Washington EKOIN.CO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pengumuman strategis terkait pengembangan cadangan minyak di Pakistan, negara Islam bersenjata nuklir di kawasan Asia Selatan. Dalam pernyataan resminya pada Kamis, 31 Juli 2025, Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah menyepakati kerja sama bilateral dengan Islamabad untuk mengeksplorasi dan mengelola cadangan minyak dalam jumlah sangat besar di negara tersebut.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Seperti dikutip dari Reuters, Trump menuliskan pernyataan tersebut melalui media sosial. “Kami baru saja menyelesaikan kesepakatan dengan Negara Pakistan, di mana Pakistan dan Amerika Serikat akan bekerja sama dalam mengembangkan cadangan minyak mereka yang sangat besar,” kata Trump.
Trump juga menambahkan bahwa proses pemilihan perusahaan minyak yang akan memimpin kemitraan tersebut sedang berlangsung. Ia menyebutkan keterlibatan Gedung Putih yang intens dalam pengurusan kesepakatan ini sebagai bagian dari agenda strategis energi dan perdagangan pemerintahannya.
Kesepakatan Energi Strategis antara AS dan Pakistan
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang menyusun strategi perdagangan yang melibatkan banyak negara. Di tengah proses itu, kesepakatan dengan Pakistan menjadi salah satu fokus utama. Trump menekankan bahwa kesepakatan ini akan berdampak signifikan terhadap penguatan cadangan energi Amerika Serikat.
Dalam unggahannya, Trump menyatakan, “Kami sangat sibuk di Gedung Putih hari ini mengerjakan kesepakatan perdagangan.” Ia juga menegaskan bahwa komunikasi intens telah dilakukan dengan berbagai pemimpin dunia untuk menjajaki peluang kerja sama ekonomi, termasuk di sektor energi.
Trump juga menyinggung jadwal pertemuan penting dengan delegasi perdagangan dari Korea Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari di Gedung Putih. Ia menyatakan bahwa Korea Selatan juga tengah menunjukkan minat dalam memperkuat hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat.
Meski Trump belum merinci lokasi pasti cadangan minyak di Pakistan, namun ia menegaskan bahwa besarnya volume cadangan tersebut menjadi alasan utama pemerintahannya segera mengamankan kerja sama bilateral di sektor energi ini.
Pakistan Dilibatkan dalam Agenda Energi Global AS
Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Pakistan terkait pengumuman Presiden Trump ini. Namun, berdasarkan kebijakan luar negeri kedua negara, kerja sama energi pernah menjadi salah satu agenda dalam pertemuan-pertemuan tingkat tinggi antara pejabat AS dan Pakistan pada tahun-tahun sebelumnya.
Kerja sama ini dinilai menjadi bagian dari strategi geopolitik Amerika Serikat untuk memperluas pengaruh energi di kawasan Asia Selatan, serta mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi dari kawasan Timur Tengah.
Sejauh ini, pengumuman Trump juga belum menyebutkan nilai investasi atau jangka waktu proyek eksplorasi dan pengembangan cadangan minyak di Pakistan. Perusahaan minyak Amerika yang akan dilibatkan juga masih dalam proses seleksi.
Trump menyebut bahwa seluruh proses ini akan dilakukan secara transparan dan akan melibatkan perusahaan-perusahaan energi terkemuka. Ia berharap kerja sama ini akan memperkuat keamanan energi Amerika Serikat dalam jangka panjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, AS memang aktif menjalin kemitraan energi dengan negara-negara yang memiliki cadangan sumber daya alam besar, sebagai bagian dari kebijakan diversifikasi energi nasional.
Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan Trump sebelumnya dalam mendorong peningkatan produksi minyak domestik dan internasional sebagai upaya mencapai kemandirian energi AS.
Meskipun Pakistan memiliki beberapa ladang minyak dan gas, potensi besar yang disebutkan oleh Trump belum terungkap secara publik. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa mungkin telah ditemukan cadangan minyak baru yang signifikan.
Trump sebelumnya dikenal sering menggunakan media sosial untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan penting secara langsung kepada publik, termasuk dalam bidang energi, ekonomi, dan pertahanan.
Kesepakatan dengan Pakistan ini juga kemungkinan akan berimplikasi pada hubungan strategis kedua negara yang selama ini berfluktuasi, terutama dalam isu keamanan kawasan dan perdagangan.
Dengan diumumkannya proyek energi bersama ini, diperkirakan akan ada peningkatan hubungan diplomatik antara Washington dan Islamabad dalam waktu dekat.
Para pengamat energi global akan mencermati tindak lanjut kesepakatan ini, terutama mengenai aspek investasi, eksplorasi, dan dampaknya terhadap pasar minyak dunia.
Sejauh ini belum ada informasi lanjutan mengenai peran perusahaan minyak Pakistan dalam proyek bersama ini atau apakah proyek akan berfokus pada eksplorasi baru atau peningkatan kapasitas ladang yang sudah ada.
Dalam waktu dekat, pernyataan lebih rinci kemungkinan akan dikeluarkan oleh Departemen Energi AS dan Kementerian Energi Pakistan untuk menindaklanjuti pengumuman ini.
dari pengumuman ini menunjukkan adanya upaya serius dari Amerika Serikat dalam memperluas jaringan energi global dengan menggandeng negara-negara strategis di luar kawasan tradisional penyedia energi.
Langkah pengembangan cadangan minyak di Pakistan oleh AS mencerminkan kecenderungan Amerika untuk mencari mitra baru di sektor energi, sekaligus memperluas pengaruh ekonominya di Asia Selatan.
Kerja sama ini dapat membuka peluang baru bagi Pakistan dalam meningkatkan pendapatan negara dari sektor energi, sekaligus memperkuat kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat.
Namun demikian, proyek ini juga menuntut pengawasan dan regulasi ketat agar pengelolaan sumber daya alam dapat berjalan secara transparan dan menguntungkan kedua belah pihak.
Diperlukan langkah-langkah strategis dan koordinasi lintas sektor agar kerja sama energi ini dapat berkelanjutan dan tidak menimbulkan konflik kepentingan di kemudian hari. (*)





