EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
TNI AU Operasikan Jet Tempur dari Lima Negara Semakin Lengkap

TNI AU Operasikan Jet Tempur dari Lima Negara Semakin Lengkap

TNI AU kini diperkuat berbagai jet tempur dari Amerika, Rusia, Prancis, Inggris, dan Korea Selatan. Modernisasi dilakukan demi hadapi tantangan udara kawasan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
1 Agustus 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Indonesia kini memperkuat pertahanan udaranya dengan sejumlah pesawat tempur canggih dari berbagai negara. TNI Angkatan Udara (TNI AU) tak lagi bergantung pada satu jenis jet, melainkan mengoperasikan beragam armada tempur modern. Langkah ini menjadikan langit Indonesia semakin tangguh dan diperhitungkan oleh negara-negara tetangga.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Menurut laporan VIVA.co.id yang tayang pada Kamis, 31 Juli 2025 pukul 01:00 WIB, jet tempur yang dioperasikan TNI AU berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Inggris, hingga Korea Selatan. Keberagaman ini mencerminkan strategi Indonesia dalam menjalin kerja sama pertahanan dengan banyak negara.

Jet Tempur Berteknologi Tinggi Lengkapi Armada TNI AU

Salah satu pesawat yang masih menjadi tulang punggung TNI AU adalah F-16 Fighting Falcon buatan Amerika Serikat. Pesawat ini sudah lama digunakan, namun tetap diandalkan berkat modernisasi pada beberapa unitnya. Selain itu, Indonesia juga mengoperasikan jet tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 buatan Rusia, yang dikenal dengan kemampuan manuver tinggi dan daya gempur besar.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Tak hanya itu, TNI AU kini juga diperkuat oleh pesawat tempur ringan T-50i Golden Eagle dari Korea Selatan. Jet ini digunakan terutama untuk pelatihan pilot tempur, namun dapat pula diandalkan untuk misi tempur terbatas. TNI AU memiliki 16 unit T-50i yang aktif beroperasi di sejumlah pangkalan udara.

Jet tempur Hawk 209 buatan Inggris juga masih aktif digunakan oleh Indonesia. Pesawat ini dikenal sebagai jet tempur ringan yang lincah dan tangguh dalam operasi-operasi di medan tropis. Selain itu, Prancis juga menyuplai Indonesia dengan jet tempur modern Dassault Rafale yang mulai diterima Indonesia sejak 2024 lalu.

Modernisasi dan Diversifikasi Kekuatan Udara Indonesia

Modernisasi armada jet tempur menjadi fokus utama TNI AU. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi ancaman di kawasan Asia Tenggara yang semakin kompleks. Penguatan armada udara juga sejalan dengan peningkatan anggaran pertahanan yang dicanangkan pemerintah sejak 2022.

Kepala Staf TNI AU Marsekal Fadjar Prasetyo sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan kekuatan udara yang adaptif dan mumpuni. “Kami menyiapkan postur kekuatan udara yang mampu menjawab tantangan regional dan global. Pengadaan alutsista strategis merupakan bagian dari rencana jangka panjang pertahanan nasional,” ujarnya dikutip dari VIVA.co.id.

Pengadaan jet tempur Rafale dari Prancis menandai komitmen Indonesia terhadap diversifikasi alutsista. Rafale dikenal sebagai jet tempur generasi 4.5 dengan kemampuan tempur multirole. Pesawat ini memungkinkan Indonesia memiliki fleksibilitas dalam operasi udara jarak dekat maupun jarak jauh.

Selain Rafale, Indonesia juga berminat pada pesawat tempur KF-21 Boramae hasil kerja sama Korea Selatan dan Indonesia. Beberapa unit prototipe telah diperlihatkan ke publik dan diharapkan produksi massal segera dimulai untuk memperkuat kekuatan udara nasional.

Upaya penguatan TNI AU tidak hanya berfokus pada pengadaan jet baru, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pilot dan teknisi TNI AU secara rutin mengikuti pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menghadapi perkembangan teknologi aviasi militer.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa penguasaan teknologi oleh prajurit adalah kunci utama. “Alutsista modern memerlukan kemampuan pengoperasian dan pemeliharaan yang tinggi. Oleh karena itu, kami terus membangun kapasitas SDM,” tegasnya dalam sebuah pernyataan resmi.

Langkah Indonesia dalam memperkuat pertahanan udara juga didukung oleh kerja sama regional dan internasional. Latihan gabungan dengan negara sahabat rutin dilakukan, termasuk latihan udara bersama yang meningkatkan interoperabilitas TNI AU dengan angkatan udara lain.

TNI AU juga memperkuat sistem pertahanan udara nasional melalui radar jarak jauh dan sistem kendali tempur. Hal ini mendukung pengawasan wilayah udara secara menyeluruh, terutama di kawasan perbatasan dan wilayah strategis lainnya.

Armada jet tempur Indonesia saat ini tersebar di berbagai pangkalan udara utama, seperti di Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Iswahjudi, Lanud Roesmin Nurjadin, dan Lanud Hasanuddin. Setiap pangkalan memiliki spesialisasi dan peran penting dalam operasi pertahanan nasional.

Penguatan pertahanan udara ini menjadi salah satu komponen penting dalam kebijakan pertahanan Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian pemerintah terhadap alutsista udara meningkat signifikan, terutama dalam menghadapi dinamika keamanan di Laut Cina Selatan dan perbatasan wilayah udara nasional.

Dengan hadirnya jet tempur dari berbagai negara, Indonesia berupaya menciptakan keseimbangan strategis di kawasan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kedaulatan dan mendukung diplomasi pertahanan.

Secara keseluruhan, kekuatan udara Indonesia kini menjadi lebih beragam dan tangguh. Ke depan, Indonesia diperkirakan akan terus mengembangkan teknologi pertahanan, termasuk kemungkinan pengembangan jet tempur lokal dalam jangka panjang.

dari langkah TNI AU ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi bertumpu pada satu negara produsen alutsista. Diversifikasi ini memberi ruang strategis untuk negosiasi dan peningkatan kemampuan pertahanan secara mandiri.

TNI AU juga menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan wilayah udara, seiring dengan semakin kompleksnya ancaman. Armada jet tempur yang beragam menjadi simbol kesiapan Indonesia menghadapi berbagai kemungkinan konflik di udara.

Peningkatan anggaran dan modernisasi pesawat merupakan bagian dari grand strategy pertahanan nasional. Langkah ini mendapat dukungan politik luas karena menyangkut kepentingan nasional jangka panjang.

Dengan fokus pada pengembangan SDM dan kerja sama internasional, TNI AU kini lebih siap dalam menghadapi tantangan di era modern. Modernisasi tidak hanya soal alat, tapi juga kesiapan personel dan doktrin.

Pemerintah diharapkan terus mendukung TNI AU melalui kebijakan jangka panjang yang konsisten. Penguatan pertahanan udara menjadi elemen penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional di tengah dinamika global yang cepat berubah. (*)


 

Tags: indonesiaJEt tempurpertahanan udaraRafaleSukhoiTNI AU
Post Sebelumnya

Tujuh Obat Herbal Ampuh Sembuhkan Prostat

Post Selanjutnya

Bentrokan Sudan Selatan-Uganda Tewaskan Enam Orang

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Bentrokan Sudan Selatan-Uganda Tewaskan Enam Orang

Bentrokan Sudan Selatan-Uganda Tewaskan Enam Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.