EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Gamelan Bangkit Lagi di Festival Karawitan dan Bazar Nusantara UGM

Sumber dok ugm.ac.id

Gamelan Bangkit Lagi di Festival Karawitan dan Bazar Nusantara UGM

Festival Karawitan dan Bazar Nusantara Fakultas Filsafat UGM tidak hanya menjadi perayaan Dies Natalis, tetapi juga wadah konkret pelestarian budaya gamelan dan edukasi nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Agus DJ oleh Agus DJ
22 Juli 2025
Kategori EDUKASI, RAGAM, SENI & BUDAYA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar Festival Karawitan dan Bazar Nusantara sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis ke-58, Sabtu (19/7), di selasar fakultas. Acara ini berlangsung meriah sejak pagi hari.

Festival ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian gamelan yang mulai jarang dimainkan di tengah masyarakat. Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Sartini, mengatakan ide ini berangkat dari kegelisahan akan nasib gamelan.

“Kita ingin mengangkat seni gamelan ini melalui kegiatan festival,” ujar Sartini dalam sambutannya. Menurutnya, minat masyarakat Yogyakarta terhadap karawitan masih sangat tinggi, hanya wadahnya yang belum memadai.

Sebanyak 51 grup karawitan turut ambil bagian, terdiri dari 27 grup internal UGM dan 24 grup luar UGM. Peserta tahun ini meningkat dari penyelenggaraan sebelumnya, yang dimulai sejak 2017 dan sempat vakum dua tahun.

Festival juga diramaikan oleh bazar kuliner dan UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal dari wilayah Yogyakarta, Bantul, dan Sleman. Rangkaian acara ini berlangsung selama dua hari penuh hingga malam.

Berita Menarik Pilihan

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

Pelestarian Budaya dan Filosofi Gamelan

Dekan Fakultas Filsafat, Prof. Siti Murtiningsih, menyampaikan harapannya agar festival ini menjadi ikon tahunan fakultas. Ia menekankan pentingnya edukasi dan rasa melalui seni dan filsafat.

“Filsafat dan karawitan sekilas tampak berbeda, namun keduanya sama-sama mengajarkan perenungan,” jelas Prof. Siti. Ia menambahkan bahwa filsafat membangkitkan akal, karawitan membangkitkan rasa.

Apresiasi juga datang dari Dinas Kebudayaan DIY. Kepala Dinas, Dian Lakshmi Pratiwi, melalui perwakilannya Padmono Anggoro Prasetya, menegaskan pentingnya gamelan sebagai warisan hidup.

Menurut Padmono, gamelan bukan sekadar hiburan, melainkan nilai filosofis yang dalam. “Gamelan mengajarkan kebersamaan, gotong royong, serta harmoni dengan alam dan sesama,” tegasnya.

Budaya, katanya, bukan hanya milik masa lalu, tapi bagian penting dari masa kini yang harus terus dijaga dan dilibatkan dalam kehidupan sosial.

Pendidikan Karakter melalui Seni

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Wening Udasmoro, membuka acara secara simbolis dengan pemukulan gong. Ia menekankan pentingnya kesenian dalam pembentukan karakter mahasiswa.

“IPK tinggi memang penting, tapi untuk sukses di masa depan, mahasiswa perlu mengasah kesehatan psikis, kemampuan sosial, dan koneksi budaya,” katanya dalam pidato pembukaan.

Ia mengapresiasi Fakultas Filsafat yang telah membangun ekosistem pendidikan yang menyatukan antara pengetahuan dan kebudayaan lokal.

Festival dibuka dengan Tari Golek Ayun-Ayun, yang menggambarkan semangat pencarian jati diri oleh gadis muda. Tari ini dibawakan oleh mahasiswa Fakultas Filsafat dengan iringan langsung tembang karawitan.

Antusiasme pengunjung dan peserta yang tinggi menjadi harapan tersendiri bagi keberlanjutan festival. Fakultas Filsafat berkomitmen menjadikan acara ini sebagai ruang ekspresi budaya yang inklusif dan berkelanjutan.

Festival Karawitan dan Bazar Nusantara yang diselenggarakan oleh Fakultas Filsafat UGM tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga wadah penting bagi pelestarian budaya gamelan yang mulai terpinggirkan. Melalui festival ini, semangat menjaga kearifan lokal ditanamkan kembali, terutama di kalangan generasi muda.

Keterlibatan banyak grup karawitan dan pelaku UMKM membuktikan bahwa tradisi masih relevan jika diberi ruang yang tepat. Kehadiran pemangku kebijakan dari universitas maupun pemerintah daerah turut memperkuat pesan bahwa budaya adalah elemen penting dalam pembangunan manusia yang utuh.

Melalui sinergi antara seni, filsafat, dan pendidikan karakter, Fakultas Filsafat UGM menunjukkan bahwa kampus bukan sekadar ruang akademik, tapi juga pusat pelestarian nilai-nilai hidup. Festival ini diharapkan terus tumbuh menjadi ruang kultural yang mempertemukan akal dan rasa secara seimbang.(*)

Tags: bazar Nusantarabudaya YogyakartaDies Natalis UGMDinas Kebudayaan DIYDr. SartiniFakultas Filsafat UGMFestival KarawitangamelanPadmono Anggoro Prasetya.pelestarian budayapendidikan karakterProf. Siti MurtiningsihProf. Wening Udasmoroseni karawitanTari GolekUMKM lokal
Post Sebelumnya

Kisah Sukses Vegetable Entrepreneur Mas Mustofa

Post Selanjutnya

Summarecon Luncurkan Sekolah Inovatif Ramah Lingkungan di Bandung

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan instruksi di pinggir lapangan saat laga semifinal melawan Jepang di Indonesia Arena. Meski sukses membawa Indonesia ke final Piala Asia untuk pertama kalinya, Souto menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah keringat para pemainnya secara keseluruhan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaan di Piala Asia Futsal. Pada edisi sebelumnya di Kuwait 2022, langkah Merah...

Penyerang Persik, Adrian Luna menjadi tumpuan saat menjalani tiga laga kandang. (iG Persik)

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Persik dijadwalkan menjalani tiga laga kandang beruntun di Stadion Brawijaya, masing-masing menghadapi Dewa United (7 Februari), PSIM Yogyakarta (13 Februari),...

Anthony Ginting menjadi penentu kemenangan tim beregu Indonesia saat mengalahkan Malaysia dalam kejuaraan beregu di Tiongkok (IG PBSI)

Pupus Sudah Harapan Malaysia, Ginting Pastikan Tetangga Tak Berkutik di Partai Penentu

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Pada gim kedua, Kong tampil lebih agresif dan memimpin sejak awal. Ginting tertinggal di interval dan harus mengakui keunggulan lawannya...

Seorang petugas sedang menyiapkan teleskop untuk pemantauan hilal.

BRIN Prediksi Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Beda, Thomas Djamaluddin: Jatuh 19 Februari 2026

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Thomas menilai perbedaan ini merupakan hal yang wajar dalam praktik penentuan kalender hijriah, mengingat setiap lembaga memiliki pendekatan ilmiah dan...

Post Selanjutnya
Summarecon Luncurkan Sekolah Inovatif Ramah Lingkungan di Bandung

Summarecon Luncurkan Sekolah Inovatif Ramah Lingkungan di Bandung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.