EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Harga Tomat dan Cabai Anjlok di Pasangkayu

Harga Tomat dan Cabai Anjlok di Pasangkayu

Harga tomat dan cabai turun drastis di Pasangkayu. Pedagang mengeluh keuntungan berkurang meski harga murah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
3 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pasangkayu EKOIN.CO – Harga sejumlah komoditas sayuran mengalami penurunan tajam di Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat dalam sepekan terakhir. Kondisi ini berdampak signifikan pada aktivitas perdagangan di pasar tradisional tersebut.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Penurunan harga terjadi pada beberapa jenis sayuran utama, seperti tomat dan cabai. Harga tomat yang sebelumnya mencapai Rp22 ribu per kilogram kini hanya dijual seharga Rp10 ribu per kilogram. Cabai keriting yang sebelumnya Rp60 ribu turun menjadi Rp30 ribu per kilogram, sementara cabai rawit dari Rp50 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan harga bawang merah yang justru mengalami kenaikan dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Untuk bawang putih, harga terpantau stabil di kisaran Rp40 ribu per kilogram tanpa adanya perubahan dalam beberapa waktu terakhir.

Pedagang Mengeluhkan Perputaran Barang yang Lambat

Ading, seorang pedagang sayuran di Pasar Randomayang, mengungkapkan bahwa penurunan harga sudah terjadi selama sekitar satu pekan terakhir. Ia menyampaikan bahwa situasi ini bukan pertama kali terjadi dan biasa terjadi saat musim panen raya di daerah penghasil.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

“Kalau harga mahal malah lebih cepat laku, soalnya orang buru-buru beli karena takut naik lagi. Kalau murah begini, pembeli malah santai, jualan jadi agak lambat,” ujar Ading saat ditemui Sabtu (2/8/2025), sambil menata cabai dagangannya.

Menurutnya, fluktuasi harga sayuran sangat tergantung pada musim dan ketersediaan stok dari daerah penghasil. Salah satu daerah yang menjadi pemasok utama adalah Palu, Sulawesi Tengah. Ketika pasokan dari wilayah ini melimpah, harga langsung menyesuaikan.

“Kami sih ikut harga dari pengepul. Kalau barang dari atas murah, ya kita ikut murah. Tapi tetap berharap harga stabil, jangan terlalu anjlok,” kata Ading menambahkan.

Musim Panen Sebabkan Harga Menurun

Dari penuturan para pedagang, turunnya harga ini berkaitan langsung dengan musim panen yang tengah berlangsung. Banyak petani di daerah penghasil tengah memanen hasil tanamannya sehingga pasokan membanjiri pasar.

Fenomena kelebihan pasokan ini menyebabkan harga anjlok di tingkat pengepul. Imbasnya dirasakan langsung oleh pedagang eceran seperti di Pasar Randomayang. Harga jual di tingkat konsumen pun menurun drastis.

Kendati demikian, pedagang berharap agar harga tidak terus menurun. Harga yang terlalu rendah menyulitkan mereka dalam menjaga margin keuntungan. Selain itu, perputaran barang justru menjadi lambat karena pembeli tidak merasa terdesak untuk segera membeli.

Pasar Randomayang sendiri menjadi salah satu pusat perdagangan sayuran di Kecamatan Bambalamotu, tempat bertemunya pedagang dan pembeli dari berbagai desa sekitar. Oleh karena itu, fluktuasi harga di pasar ini menjadi indikator penting dalam stabilitas harga sayur-mayur di wilayah Pasangkayu.

Dari pantauan di lapangan, kondisi serupa juga terjadi pada pedagang lainnya yang menyebut penurunan harga berdampak pada pendapatan harian mereka. Meskipun harga murah biasanya menguntungkan konsumen, bagi pedagang ini berarti keuntungan berkurang.

Harga yang terus berubah juga membuat sebagian pedagang kesulitan dalam memperkirakan jumlah stok yang harus disiapkan. Jika stok terlalu banyak saat harga murah dan barang tidak cepat terjual, dikhawatirkan sayuran akan membusuk dan menimbulkan kerugian.

Perubahan harga ini juga berdampak pada sistem distribusi. Pengepul cenderung menurunkan harga pembelian dari petani, sehingga mata rantai distribusi mengalami tekanan dari sisi margin keuntungan.

Dari sisi konsumen, kondisi ini memberi keuntungan karena harga sayuran menjadi lebih terjangkau. Namun, menurut beberapa pembeli, mereka tidak langsung membeli banyak karena menganggap harga masih bisa lebih turun.

Fluktuasi seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang yang harus menyesuaikan diri dengan kondisi pasar. Banyak dari mereka berharap pemerintah daerah bisa memberikan solusi agar harga lebih stabil, seperti pengaturan pasokan atau penyimpanan hasil panen.

fenomena harga murah tidak selalu berdampak positif bagi semua pihak di rantai perdagangan. Di sisi petani dan pedagang, harga rendah bisa berarti kerugian. Sedangkan bagi konsumen, ini menjadi waktu yang tepat untuk berbelanja hemat.

Para pedagang berharap adanya intervensi dari pemerintah untuk menstabilkan harga. Salah satu bentuk intervensi bisa berupa pengaturan distribusi hasil panen dari daerah penghasil agar tidak menumpuk di pasar lokal secara bersamaan.

Sementara itu, bagi pembeli, diharapkan bisa tetap mendukung pedagang lokal dengan membeli secara rutin, meskipun harga sedang turun. Dukungan ini membantu menjaga keberlangsungan pasar tradisional.

Sebagai solusi jangka panjang, pengembangan sistem penyimpanan dan pendinginan hasil pertanian bisa menjadi langkah strategis agar komoditas tidak langsung dijual dalam waktu bersamaan dan menekan harga.

Pasar tradisional seperti di Pasangkayu menjadi barometer penting dalam ekonomi lokal. Oleh karena itu, stabilitas harga menjadi kebutuhan semua pihak demi kelangsungan perdagangan dan kesejahteraan masyarakat. (*)


 

Tags: bawang merahcabaiharga sayurPasangkayupedagang pasartomat
Post Sebelumnya

Teknik Menanam Semangka Agar Cepat Panen Dan Manis

Post Selanjutnya

China Balas Tarif AS, Ketegangan Perang Dagang Memuncak

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
China Balas Tarif AS, Ketegangan Perang Dagang Memuncak

China Balas Tarif AS, Ketegangan Perang Dagang Memuncak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.