EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Mengapa Yordania Tak Pernah Serang Rudal Israel

Mengapa Yordania Tak Pernah Serang Rudal Israel

Yordania tak pernah menembak rudal Israel. Karena tidak ada serangan dari Israel.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Amman EKOIN.CO – Yordania hingga kini tidak pernah menembak rudal Israel karena tak ada kebutuhan militer yang mendesak, meskipun situasi di kawasan Timur Tengah terus memanas. Hubungan diplomatik resmi antara kedua negara telah terjalin sejak 26 Oktober 1994, saat Perjanjian Damai Israel–Yordania ditandatangani. Perjanjian tersebut mengakhiri status perang yang berlangsung sejak 1948 dan memperkuat komitmen untuk menjaga kedaulatan wilayah masing-masing.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Perjanjian itu juga menetapkan bahwa kedua negara tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai jalur serangan pihak ketiga. Karena itu, Yordania tidak pernah menganggap Israel sebagai ancaman langsung yang membutuhkan intervensi militer, termasuk dalam bentuk serangan balasan terhadap rudal.

Dalam konteks eskalasi militer antara Iran dan Israel yang meningkat sejak 2024 hingga pertengahan 2025, Yordania tetap menjalankan kebijakan seimbang. Negara tersebut aktif mempertahankan wilayah udaranya, tetapi tidak menunjukkan sikap militeristik terhadap Israel. Posisi geografis Yordania yang terletak di antara berbagai negara dengan kepentingan berbeda membuat netralitas menjadi pilihan strategis.

Mayoritas penduduk Yordania berasal dari Palestina atau memiliki ikatan darah dan budaya dengan warga Palestina. Hal ini menciptakan dinamika domestik yang kompleks. Yordania harus berhati-hati menjaga hubungan luar negerinya agar tidak memicu ketegangan di dalam negeri. Namun, di saat yang sama, pemerintah tetap menjaga kedaulatan nasional.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Yordania hanya mengaktifkan sistem pertahanan udara saat mendeteksi rudal atau drone yang melintasi wilayahnya menuju Israel. Objek tersebut umumnya berasal dari Iran atau kelompok afiliasinya, bukan dari Israel. Karena itu, sistem pertahanan Yordania tidak pernah diarahkan ke Israel.

Tidak Ada Ancaman Rudal dari Israel

Menurut laporan yang dikutip dari berbagai sumber regional, Israel tidak pernah menembakkan rudal atau drone ke wilayah Yordania. Dengan demikian, tidak ada kebutuhan bagi Yordania untuk membalas serangan atau menembak sistem persenjataan Israel.

Sebagian besar serangan militer Israel terhadap Iran menggunakan jet tempur, bukan rudal jarak jauh. Jalur penerbangan pesawat tempur ini pun tidak melintasi wilayah Yordania, sehingga tidak memicu tanggapan dari sistem pertahanan udara Yordania.

Yordania menganggap bahwa situasi tersebut masih dalam batas aman bagi negara mereka. Jika ada pelanggaran wilayah oleh objek asing dari pihak ketiga, militer Yordania tetap bersiaga. Namun hingga kini, tidak ada insiden yang melibatkan rudal Israel di wilayah udara Yordania.

Perjanjian Damai dan Kerja Sama Intelijen

Sejak Perjanjian Damai 1994, hubungan Yordania dan Israel berkembang melalui berbagai saluran kerja sama, terutama di bidang keamanan dan intelijen. Hal ini memungkinkan kedua negara saling memahami posisi masing-masing dan menghindari konflik bersenjata.

Kesepakatan itu mencakup larangan penggunaan wilayah satu sama lain sebagai jalur serangan oleh pihak ketiga. Hal ini memperkuat mekanisme koordinasi militer di antara dua negara yang sebelumnya pernah berada dalam kondisi perang.

Yordania memperoleh manfaat strategis melalui kerja sama intelijen dengan Israel, termasuk informasi dini soal ancaman dari Iran dan kelompok militan regional. Kedua negara berbagi kepentingan dalam menghadapi ancaman yang datang dari arah yang sama.

Keberadaan komunikasi militer yang terbuka memungkinkan Yordania mengetahui bila terjadi peluncuran rudal atau misi udara dari Israel, sehingga mereka dapat menilai risiko secara akurat. Tidak adanya kejadian yang melibatkan rudal Israel di wilayah mereka mempertegas bahwa kedua negara mematuhi kesepakatan damai.

Selain itu, kerja sama keamanan tersebut juga memberi ruang bagi Yordania untuk fokus menjaga stabilitas dalam negerinya, tanpa harus khawatir dengan kemungkinan konflik militer dengan Israel.

Dalam beberapa kasus, drone yang ditembak jatuh oleh Yordania diketahui melintasi dari wilayah Irak atau Suriah. Situasi ini lebih berkaitan dengan konflik antara Iran dan sekutunya dengan Israel, bukan konflik bilateral antara Yordania dan Israel.

Yordania juga beberapa kali mengeluarkan pernyataan bahwa tindakan mereka dalam menghadapi objek asing di wilayah udara bukanlah bentuk keberpihakan terhadap salah satu pihak, melainkan langkah mempertahankan kedaulatan wilayah.

Meskipun ketegangan antara Iran dan Israel meningkat, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Yordania akan mengubah kebijakannya terhadap Israel. Pemerintah di Amman tetap berpegang pada prinsip diplomasi dan de-eskalasi.

Sebagai negara yang memiliki peran penting dalam kestabilan kawasan, Yordania berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan keamanan nasional dan komitmen internasional yang telah disepakati sejak 1994.

Kebijakan ini juga ditopang oleh hubungan baik dengan mitra internasional seperti Amerika Serikat, yang mendukung Yordania sebagai sekutu strategis dalam menjaga keamanan kawasan Timur Tengah.

Secara historis, Yordania tidak pernah terlibat langsung dalam konflik militer yang dipimpin oleh Israel sejak perjanjian damai. Hal ini menjadi catatan penting dalam diplomasi Timur Tengah modern.


Kebijakan netral Yordania dalam konflik Timur Tengah menunjukkan pentingnya pendekatan diplomatik dalam menghadapi eskalasi regional. Posisi geografis dan dinamika domestik membuat Amman memilih jalur stabilitas dibanding konfrontasi. Strategi ini juga berdampak positif terhadap keamanan jangka panjang negara.

Kerja sama keamanan dengan Israel membuka ruang komunikasi dan mengurangi risiko kesalahpahaman militer. Mekanisme ini membuktikan bahwa dialog dapat menjadi alat efektif mencegah konflik langsung antara dua negara bertetangga. Hal itu juga memberi contoh bagi negara lain di kawasan.

Keputusan Yordania untuk tidak menembak rudal Israel bukanlah bentuk keberpihakan, tetapi cerminan sikap defensif yang bertumpu pada penghormatan terhadap kedaulatan dan perjanjian internasional. Langkah ini sekaligus menjaga relasi regional dan internasional tetap seimbang.

Ketiadaan insiden militer dengan Israel mengindikasikan keberhasilan sistem koordinasi antar kedua negara. Situasi ini menegaskan bahwa diplomasi aktif dan kerja sama intelijen memainkan peran krusial dalam pengelolaan keamanan lintas batas di Timur Tengah.

Ke depan, Yordania perlu terus memperkuat pertahanan wilayah tanpa menimbulkan persepsi keberpihakan. Keseimbangan diplomatik yang telah dicapai selama tiga dekade terakhir menjadi fondasi penting dalam merespons gejolak kawasan yang kian dinamis. (*)


 

Tags: Israelkerja sama keamananperjanjian damaipertahanan udararudalYordania
Post Sebelumnya

Istana Suriah Jadi Target, Israel Diserang Balik

Post Selanjutnya

Danone Disorot karena Kolaborasi dengan Startup Israel

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Danone Disorot karena Kolaborasi dengan Startup Israel

Danone Disorot karena Kolaborasi dengan Startup Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.