Tangerang EKOIN.CO – Polytron resmi meluncurkan mobil listrik perdananya dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada Kamis, 24 Juli 2025. Kendaraan listrik tersebut diperkenalkan sebagai G3 dan G3+, lengkap dengan teknologi dan layanan inovatif bernama Battery-as-a-Service (BaaS) yang memungkinkan konsumen menyewa baterai dengan garansi seumur hidup.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Konsep BaaS yang diusung Polytron bertujuan meringankan biaya kepemilikan mobil listrik. Dengan skema ini, pengguna tidak perlu membeli baterai di awal, melainkan cukup membayar sewa bulanan dengan biaya terjangkau. Dalam sewa tersebut, garansi baterai berlaku seumur hidup selama masa berlangganan masih aktif.
Mobil listrik G3+ hadir dengan kapasitas baterai sebesar 52 kWh dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 402 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Menurut Polytron, biaya energi mobil listrik ini hanya sekitar Rp220 per kilometer. Sebagai perbandingan, kendaraan berbahan bakar bensin membutuhkan biaya hingga Rp625 per kilometer.
Menurut Philip Samuel Tandio selaku Product Specialist EV 4W Polytron, efisiensi biaya penggunaan mobil listrik G3+ sangat signifikan dibandingkan mobil konvensional. “Penghematan biaya mencapai 64,8% menjadikan mobil listrik Polytron pilihan cerdas dan efisien,” ujarnya dalam keterangan resmi saat peluncuran.
Polytron juga menjamin nilai jual kembali produk G3 dan G3+ mencapai 70% dalam tiga tahun. Hal ini menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mengutamakan investasi kendaraan jangka panjang. Selain itu, setiap unit G3 dan G3+ sudah dilengkapi perangkat tambahan berupa portable charger dan V2L charger untuk mendukung kenyamanan pengisian daya.
Mobil Listrik G3+ Usung Efisiensi Energi Tinggi
Dengan efisiensi energi yang tinggi, Polytron menargetkan segmen konsumen urban yang membutuhkan kendaraan ekonomis dan ramah lingkungan. Mobil ini ditujukan untuk mendukung mobilitas harian di perkotaan sekaligus membantu menekan emisi karbon. Polytron menyatakan bahwa penggunaan listrik sebagai sumber energi kendaraan akan berdampak positif bagi lingkungan dan penghematan pengeluaran konsumen.
Fitur utama dari G3+ selain jarak tempuh dan efisiensi biaya adalah performa baterai yang diklaim stabil dan tahan lama. Selain garansi baterai seumur hidup, pelanggan juga akan mendapat layanan purna jual yang mencakup dukungan teknis, ketersediaan suku cadang, dan jaringan servis yang diperluas.
Polytron menambahkan bahwa pengembangan mobil listrik ini adalah bagian dari strategi perusahaan mendukung program elektrifikasi nasional. Peluncuran G3 dan G3+ di GIIAS 2025 merupakan bagian dari upaya memperkenalkan teknologi transportasi berkelanjutan ke masyarakat luas.
Polytron Tawarkan Skema Kepemilikan Fleksibel
Skema BaaS juga diklaim membuat harga awal pembelian mobil listrik Polytron lebih terjangkau. Konsumen cukup membayar harga kendaraan tanpa baterai, lalu menyewa baterai sesuai durasi penggunaan. Hal ini diharapkan dapat menarik minat pembeli yang selama ini terbebani harga mobil listrik yang relatif tinggi karena mahalnya komponen baterai.
Pihak Polytron juga menekankan bahwa layanan sewa baterai mencakup penggantian baterai jika mengalami penurunan performa atau kerusakan, selama masih dalam masa langganan. Layanan ini menjamin konsumen tidak perlu khawatir terhadap biaya perawatan atau penggantian baterai di masa mendatang.
Dalam acara GIIAS 2025, Polytron turut menghadirkan simulasi perhitungan penghematan biaya yang menunjukkan perbedaan signifikan antara penggunaan mobil listrik dan mobil bensin. Simulasi ini disampaikan langsung kepada pengunjung agar mereka dapat memahami keuntungan jangka panjang dari kendaraan listrik.
Polytron menyatakan komitmennya untuk memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk pengembangan infrastruktur pengisian daya dan pusat layanan purna jual. Perusahaan ini juga menggandeng mitra lokal untuk mendukung penyediaan suku cadang dan komponen kendaraan.
Perusahaan juga mengungkap rencana ekspansi produksi mobil listrik ke skala nasional guna memenuhi permintaan pasar yang meningkat. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan transisi energi dan pengembangan industri kendaraan listrik domestik.
Peluncuran G3 dan G3+ ini menandai langkah besar Polytron dalam industri otomotif Indonesia. Produk tersebut tidak hanya menawarkan solusi transportasi hemat biaya, tetapi juga mendukung misi ramah lingkungan dan efisiensi energi nasional.
Mobil listrik Polytron dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan kebutuhan mobilitas di perkotaan. Dengan kapasitas baterai yang besar dan pengisian daya fleksibel, kendaraan ini dinilai mampu bersaing di pasar nasional.
Dengan kehadiran produk ini, Polytron berharap dapat mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di berbagai kalangan masyarakat. Fokus perusahaan pada inovasi dan layanan pelanggan menjadi nilai jual utama dalam memperkenalkan G3 dan G3+.
Sebagai bagian dari strategi pemasaran, Polytron akan mengadakan roadshow di beberapa kota besar di Indonesia setelah peluncuran di GIIAS. Langkah ini ditujukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada calon pembeli dan memperkuat kehadiran merek di sektor kendaraan listrik.
Kehadiran Polytron di sektor kendaraan listrik menambah pilihan baru di pasar otomotif Tanah Air. Peluncuran G3 dan G3+ juga menandai kolaborasi antara sektor teknologi dan otomotif lokal yang semakin berkembang dalam mendukung transformasi energi nasional.
Polytron mengklaim akan terus berinovasi dalam menghadirkan produk-produk kendaraan listrik lain di masa mendatang. Pengembangan model kendaraan dengan fitur dan teknologi baru akan menjadi prioritas perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap industri kendaraan listrik akan menjadi kunci kesuksesan implementasi produk seperti G3 dan G3+. Polytron berharap adanya insentif dan kemudahan regulasi untuk meningkatkan adopsi kendaraan listrik nasional.
Dalam peluncuran mobil listrik Polytron menandai babak baru dalam industri otomotif nasional. Dengan mengusung efisiensi biaya, skema kepemilikan fleksibel, dan jaminan nilai jual kembali, kendaraan ini menjadi alternatif menarik di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil listrik.
Langkah strategis Polytron ini patut dicermati sebagai bentuk adaptasi industri dalam menghadapi tantangan energi masa depan. Kehadiran mobil listrik ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi produsen lokal lainnya untuk mengembangkan produk serupa.
Dari sisi konsumen, kehadiran G3 dan G3+ membuka kesempatan lebih luas untuk merasakan manfaat mobil listrik tanpa harus menanggung biaya mahal di awal. Hal ini memungkinkan mobil listrik menjadi lebih inklusif dan mudah diakses berbagai kalangan.
Adopsi teknologi baterai sewa memberikan rasa aman bagi konsumen terhadap risiko penurunan kualitas baterai di masa depan. Dengan jaminan garansi seumur hidup, pengguna bisa fokus pada pemanfaatan kendaraan tanpa memikirkan perawatan baterai.
Ke depan, Polytron diharapkan terus mengembangkan dukungan infrastruktur seperti stasiun pengisian daya dan layanan purna jual yang mumpuni agar penggunaan mobil listrik semakin optimal di seluruh Indonesia. (*)





