Minsk EKOIN.CO – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan luar negerinya dengan singgah di Republik Belarus pada Selasa, 15 Juli 2025. Dalam lawatannya itu, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, yang berlangsung di kediaman pribadi Presiden Lukashenko di kawasan Ozyorny, luar ibu kota Minsk.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Pertemuan kedua kepala negara berlangsung selama tiga jam dan berlangsung dalam suasana yang hangat dan bersahabat. Kunjungan ini dilakukan setelah Presiden Prabowo menyelesaikan kunjungan kerjanya di Prancis. Kediaman Ozyorny dipilih sebagai lokasi pertemuan yang menjadi simbol kepercayaan dan keistimewaan.
Presiden Aleksandr Lukashenko menyambut langsung kedatangan Presiden Prabowo dan mengungkapkan sebuah fakta menarik. Ia menyebut bahwa rumah yang kini telah direstorasi itu sebelumnya merupakan rumah militer, dan sejak restorasi hanya dua pemimpin negara yang telah berkunjung ke tempat tersebut.
“Bapak Presiden, setelah restorasi rumah ini, sebelum Anda, hanya Presiden Putin yang mengunjungi rumah ini,” ungkap Presiden Lukashenko dalam sambutannya kepada Prabowo, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 18 Juli 2025.
Pernyataan tersebut sontak membuat Presiden Prabowo terkejut dan memberikan respons dengan penuh penghargaan. Ia tampak tersenyum dan langsung mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya dalam kunjungan tersebut.
“Terima kasih, terima kasih,” ucap Presiden Prabowo singkat namun sarat makna, menanggapi informasi dari Presiden Lukashenko.
Fakta Istimewa Kediaman Lukashenko
Presiden Lukashenko menambahkan bahwa kediamannya pernah juga dikunjungi oleh Presiden China Xi Jinping. Namun, kunjungan tersebut terjadi sebelum proses restorasi kediaman tersebut dilakukan, sehingga status kunjungan Prabowo tetap menjadi yang kedua pasca peremajaan rumah tersebut.
“Dulu kala, bahkan sebelum restorasinya, (Presiden Tiongkok) Xi Jinping berkunjung ke sini bersama keluarganya. Saya senang menyambut Anda di rumah ini dan siap membahas semua isu yang mungkin menjadi agenda hubungan bilateral kita,” jelas Presiden Lukashenko.
Selain menyampaikan rasa terima kasih, Presiden Prabowo juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengundang Presiden Lukashenko berkunjung ke Indonesia. Ia berharap kunjungan balasan dapat segera terwujud dalam waktu dekat demi mempererat hubungan diplomatik kedua negara.
“Terima kasih sekali lagi Yang Mulia, terima kasih. Kehormatan besar saya diterima di rumah dan saya juga berharap Yang Mulia nanti tidak lama akan berkunjung ke Indonesia,” tutur Presiden Prabowo.
Makna Diplomatik dan Hubungan Bilateral
Kunjungan singkat namun penuh makna ini mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Belarus. Suasana pertemuan yang bersahabat turut menggambarkan keinginan kedua negara untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang strategis.
Kedua pemimpin tidak hanya berbincang dalam ranah formal kenegaraan, namun juga menikmati suasana kediaman yang menggambarkan keramahan khas Belarus. Menurut laporan, tidak hanya isu bilateral yang dibahas, namun juga potensi kerja sama regional.
Momen kunjungan ke tempat spesial tersebut diyakini akan memperkuat hubungan simbolik antara Indonesia dengan Belarus. Presiden Lukashenko, dengan pemilihan lokasi pertemuan yang sangat pribadi, menegaskan tingginya penghormatan kepada tamunya dari Asia Tenggara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi lebih lanjut mengenai agenda konkret hasil pertemuan tersebut. Namun, kunjungan ini dipandang sebagai sinyal positif bagi penguatan diplomasi Indonesia di kawasan Eurasia.
Presiden Prabowo yang kini memegang amanah sebagai Kepala Negara dalam masa transisi pascapemilu 2024 menunjukkan keseriusannya dalam memperluas relasi strategis Indonesia dengan berbagai negara mitra nontradisional, termasuk Belarus.
Kehadiran Prabowo di kediaman Lukashenko juga mendapat sorotan dari media lokal di Belarus. Beberapa saluran berita menyebut kunjungan ini sebagai bentuk penghormatan antar pemimpin yang memiliki kesamaan visi tentang perdamaian dan kedaulatan nasional.
Tidak sedikit pengamat internasional yang melihat bahwa pendekatan personal semacam ini dapat mencairkan kebekuan hubungan formal dan menciptakan peluang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam bidang teknologi, pertanian, dan militer.
Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia usai kunjungan singkatnya tersebut. Sebelumnya, ia telah bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan juga Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan yang terpisah.
Sebagai negara yang tengah memperluas pengaruhnya di kawasan global, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo tampak aktif melakukan kunjungan ke sejumlah negara yang memiliki posisi penting dalam geopolitik dunia.
Di sisi lain, kunjungan ke Belarus juga menjadi simbol keberimbangan politik luar negeri Indonesia yang menjunjung tinggi prinsip nonblok dan menjalin hubungan dengan berbagai kutub kekuatan dunia.
Kediaman Presiden Lukashenko yang disebut hanya dikunjungi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan kini Presiden Prabowo menjadi bagian dari momen diplomatik langka yang sarat makna historis.
Presiden Lukashenko sendiri dikenal sebagai salah satu pemimpin yang telah lama memimpin Belarus dengan kedekatan khusus terhadap Rusia, dan pertemuan ini menunjukkan terbukanya jalur komunikasi lintas blok yang lebih luas.
Kehangatan pertemuan serta penyambutan istimewa di Belarus menjadi catatan penting dalam perjalanan luar negeri Prabowo yang kerap menekankan pentingnya kehormatan dan kepercayaan antarnegara sahabat.
Kunjungan ini juga menunjukkan bagaimana pemimpin Indonesia kini aktif membangun diplomasi personal yang kuat untuk memperkuat kepentingan nasional di panggung global.
Dalam konteks diplomatik, peristiwa ini menjadi langkah positif dalam upaya menjaga hubungan yang setara dan saling menghormati di tengah dinamika global yang terus berubah.
Sebagai penutup, momen ini bukan sekadar kunjungan singkat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia membangun kemitraan baru yang seimbang, inklusif, dan penuh kepercayaan.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Belarus memperlihatkan arah baru dalam diplomasi Indonesia yang lebih terbuka dan fleksibel. Ini memberi pesan kuat bahwa Indonesia siap mengambil posisi aktif dalam pergaulan internasional tanpa memihak salah satu kekuatan besar dunia.
Pertemuan di Ozyorny juga menunjukkan bahwa simbolisme dalam diplomasi masih sangat penting. Kepercayaan yang diberikan oleh Presiden Belarus dengan menerima Presiden Prabowo di rumahnya mengisyaratkan terbukanya jalan untuk berbagai bentuk kerja sama konkret ke depan.
Sikap terkejut Presiden Prabowo saat mengetahui fakta bahwa dirinya menjadi pemimpin kedua yang diterima di tempat spesial tersebut menunjukkan bahwa kehormatan dalam hubungan antarnegara masih menjadi aspek penting dalam diplomasi modern.
Langkah Presiden Prabowo mengundang kunjungan balasan ke Indonesia menjadi cerminan niat baik dalam membangun relasi yang seimbang. Ini sekaligus mencerminkan nilai luhur dalam budaya Indonesia tentang balas budi dan keramahan.
Diharapkan ke depan, hubungan antara Indonesia dan Belarus dapat berkembang lebih jauh melalui kerja sama ekonomi, pertahanan, dan pertukaran budaya yang saling menguntungkan bagi kedua negara. (*)





