EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Industri Hijau Jadi Strategi Mitigasi Krisis Iklim Indonesia

Sumber dok www.brin.go.id

Industri Hijau Jadi Strategi Mitigasi Krisis Iklim Indonesia

Transformasi industri Indonesia menuju sistem hijau didorong melalui sinergi kebijakan, kerja sama internasional, dan penerapan taksonomi keuangan berkelanjutan yang berorientasi pada efisiensi sumber daya dan kesejahteraan sosial.

Agus DJ oleh Agus DJ
24 Juli 2025
Kategori EKONOMI, LINGKUNGAN, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Upaya memperkuat transformasi menuju industri hijau kembali ditegaskan dalam Simposium Internasional yang diselenggarakan Indonesia – Japan Business Network (IJBNet) di Kawasan Sains Sarwono Prawirohardjo, BRIN, Jakarta, Kamis (17/07).

Acara ini dihadiri pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri, dan lembaga riset yang menyoroti pentingnya sinergi antarnegara dalam membangun ekonomi rendah karbon. Industri hijau dipandang sebagai fondasi ekonomi berkelanjutan yang sejalan dengan efisiensi sumber daya.

Andi Rizaldi, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, menyatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Potensi kerja sama kami mencakup pengembangan database emisi industri bersama Zeroboard dan METI,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa inisiatif ini meliputi analisis struktur data, kebijakan pengurangan emisi industri, serta inovasi sistem pengawasan yang adaptif terhadap perubahan iklim global. Kolaborasi internasional menjadi kunci utama menuju implementasi berkelanjutan.

Simposium ini juga membuka diskusi tentang harmonisasi kebijakan nasional dengan standar keberlanjutan internasional. Di tengah krisis iklim global, kebutuhan akan penyesuaian sistem industri menjadi semakin mendesak.

Berita Menarik Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

Komitmen Terhadap Perdagangan Karbon Transparan

Kepala Pengembangan Perdagangan Karbon dari IDXCarbon, Edwin Hartanto, turut menjabarkan tentang Indonesia Carbon Exchange yang dikelola Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menyampaikan komitmen penuh dalam mengembangkan perdagangan karbon yang adil dan transparan.

“BEI, melalui Bursa Karbon Indonesia, berkomitmen mengembangkan perdagangan karbon yang transparan, tertib, dan sesuai dengan praktik dunia,” ucapnya. Menurutnya, sistem ini membuka potensi besar bagi Indonesia dalam pasar karbon global.

Edwin juga menambahkan bahwa penetapan harga karbon merupakan instrumen penting dalam mitigasi perubahan iklim. Ia mencontohkan bahwa dari tahun 1961 hingga 1990, konsentrasi gas rumah kaca menyebabkan peningkatan suhu bumi hingga 1°C.

Diperlukan kebijakan sistematis dalam menetapkan harga karbon agar perubahan iklim dapat dikendalikan secara signifikan. Bursa karbon menjadi wadah transaksi penting dalam mekanisme tersebut.

IDXCarbon dirancang sebagai platform perdagangan yang menghubungkan industri penghasil karbon dengan investor yang berorientasi pada lingkungan.

Taksonomi Keuangan Berkelanjutan dan Kolaborasi Kebijakan

Sementara itu, M. Yamin dari Direktorat Keuangan Berkelanjutan OJK mengungkapkan bahwa pengembangan keuangan berkelanjutan memerlukan ekosistem kebijakan yang solid. Hal itu untuk menjamin keberlangsungan ekonomi dan lingkungan.

“OJK sedang mengembangkan kebijakan, standar, hingga layanan keuangan untuk membiayai kegiatan berkelanjutan menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya dalam sesi diskusi.

Ia menjelaskan bahwa Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) akan menjadi acuan nasional dalam mengidentifikasi bisnis ramah lingkungan. TKBI juga diharapkan dapat mendukung pencapaian target net zero emission.

Menurut Yamin, implementasi taksonomi ini memerlukan pelaporan sistematis, sertifikasi profesional, serta dukungan verifikator pihak ketiga. OJK telah memulai pilot project dari sektor perbankan sebelum diperluas ke sektor lain.

“Ke depan, OJK akan terus mendorong penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan melalui pembentukan komite khusus,” tambahnya.

Strategi Siklus Hidup dan Ekonomi Sirkular

Pembicara lain, Jessica Hanafi, Pendiri PT Life Cycle Indonesia, menegaskan pentingnya integrasi prinsip keberlanjutan dalam kebijakan publik. Menurutnya, kebijakan yang tidak mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan akan sulit mencapai keberlanjutan jangka panjang.

“Ada kategori untuk mengurangi kehilangan limbah pangan sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular dan kesejahteraan rendah karbon,” ujarnya.

Jessica menambahkan bahwa strategi ini berbasis pada Life Cycle Analysis (LCA) terhadap rantai nilai pangan nasional. Mulai dari proses produksi, distribusi, hingga konsumsi akhir dinilai dampaknya secara menyeluruh.

Ia juga memaparkan konsep Social Life Cycle Assessment (SLCA) sebagai pendekatan untuk mengevaluasi dampak sosial dari suatu produk. Penilaian ini melibatkan semua aktor yang terkait sepanjang siklus hidup produk.

“Tujuan utama dari pelaksanaan S-LCA ini untuk mengantisipasi peningkatan kondisi sosial dan kinerja sosial ekonomi secara keseluruhan,” pungkasnya dalam sesi terakhir simposium.

Simposium internasional di Jakarta ini menandai langkah konkret Indonesia dalam mewujudkan industri yang ramah lingkungan dan sosial. Melalui kerja sama lintas sektor dan lintas negara, transformasi menuju industri hijau mulai mendapatkan fondasi kuat.

Pentingnya sistem perdagangan karbon, standar taksonomi keberlanjutan, dan pendekatan siklus hidup menjadi benang merah dari keseluruhan diskusi. Setiap kebijakan diarahkan pada tujuan bersama: efisiensi sumber daya tanpa mengorbankan nilai sosial dan ekologis.

Dengan dukungan regulasi, teknologi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, Indonesia menunjukkan komitmen menuju pertumbuhan ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkeadilan. Transformasi hijau bukan hanya visi masa depan, melainkan kebutuhan masa kini.(*)

Tags: BRINbursa karbonekonomi sirkularemisi industriIDXCarbonIJBNetindustri hijauJessica HanafikeberlanjutanKementerian PerindustrianLife Cycle AnalysisMETInet zero emissionOJKsimposium internasionaltaksonomi keuanganZeroboard
Post Sebelumnya

Peneliti Tiongkok Teliti Subduksi di Selatan Jawa

Post Selanjutnya

Indonesia Siap Kuasai Teknologi Sinkrotron Lewat Kerja Sama NUS

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto.

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Dari tangan NE, polisi menyita sabu seberat 1,04 kilogram serta satu unit telepon seluler berikut kartu SIM yang diduga digunakan...

Post Selanjutnya
Indonesia Siap Kuasai Teknologi Sinkrotron Lewat Kerja Sama NUS

Indonesia Siap Kuasai Teknologi Sinkrotron Lewat Kerja Sama NUS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.