EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
komunikasi digital

komunikasi digital

Transformasi Pola Komunikasi di Era Digital: Studi Konseptual terhadap Perubahan Interaksi di Media Sosial

Penulis: Raden Fadhli Aulia (20230502155), Aldy Ryansyach Nasution (20240502138), Program studi: ilmu komunikasi, Jurusan: Public Relations

Ibnu Gozali oleh Ibnu Gozali
21 Juli 2025
Kategori EDUKASI, RAGAM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bekasi, EKOIN.CO – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan transformasi besar dalam praktik komunikasi manusia. Perubahan ini tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga memengaruhi struktur sosial, budaya, dan psikologis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual transformasi pola komunikasi masyarakat, khususnya melalui media sosial, berdasarkan pendekatan literatur dari karya Yasraf Amir Piliang dan Rulli Nasrullah. Dengan metode studi pustaka, artikel ini mengkaji konsep hiper-realitas, identitas digital, dan implikasi etika dalam komunikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi digital tidak hanya memperluas jangkauan komunikasi, tetapi juga menciptakan ruang baru yang merekonstruksi cara individu berinteraksi, membentuk identitas, dan menyampaikan pesan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap komunikasi digital secara kritis diperlukan agar masyarakat mampu beradaptasi dan bertanggung jawab dalam ekosistem informasi yang semakin kompleks.

Pendahuluan

Perkembangan teknologi digital, khususnya internet dan media sosial, telah merevolusi cara manusia berkomunikasi. Dulu, komunikasi terbatas oleh ruang dan waktu serta membutuhkan kehadiran fisik atau perantara seperti surat dan telepon. Kini, komunikasi dapat dilakukan secara instan, cepat, dan global hanya dengan sentuhan jari melalui berbagai platform digital seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Twitter (kini X).

Fenomena ini tidak hanya mengubah medium komunikasi, tetapi juga mempengaruhi isi pesan, bentuk interaksi, serta pembentukan identitas sosial dan budaya. Komunikasi di era digital tidak lagi bersifat satu arah seperti media massa konvensional, tetapi bersifat dua arah, partisipatif, bahkan multi-arah (many-to-many). Setiap individu kini dapat menjadi produsen sekaligus konsumen informasi (prosumer), sebagaimana dikemukakan oleh Alvin Toffler (1980).

Menurut Nasrullah (2015), komunikasi digital adalah proses penyampaian pesan melalui media berbasis teknologi informasi yang memungkinkan partisipasi aktif dan kolaborasi real-time. Hal ini menandai pergeseran dari model komunikasi linier ke model komunikasi interaktif. Yasraf Amir Piliang (2019) menambahkan bahwa komunikasi digital merupakan bagian dari kehidupan postmodern yang memunculkan hiper-realitas, yaitu dunia virtual yang seringkali lebih nyata daripada kenyataan itu sendiri.

Berita Menarik Pilihan

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Dalam konteks ini, penting untuk mengkaji lebih dalam bagaimana transformasi pola komunikasi terjadi dan apa dampaknya terhadap masyarakat, khususnya generasi muda yang merupakan pengguna terbesar media sosial. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan kajian teoritis terhadap perubahan tersebut berdasarkan literatur dan referensi otoritatif di bidang komunikasi digital.

komunikasi digitalMetode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), yaitu dengan mengkaji literatur-literatur relevan yang berkaitan dengan komunikasi digital, interaksi media sosial, dan identitas virtual. Sumber data utama berasal dari:

  • Buku Komunikasi Digital karya Yasraf Amir Piliang (2019)
  • Buku Komunikasi di Era Digital oleh Rulli Nasrullah (2015)
  • Literatur tambahan dari jurnal ilmiah dan buku teori komunikasi kontemporer.

Analisis dilakukan dengan metode deskriptif-analitis, yaitu memaparkan konsep-konsep utama dari sumber literatur dan menghubungkannya dengan fenomena komunikasi digital yang terjadi saat ini. Tujuan dari metode ini bukan hanya untuk mendeskripsikan, tetapi juga mengevaluasi makna dan implikasi dari transformasi komunikasi tersebut.

 Pembahasan

  1. Komunikasi Digital dan Hiper-Realitas

Piliang (2019) menyebutkan bahwa komunikasi digital menciptakan suatu bentuk realitas baru yang disebut hiper-realitas, yaitu kondisi ketika representasi (gambar, teks, emoji, video) lebih dominan daripada kenyataan aktual. Di media sosial, individu sering membangun persona virtual yang tidak sepenuhnya mencerminkan kehidupan nyata. Ini menciptakan “realitas semu” yang dikonsumsi secara masif oleh masyarakat.

Sebagai contoh, seseorang dapat tampak sangat bahagia dan sukses di Instagram melalui unggahan konten estetik, padahal realitas kehidupannya tidak seideal itu. Hiper-realitas ini menimbulkan tekanan sosial dan membentuk ekspektasi yang tidak realistis dalam kehidupan bermasyarakat.

  1. Perubahan Pola Interaksi Sosial

Nasrullah (2015) menjelaskan bahwa komunikasi digital menciptakan interaksi yang simultan, cepat, dan terbuka. Tidak seperti komunikasi interpersonal konvensional yang berlangsung secara tatap muka, interaksi digital dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, tanpa kehadiran fisik.

Fenomena ini juga menghasilkan pola komunikasi yang lebih fleksibel dan demokratis. Namun, ada risiko dehumanisasi karena interaksi digital cenderung kehilangan nuansa emosi dan empati yang biasa terjadi dalam interaksi langsung. Percakapan menjadi cepat, ringkas, dan terkadang dangkal. Penggunaan emoji atau stiker menjadi “pengganti” ekspresi emosional yang sebenarnya lebih kompleks.

  1. Identitas Virtual dan Kultur Representasi

Dalam ruang digital, identitas individu tidak hanya dibentuk oleh siapa mereka sebenarnya, tetapi oleh bagaimana mereka memilih untuk ditampilkan. Goffman (1959) dalam konsep self-presentation menyebutkan bahwa manusia bertindak seperti aktor yang memainkan peran sosial. Hal ini sangat relevan dalam konteks media sosial di mana setiap unggahan merupakan bentuk kurasi identitas yang diinginkan.

Piliang (2019) menyebut proses ini sebagai “kultur representasi”, di mana identitas dan makna tidak bersumber dari realitas, tetapi dari tanda-tanda visual dan simbolik. Akibatnya, terjadi semacam penciptaan “diri digital” yang bisa sangat berbeda dari diri nyata.

  1. Tantangan Literasi dan Etika Komunikasi Digital

Salah satu isu penting dalam komunikasi digital adalah rendahnya literasi digital, terutama di kalangan pengguna media sosial. Banyak pengguna tidak memahami bagaimana cara menyaring informasi, mengenali hoaks, atau menjaga privasi digital. Fenomena penyebaran berita palsu (fake news), ujaran kebencian (hate speech), dan doxing menjadi bukti dari lemahnya etika komunikasi digital.

Nasrullah (2015) menekankan pentingnya membekali masyarakat dengan keterampilan literasi digital, agar mereka dapat berperan secara kritis, kreatif, dan etis dalam ekosistem digital. Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan teknis menggunakan perangkat, tetapi juga kecakapan berpikir kritis, memahami konteks sosial, dan menjaga tanggung jawab etika.

Kesimpulan

Transformasi komunikasi di era digital membawa perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi, membentuk identitas, dan membangun relasi sosial. Komunikasi digital menawarkan kecepatan dan kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan serius dalam hal etika, representasi, dan literasi.

Hiper-realitas dan identitas virtual menjadi ciri khas utama komunikasi di media sosial, di mana makna pesan sering kali dikonstruksi berdasarkan simbol dan citra, bukan kenyataan. Dalam konteks ini, literasi digital menjadi kebutuhan penting agar masyarakat tidak terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan atau perilaku komunikasi yang tidak bertanggung jawab.

Dari perspektif ilmu komunikasi, pemahaman mendalam terhadap komunikasi digital sangat penting untuk mengkaji dinamika sosial masa kini, serta merancang strategi komunikasi yang adaptif, inklusif, dan etis di masa depan.

Daftar Pustaka

  • Goffman, Erving. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. New York: Anchor Books.
  • Nasrullah, Rulli. (2015). Komunikasi di Era Digital. Jakarta: Kencana Prenada Media.
  • Piliang, Yasraf Amir. (2019). Komunikasi Digital: Representasi Kehidupan dalam Cyberspace. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
  • Toffler, Alvin. (1980). The Third Wave. New York: Bantam Books.
  • Lister, Martin, et al. (2009). New Media: A Critical Introduction. London: Routledge.
  • McQuail, Denis. (2010). McQuail’s Mass Communication Theory. London: Sage Publications.
Tags: hiper-realitasidentitas virtualkomunikasi digitalliterasi digitalmedia sosial
Post Sebelumnya

Dandim 1710/Mimika Beri Pengarahan Kepada SPPI Yang Baru Menyelesaikan Pendidikan Di Rindam XVII/Cen

Post Selanjutnya

Ketegangan Rusia-AS Memanas Gara-gara Kaliningrad

Ibnu Gozali

Ibnu Gozali

Berita Terkait

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

oleh Danang F Pradhipta
7 Februari 2026
0

​Solo, Ekoin.co – Persis Solo tengah menjadi sorotan utama dalam bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Di tengah...

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Gelandang tim nasional Indonesia, Ivar Jenner, resmi memulai petualangan barunya di sepak bola Tanah Air setelah bergabung...

Potongan narasi video "Cukur Kumis" yang viral di platform TikTok dalam beberapa hari terakhir. Hingga kini, kabar mengenai penangkapan pemeran dalam video tersebut belum memiliki dasar hukum resmi dan diimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten hasil rekayasa. (Foto: Ilustrasi)

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Video cukur kumis sendiri masih beredar dalam berbagai versi potongan ulang. Otoritas mengingatkan masyarakat agar menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik...

Ester Nurumi Tri Wardoyo saat berhasil memastikan poin penentu bagi kemenangan tim putri Indonesia atas Thailand di babak perempat final BATC 2026. Indonesia akan menghadapi tantangan berat melawan Korea Selatan di babak semifinal besok. (Foto: Humas PBSI/Ekoin.co)

Indonesia Tembus Semifinal BATC 2026, Ester Nurumi Tutup Drama Sengit Lawan Thailand

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Tanpa memberikan banyak celah, Ester menyudahi perlawanan lawan dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-16. Hasil ini sekaligus memastikan...

Post Selanjutnya
Ketegangan Rusia-AS Memanas Gara-gara Kaliningrad

Ketegangan Rusia-AS Memanas Gara-gara Kaliningrad

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.