EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Putin Diminta Akhiri Perang Ekonomi Rusia Melemah, Risiko Kredit Macet Naik

Putin Diminta Akhiri Perang Ekonomi Rusia Melemah, Risiko Kredit Macet Naik

Ekonomi Rusia tertekan akibat perang Ukraina. Risiko kredit macet dan sanksi meningkat

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
31 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Moskow, EKOIN.CO – Ekonomi Rusia dilaporkan mengalami tekanan berat menyusul invasi ke Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022. Kondisi ini memunculkan spekulasi baru terkait kemungkinan Presiden Vladimir Putin mengakhiri konflik bersenjata demi menyelamatkan stabilitas domestik. Berbagai sektor ekonomi utama menunjukkan perlambatan, sementara lembaga keuangan bersiap menghadapi lonjakan kredit bermasalah akibat ketidakpastian yang berkepanjangan.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Data dari Bloomberg dan Reuters mengungkapkan bahwa tanda-tanda perlambatan ekonomi semakin nyata. Permintaan baja, sebagai salah satu indikator aktivitas industri, diperkirakan akan turun 10 persen sepanjang tahun 2025. Sementara itu, sektor perbankan menghadapi risiko gagal bayar yang meningkat tajam, meskipun laporan resmi belum sepenuhnya mencerminkan tingkat keparahan situasi tersebut.

Inflasi Masih Tinggi, Kredit Bermasalah Meningkat

Bank Sentral Rusia mencatat bahwa inflasi pada 2024 mencapai 9,5 persen, dan diperkirakan akan melambat menjadi 7 hingga 8 persen pada 2025. Proyeksi ini didasarkan pada kebijakan penurunan suku bunga yang mulai diterapkan secara bertahap sejak Juni. Meski demikian, tekanan harga masih terasa di berbagai sektor, memperburuk daya beli masyarakat dan membebani konsumsi domestik.

Pada saat yang sama, lembaga keuangan menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas likuiditas. Ancaman lonjakan kredit macet membuat bank-bank di Rusia harus meningkatkan cadangan kerugian dan meninjau ulang portofolio pinjaman mereka. Risiko sistemik mulai mengganggu kepercayaan investor, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Dalam kondisi ini, belanja militer yang meningkat tajam sejak awal invasi justru menjadi beban tambahan. Sumber daya fiskal yang sebelumnya dialokasikan untuk pembangunan ekonomi kini terkuras untuk mendukung operasi militer di Ukraina. Ini mempersempit ruang fiskal pemerintah Rusia untuk merespons gejolak ekonomi yang terjadi.

Sanksi Internasional dan Ancaman Gagal Bayar

Di sisi lain, tekanan eksternal kian menguat. Seperti dilaporkan Bloomberg, negara-negara Barat bersiap memberlakukan sanksi tambahan terhadap Rusia apabila konflik tidak menunjukkan tanda-tanda mereda menjelang pertengahan Agustus. Hal ini menambah ketidakpastian dan memperburuk iklim investasi.

Sanksi tersebut ditujukan untuk membatasi akses Rusia ke sistem keuangan global serta membatasi ekspor komoditas strategis. Jika diterapkan, hal ini berpotensi menurunkan pendapatan negara dari sektor energi dan memperbesar defisit anggaran. Investor pun menilai risiko gagal bayar utang negara semakin tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa prospek ekonomi Rusia bisa memburuk tajam jika tidak ada kebijakan drastis dari Kremlin. Beberapa analis memperkirakan, tanpa gencatan senjata, resesi teknikal akan sulit dihindari. Sebaliknya, penghentian konflik dapat membuka peluang negosiasi ulang terhadap sanksi dan meredakan tekanan ekonomi.

Meskipun sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Presiden Putin terkait kemungkinan penghentian perang, beberapa pejabat tinggi disebut-sebut mulai mempertimbangkan opsi diplomasi sebagai langkah strategis. Faktor domestik disebut menjadi pendorong utama, terutama mengingat gejolak sosial akibat inflasi dan pengangguran yang terus membayangi.

Tekanan terhadap rubel juga menjadi perhatian serius. Kurs mata uang Rusia terhadap dolar mengalami depresiasi selama kuartal kedua 2025, seiring dengan keluarnya modal asing dan pelemahan sektor ekspor. Hal ini memperburuk beban impor dan mempercepat inflasi barang konsumsi.

Di tengah situasi ini, kalangan pelaku usaha mendesak pemerintah untuk memberikan kepastian arah kebijakan ekonomi. Ketidakpastian jangka panjang dikhawatirkan dapat memperparah eksodus modal dan membekukan investasi baru. Industri manufaktur dan pertanian adalah sektor yang paling terdampak oleh stagnasi ini.

Lembaga riset ekonomi dalam negeri memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, pertumbuhan ekonomi Rusia bisa terkontraksi hingga 1,5 persen pada akhir 2025. Penurunan ini menghapus pertumbuhan yang sempat terjadi pada awal invasi, yang sebagian besar ditopang oleh belanja militer dan ekspor energi.

Situasi fiskal pemerintah pun menjadi sorotan. Defisit anggaran negara tercatat membengkak sejak awal 2024, memaksa otoritas fiskal mencari sumber pembiayaan alternatif. Dalam beberapa bulan terakhir, penerbitan surat utang meningkat, namun permintaan investor terbatas karena tingginya risiko.

Ketergantungan pada pasar domestik semakin membatasi ruang gerak ekonomi Rusia. Sanksi yang membatasi akses teknologi dan komponen penting turut memperlambat produktivitas dan memperbesar biaya produksi. Hal ini memperlemah daya saing industri Rusia di pasar global.

Analis memperkirakan bahwa keputusan politik Kremlin dalam beberapa pekan ke depan akan sangat menentukan arah ekonomi. Jika eskalasi konflik berlanjut, kemungkinan penurunan peringkat kredit nasional oleh lembaga pemeringkat internasional menjadi lebih besar.

Kesimpulan dari laporan Bloomberg dan Reuters menunjukkan bahwa ekonomi Rusia kini berada dalam tekanan ganda: dari dalam akibat struktur fiskal dan perbankan yang rapuh, dan dari luar karena sanksi dan isolasi ekonomi. Perubahan kebijakan dinilai perlu segera dilakukan untuk menghindari krisis ekonomi yang lebih dalam.

Sebagian pihak menganggap bahwa langkah penghentian perang dapat menjadi kunci untuk mengembalikan stabilitas ekonomi dan membuka jalur negosiasi global. Namun, sejauh ini belum ada sinyal kuat dari pemerintah Rusia untuk bergerak ke arah itu.

Dalam jangka pendek, pemerintah Rusia mungkin akan mempertahankan strategi bertahan sambil memonitor dinamika geopolitik dan tekanan ekonomi domestik. Namun, jika tekanan sosial meningkat, perubahan kebijakan bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Krisis ekonomi saat ini memberikan pelajaran penting tentang batas ketahanan fiskal dan ekonomi nasional dalam menghadapi konflik berkepanjangan. Berbagai negara kini memantau respons Rusia sebagai bahan pertimbangan dalam strategi geopolitik ke depan.

ekonomi Rusia berada pada titik kritis. Keputusan politik akan menjadi faktor penentu utama dalam beberapa bulan mendatang. Stabilitas domestik hanya dapat dijaga melalui langkah-langkah diplomasi yang konkret dan penyesuaian kebijakan ekonomi secara menyeluruh.

Melihat kondisi ini, para pengambil kebijakan diharapkan dapat menyeimbangkan antara kebutuhan keamanan nasional dan kesejahteraan ekonomi. Langkah deeskalasi konflik dinilai penting untuk menghindari krisis yang lebih dalam dan berkepanjangan.

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan ekonomi dan komunikasi yang jelas kepada masyarakat menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan publik. Kejelasan arah kebijakan dapat meminimalkan ketidakpastian dan memulihkan stabilitas pasar.

Pemerintah juga perlu menjalin kembali kerja sama ekonomi internasional untuk membuka akses ke teknologi dan pasar global. Ini penting guna mempercepat pemulihan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Secara keseluruhan, ketahanan ekonomi Rusia akan sangat bergantung pada keputusan Kremlin dalam beberapa waktu ke depan. Opsi damai dinilai sebagai jalan keluar yang dapat membawa keuntungan strategis jangka panjang, baik di bidang ekonomi maupun politik.(*)


 

Tags: ekonomi Rusiainflasikredit macetperang Ukrainasanksi internasionalVladimir Putin
Post Sebelumnya

Dedikasi Emil Salim Dihargai sebagai Perintis Lingkungan

Post Selanjutnya

Pelatih Vietnam Bantah Ganggu Timnas Indonesia U23

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Pelatih Vietnam Bantah Ganggu Timnas Indonesia U23

Pelatih Vietnam Bantah Ganggu Timnas Indonesia U23

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.