasan.

Menurut pengamat politik dari Universitas Ibrani di Jerusalem, protes ini menjadi cerminan krisis kepercayaan paling serius dalam sejarah politik Israel modern. Ia menyebut, “Rakyat kini merasa bahwa mereka tidak lagi bisa menaruh harapan pada kepemimpinan Netanyahu.”

Aparat keamanan Israel terus bersiaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan atau kekacauan lebih lanjut. Meski demikian, aksi protes sejauh ini berjalan relatif damai dan terorganisir.

Beberapa lembaga swadaya masyarakat ikut ambil bagian dalam mengatur logistik aksi dan menyuplai kebutuhan para demonstran seperti air, makanan, dan tempat berteduh sementara. Mereka menganggap gerakan ini sebagai momen penting dalam sejarah demokrasi Israel.

Para demonstran juga menuntut agar parlemen segera menggelar pemilu lebih awal. Mereka menyatakan bahwa satu-satunya solusi krisis saat ini adalah pembentukan pemerintahan baru melalui pemilihan umum yang adil dan terbuka.

Sementara itu, Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi atas gelombang demonstrasi tersebut. Namun, juru bicara kantornya hanya menyatakan bahwa pemerintah terus bekerja untuk mengatasi krisis dan menolak tekanan yang bersifat inkonstitusional.

Situasi di Israel terus berkembang dan berpotensi menimbulkan ketegangan politik lebih lanjut. Sejumlah kalangan menyebutkan bahwa perkembangan ini bisa memicu gejolak politik di dalam Knesset dan memengaruhi hubungan internasional Israel ke depannya.

krisis yang dihadapi Benjamin Netanyahu kini telah menjelma menjadi gerakan sosial skala besar yang mencerminkan kemarahan rakyat terhadap sistem pemerintahan yang dianggap gagal menjalankan tugasnya. Gelombang protes ini juga mengindikasikan keinginan kuat masyarakat untuk perubahan yang nyata.

Aksi unjuk rasa besar-besaran yang terjadi di berbagai kota besar Israel menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap Netanyahu bukan hanya dari kalangan elit politik, tetapi juga dari warga biasa. Hal ini menandakan adanya perubahan arah dalam opini publik terhadap pemimpin mereka.

Tekanan dari keluarga sandera, tokoh oposisi, serta masyarakat sipil telah memperparah krisis legitimasi yang dialami Netanyahu. Jika tidak segera merespons dengan langkah yang tepat, maka posisinya sebagai perdana menteri akan semakin terancam.

Pemerintah sebaiknya membuka dialog dengan para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan demonstran, agar ketegangan sosial tidak semakin memburuk. Pendekatan represif hanya akan memperbesar jurang antara penguasa dan rakyat.

Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan luar negeri dan keamanan Israel, terutama terkait penanganan konflik di Gaza. Transparansi dalam pengambilan keputusan menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa. (*)


 

Tags: demonstrasiGazaIsraelNetanyahuoposisisandera
Post Sebelumnya

Cegah Stunting, Pupuk Indonesia Gerakkan Program Hortikultura di NTT

Post Selanjutnya

Trump Larang Zelensky Serbu Moskow

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Trump Larang Zelensky Serbu Moskow

Trump Larang Zelensky Serbu Moskow

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.