EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Ekspor Nonmigas Kuat, Neraca Dagang RI Masih Surplus

Sumber dok bi.go.id

Ekspor Nonmigas Kuat, Neraca Dagang RI Masih Surplus

Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna menjaga ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Agus DJ oleh Agus DJ
2 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 4,10 miliar dolar AS pada Juni 2025. Capaian ini memperpanjang tren surplus yang tercatat pada Mei 2025 sebesar 4,30 miliar dolar AS.

Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa surplus perdagangan pada bulan Juni didorong oleh sektor nonmigas. Surplus neraca nonmigas mencapai 5,21 miliar dolar AS, dengan ekspor nonmigas senilai 22,33 miliar dolar AS.

Ekspor berbasis sumber daya alam seperti lemak serta minyak hewani dan nabati tetap dominan. Di sisi lain, produk manufaktur kimia juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja ekspor tersebut.

Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi mitra dagang utama. Ketiga negara itu tetap menyerap sebagian besar produk nonmigas Indonesia, memperkuat posisi ekspor nasional di tengah dinamika global.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas tercatat menurun menjadi 1,11 miliar dolar AS. Penurunan ini terjadi karena impor migas turun lebih besar dibanding ekspor migas.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

Ketahanan Eksternal Diperkuat

Bank Indonesia menilai, surplus neraca perdagangan ini memberikan dampak positif terhadap stabilitas eksternal ekonomi nasional. Hal ini memperkuat cadangan devisa dan ketahanan terhadap tekanan eksternal.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain untuk meningkatkan ketahanan eksternal,” demikian pernyataan resmi BI yang diterima redaksi, Jumat (1/8/2025).

Pada periode 28 Juli hingga 1 Agustus 2025, nilai tukar Rupiah bergerak fluktuatif. Pada 31 Juli, Rupiah ditutup pada level Rp16.450 per dolar AS dan dibuka kembali di Rp16.500 pada pagi hari berikutnya.

Sejalan dengan itu, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke 6,56 persen. Kenaikan ini mencerminkan antisipasi pasar terhadap sentimen global dan pengaruh pasar keuangan Amerika Serikat.

Yield US Treasury Note 10 tahun tercatat turun ke level 4,374 persen. Sementara indeks dolar AS (DXY) menguat ke 99,97, mengindikasikan penguatan mata uang AS terhadap sejumlah mata uang utama.

Pergerakan Modal Asing

Bank Indonesia juga melaporkan pergerakan aliran modal asing selama pekan keempat Juli 2025. Tercatat terjadi jual neto oleh nonresiden sebesar Rp16,24 triliun di pasar keuangan domestik.

Rinciannya, nonresiden melakukan jual neto sebesar Rp2,27 triliun di pasar saham, Rp1,37 triliun di pasar SBN, dan Rp12,60 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan hingga 31 Juli 2025, nonresiden mencatat jual neto Rp58,69 triliun di pasar saham dan Rp77,39 triliun di SRBI. Namun, terdapat beli neto Rp59,07 triliun di pasar SBN.

Bank Indonesia menyampaikan bahwa premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun pada 31 Juli 2025 berada di level 71,40 basis poin, naik dari posisi 69,94 basis poin pada 25 Juli.

Koordinasi antara BI, Pemerintah, dan otoritas keuangan lain terus diperkuat. Strategi bauran kebijakan dioptimalkan demi mendukung ketahanan eksternal perekonomian nasional secara berkelanjutan.

Dukungan Kebijakan Berkelanjutan

Bank Indonesia juga menyampaikan bahwa kondisi global dan domestik terus menjadi perhatian utama. Volatilitas pasar menjadi pertimbangan penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

Dengan ketatnya dinamika eksternal, penguatan instrumen bauran kebijakan terus dilakukan. Fokus utama tetap pada stabilisasi nilai tukar dan pengelolaan arus modal asing.

Peran BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah juga sejalan dengan kebijakan fiskal Pemerintah. Langkah koordinatif ini menjadi landasan dalam mengantisipasi tekanan eksternal lebih lanjut.

Kinerja positif neraca perdagangan memberikan ruang bagi penguatan cadangan devisa nasional. Bank Indonesia berharap tren ini terus berlanjut seiring peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi.

Langkah-langkah penguatan fundamental ekonomi nasional terus dikembangkan, termasuk penguatan daya saing sektor ekspor dan penurunan ketergantungan pada impor energi.

Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2025 menjadi indikator positif di tengah ketidakpastian global. Sektor nonmigas yang tetap solid berhasil menjadi penopang utama kinerja perdagangan.

Bank Indonesia memandang surplus ini sebagai momentum untuk memperkuat stabilitas ekonomi eksternal. Komitmen untuk menjaga nilai tukar, memperkuat cadangan devisa, dan menstabilkan pasar keuangan terus digencarkan.

Dengan koordinasi lintas otoritas dan penerapan bauran kebijakan adaptif, Indonesia memiliki potensi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan global.(*)

Tags: aliran modal asingBank IndonesiaCDS Indonesia.defisit migasekonomi Indonesiaekspor ke Tiongkokekspor nonmigasinflasineraca perdagangannilai tukar rupiahperdagangan migasSBNSRBIstabilitas ekonomisurplus ekspor
Post Sebelumnya

Inflasi Pangan Meningkat, Bank Indonesia Fokus Pasokan

Post Selanjutnya

Candra Negara Resmi Dilantik Dubes RI oleh Presiden Prabowo

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Post Selanjutnya
Candra Negara Resmi Dilantik Dubes RI oleh Presiden Prabowo

Candra Negara Resmi Dilantik Dubes RI oleh Presiden Prabowo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.