EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA

Serat Rami Jadi Solusi Beton Lentur Ramah Lingkungan

Melalui risetnya, Maidina berhasil membuktikan bahwa serat rami 3 ply mampu meningkatkan deformasi lentur beton hingga 27,29%, dengan kuat tarik rata-rata mencapai 123,34 MPa, serta berpotensi untuk aplikasi konstruksi non-struktural.

Agus DJ oleh Agus DJ
22 Juli 2025
Kategori BERANDA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Maidina, mahasiswa Program Doktor di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), berhasil mengembangkan pemanfaatan serat rami terpintal sebagai alternatif tulangan beton lentur yang ramah lingkungan. Temuan ini memperluas potensi pemanfaatan serat rami yang selama ini lebih dominan digunakan dalam industri tekstil dan kerajinan.

Dalam penelitiannya, Maidina menyoroti efektivitas serat rami yang telah dipintal menjadi benang 2 ply dan 3 ply untuk memperkuat beton lentur. Hasilnya menunjukkan bahwa serat rami 3 ply memberikan performa struktural tertinggi, dengan kuat tarik rata-rata mencapai 123,34 MPa.

Selain itu, serat 3 ply memiliki tingkat elongasi hingga 30,87%, yang turut meningkatkan deformasi lentur beton hingga 27,29%. Hal ini menjadikan serat rami sebagai material yang sangat menjanjikan untuk proyek-proyek yang membutuhkan kelenturan tinggi pada beton.

Uji laboratorium juga dilakukan untuk menganalisis ketahanan serat terhadap degradasi setelah direndam dalam beton selama 84 hari. Metode analisis yang digunakan mencakup mikrostruktur, FTIR, dan TGA, yang menunjukkan terjadinya interaksi kimia antara semen dan serat.

Temuan Inovatif dari Riset Multidisipliner

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

Meski terjadi degradasi, serat rami 3 ply dengan diameter 4–7 mm tetap menunjukkan performa baik, terutama untuk penggunaan pada aplikasi non-struktural. Penggunaannya direkomendasikan untuk panel dinding, elemen arsitektural, serta permukaan trotoar.

Maidina menegaskan bahwa serat rami lokal yang melimpah dapat menjadi alternatif tulangan beton pada proyek-proyek ramah lingkungan. “Potensi ini sejalan dengan tren global dalam penggunaan material terbarukan untuk mengurangi jejak karbon industri konstruksi,” ujarnya.

Berkat hasil penelitiannya, Maidina meraih gelar Doktor Teknik dengan predikat Sangat Memuaskan dan IPK 3,92. Ia menjadi doktor ke-81 dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, sekaligus doktor ke-613 FTUI.

Sidang terbuka promosi doktor dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Yanuar, M.Eng., M.Sc. Adapun tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Ir. Heru Purnomo, D.E.A., Fadhilah Muslim, S.T., M.Sc., Ph.D., dan Ir. Gabriel Soedarmini Boedi Andari, M.Eng., Ph.D.

Kolaborasi Akademik untuk Solusi Masa Depan

Tim penguji terdiri dari para akademisi terkemuka, seperti Prof. Dr. Sc-Ing. Ir. Riana Herlina Lumingkewas, M.T., IPM, ASEAN Eng., Dr. Ismail Budiman, S.Hut., M.Si., dan Dr. Jessica Sjah, M.T., M.Sc. Seluruhnya memberikan apresiasi terhadap pendekatan riset Maidina yang mendalam dan aplikatif.

Keberhasilan ini mendapat perhatian dari Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D. Ia menilai temuan Maidina merupakan bukti bahwa kearifan lokal mampu menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan global.

“Ini sejalan dengan komitmen FTUI untuk terus mendorong riset multidisipliner yang berdampak nyata bagi masyarakat dan industri,” tutur Prof. Kemas. Ia berharap penelitian ini dapat memantik kolaborasi lebih luas untuk mengembangkan serat rami sebagai bahan konstruksi utama.

Riset Maidina juga menjadi refleksi penting bagi industri konstruksi di Indonesia untuk lebih mengedepankan pemanfaatan sumber daya lokal dan bahan terbarukan. Dengan pendekatan ilmiah yang solid, inovasi ini menjadi awal bagi pengembangan material berkelanjutan di tanah air.

Temuan Maidina mengenai pemanfaatan serat rami 3 ply dalam penguatan beton lentur merupakan langkah maju dalam pencarian material konstruksi yang ramah lingkungan. Melalui riset menyeluruh, ia berhasil membuktikan bahwa bahan lokal seperti serat rami memiliki ketahanan dan kekuatan mekanis yang mumpuni.

Penelitian ini juga menjadi jembatan antara pengetahuan teknik sipil dengan kearifan lokal yang sebelumnya kurang mendapat perhatian dalam ranah konstruksi. Dengan didukung oleh pendekatan mikrostruktur dan pengujian degradasi yang sistematis, potensi aplikasinya dapat diperluas untuk berbagai proyek non-struktural.

Lebih jauh lagi, keberhasilan ini membuka ruang bagi kolaborasi antara akademisi dan industri untuk mengembangkan teknologi konstruksi berkelanjutan. Penggunaan serat rami diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bangunan konvensional yang berdampak pada lingkungan.(*)

Tags: bahan bangunan alternatif.beton lenturDepartemen Teknik Sipil dan Lingkungandoktor teknikFTUIinovasi lokalkonstruksi ramah lingkunganmaterial berkelanjutanpenelitian mahasiswariset materialserat ramiTeknik SipilUI
Post Sebelumnya

Mendagri Ungkap Perusahaan Besar Oplos Beras Tito Sebut Praktik Rugikan Negara Besar

Post Selanjutnya

Bidik Korupsi Era Yaqut Sinyal Kuat KPK Naikkan Status Kasus Haji

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Kemenangan 2-0 ini membawa Macan Kemayoran naik ke posisi dua klasemen sementara BRI Super League. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

oleh Danang F Pradhipta
30 Januari 2026
0

​"Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kami tahu main di sini (Tangerang) selalu sulit, tapi hari ini efektivitas penyelesaian akhir...

BSI Maslahat dan IPB Perkuat Akses Pendidikan dan Sarana Keagamaan bagi Mahasiswa. Sumber dok bsimaslahat.or.id

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

oleh Agus DJ
28 Januari 2026
0

Bogor, Ekoin.co - BSI Maslahat Dukung Pendidikan di Indonesia dengan melakukan kolaborasi strategis bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Institut...

Kehadiran konsep hiburan tradisional di tengah kawasan elite ini memicu perdebatan luas terkait etika ruang publik dan legalitas perizinan usaha di awal tahun 2026. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

PIK 2 Rasa Pantura: Ketika Kawasan Elit Jakarta Utara Tergoda ‘Servis’ Kopi Pangku

oleh Admin EKOIN.CO
23 Januari 2026
0

Di satu sisi, fenomena ini dianggap sebagai keunikan urban, namun di sisi lain, desakan untuk penertiban mulai bermunculan seiring dengan...

Post Selanjutnya
Bidik Korupsi Era Yaqut Sinyal Kuat KPK Naikkan Status Kasus Haji

Bidik Korupsi Era Yaqut Sinyal Kuat KPK Naikkan Status Kasus Haji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.