EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Indonesia Siap Kuasai Teknologi Sinkrotron Lewat Kerja Sama NUS

Sumber dok www.brin.go.id

Indonesia Siap Kuasai Teknologi Sinkrotron Lewat Kerja Sama NUS

Kerja sama BRIN dan SSLS NUS menjadi langkah strategis memperkuat kapasitas riset Indonesia dalam penguasaan teknologi sinkrotron yang kini semakin dibutuhkan dalam penelitian material, energi, dan pangan.

Agus DJ oleh Agus DJ
24 Juli 2025
Kategori EDUKASI, INTERNASIONAL, RAGAM, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kepala Pusat Riset Teknologi Analisis Berkas Nuklir (PRTABN) BRIN, Abu Khalid Rivai, menerima kunjungan delegasi dari Singapore Synchrotron Light Source (SSLS) National University of Singapore (NUS). Pertemuan berlangsung di Kawasan Sains dan Teknologi BJ. Habibie, Serpong, Jumat (18/7).

Kunjungan ini bertujuan menjajaki potensi kerja sama riset pengembangan teknologi beamline berbasis sinkrotron. Delegasi SSLS NUS disambut untuk meninjau fasilitas riset neutron milik BRIN yang berlokasi di kawasan Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy.

Fasilitas tersebut mencakup tiga perangkat spektrometer neutron, tiga perangkat difraktometer neutron, satu unit radiografi neutron, serta fasilitas Analisis Aktivasi Neutron di laboratorium XHR dan NGH. Para tamu juga melihat langsung kemampuan riset yang telah dimiliki Indonesia.

Usai kunjungan lapangan, dilanjutkan diskusi teknis dengan para periset PRTABN BRIN mengenai strategi dan peluang kolaborasi jangka panjang. Salah satu fokus pembahasan ialah teknologi beamline berbasis sinkrotron yang memiliki prospek besar dalam riset akselerator.

Kegiatan ini juga diisi dengan seminar terbuka secara daring untuk memperluas partisipasi dan pertukaran pengetahuan antara kedua lembaga.

Berita Menarik Pilihan

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

Langkah Strategis Kuasai Teknologi Sinkrotron

Abu Khalid Rivai menyampaikan bahwa meskipun Indonesia belum memiliki fasilitas sinkrotron, BRIN terus mempersiapkan penguasaan teknologinya untuk kepentingan strategis ke depan. Komunikasi dengan SSLS NUS menjadi bagian penting dari langkah itu.

“Kami ingin mempelajari dan menguasai teknologi beamline berbasis sinkrotron, oleh karena itu kami membangun komunikasi yang intens dengan SSLS NUS sebagai negara tetangga Indonesia,” ujar Abu.

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat kapabilitas riset teknologi akselerator di Indonesia. PRTABN BRIN melihat ini sebagai langkah mempercepat integrasi Indonesia ke ekosistem riset internasional.

“Kami berharap bisa membangun kerja sama dan kolaborasi, penguatan capacity building periset di PRTABN BRIN terkait dengan teknologi beamline berbasis sinkrotron,” lanjutnya.

Dukungan ini dinilai penting dalam rangka memanfaatkan keunggulan riset sinkrotron SSLS NUS yang telah mapan, serta memperkaya metode riset nasional menggunakan teknologi neutron.

Peluang Kolaborasi dan Fellowship Peneliti

Periset SSLS NUS, M. Avicenna Naradipa, menyambut baik potensi kerja sama dan menilai BRIN memiliki kekuatan di pengukuran skala besar. Hal ini dapat mengisi celah pada teknologi sinkrotron yang unggul dalam karakterisasi skala kecil.

“Kami berharap dapat melakukan proyek riset bersama BRIN, kita bisa membuatkan skala yang nanometer, karakterisasi di skala kecil dan juga skala besar melalui neutron beam technology,” kata Avicenna.

Ia juga menginformasikan adanya program Fellowship dari SSLS NUS untuk peneliti Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Program ini membuka peluang kolaborasi riset jangka pendek dan pembuatan publikasi serta paten.

“SSLS NUS membuka peluang bagi peneliti yang ingin memperoleh fellowship untuk melakukan riset di Singapura, yaitu membuat paper dan juga paten,” tambahnya.

Avicenna juga menyinggung kesiapan SSLS NUS bekerja sama dalam pengembangan teknologi nuklir untuk industri pangan nasional Indonesia. Hal ini dikaitkan dengan proyek yang sedang berjalan bersama Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN.

“Keberhasilan kolaborasi akan sangat ditentukan oleh komunikasi yang aktif, dan penentuan topik riset bersama yang menjadi prioritas masing-masing negara,” tutup Avicenna.

Kunjungan SSLS NUS ke BRIN menjadi tonggak penting dalam diplomasi ilmiah di bidang teknologi akselerator. Penjajakan kerja sama ini tidak hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga membuka peluang penguatan riset nasional.

BRIN bertekad menjadikan teknologi beamline sinkrotron sebagai bagian dari peta jalan pengembangan riset jangka menengah. Upaya itu didukung melalui penguatan kapasitas SDM dan akses terhadap jaringan riset internasional.

Kolaborasi aktif, pertukaran peneliti, serta penentuan topik riset bersama menjadi kunci sukses kerja sama ini. Indonesia diharapkan dapat segera memperkuat posisi dalam komunitas riset sinkrotron global.(*)

Tags: Abu Khalid Rivai.Avicenna NaradipabeamlineBJ Habibie Science ParkBRINfellowship penelitikerja sama Indonesia-Singapuraneutronpengembangan risetPRTABNReaktor Serba Guna G.A. Siwabessyriset akseleratorSSLS NUSteknologi nuklirteknologi sinkrotron
Post Sebelumnya

Industri Hijau Jadi Strategi Mitigasi Krisis Iklim Indonesia

Post Selanjutnya

Pegadaian Tak Hanya Menabung Emas, Tapi Juga Menjaga Hati Pers

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan instruksi di pinggir lapangan saat laga semifinal melawan Jepang di Indonesia Arena. Meski sukses membawa Indonesia ke final Piala Asia untuk pertama kalinya, Souto menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah keringat para pemainnya secara keseluruhan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaan di Piala Asia Futsal. Pada edisi sebelumnya di Kuwait 2022, langkah Merah...

Penyerang Persik, Adrian Luna menjadi tumpuan saat menjalani tiga laga kandang. (iG Persik)

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Persik dijadwalkan menjalani tiga laga kandang beruntun di Stadion Brawijaya, masing-masing menghadapi Dewa United (7 Februari), PSIM Yogyakarta (13 Februari),...

Anthony Ginting menjadi penentu kemenangan tim beregu Indonesia saat mengalahkan Malaysia dalam kejuaraan beregu di Tiongkok (IG PBSI)

Pupus Sudah Harapan Malaysia, Ginting Pastikan Tetangga Tak Berkutik di Partai Penentu

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Pada gim kedua, Kong tampil lebih agresif dan memimpin sejak awal. Ginting tertinggal di interval dan harus mengakui keunggulan lawannya...

Seorang petugas sedang menyiapkan teleskop untuk pemantauan hilal.

BRIN Prediksi Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Beda, Thomas Djamaluddin: Jatuh 19 Februari 2026

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Thomas menilai perbedaan ini merupakan hal yang wajar dalam praktik penentuan kalender hijriah, mengingat setiap lembaga memiliki pendekatan ilmiah dan...

Post Selanjutnya
Pegadaian Tak Hanya Menabung Emas, Tapi Juga Menjaga Hati Pers

Pegadaian Tak Hanya Menabung Emas, Tapi Juga Menjaga Hati Pers

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.