EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM
taara Google

Internet Tanpa Kabel Google Hadirkan Kecepatan Kilat

Google mengumumkan teknologi internet nirkabel berbasis laser yang diklaim mampu mengirimkan data hingga 100 kali lebih cepat dibanding layanan satelit orbit rendah seperti Starlink. Proyek ini diberi nama Taara, dan hadir sebagai alternatif penghubung internet di wilayah sulit dijangkau jaringan kabel konvensional.

Ibnu Gozali oleh Ibnu Gozali
3 Agustus 2025
Kategori RAGAM, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Google meluncurkan inovasi terbaru dalam dunia konektivitas internet, sebuah teknologi nirkabel berbasis laser yang dijuluki Taara. Sistem ini diklaim mampu menghadirkan kecepatan transmisi data hingga 100 kali lebih cepat dibandingkan layanan internet satelit orbit rendah seperti Starlink. Proyek ambisius ini dirancang sebagai solusi alternatif untuk menyediakan akses internet di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur kabel konvensional.

Taara, singkatan dari Terabit Access for Rural and Remote Areas, adalah hasil pengembangan tim Google X yang kini telah bertransformasi menjadi perusahaan mandiri sejak Maret 2025. Teknologi ini memanfaatkan komunikasi optik nirkabel, di mana data ditransmisikan menggunakan sinar laser tak kasat mata dari satu titik ke titik lainnya. Syarat utama operasionalnya adalah adanya garis pandang langsung antara perangkat pemancar dan penerima.

Dalam pengujian yang telah dilakukan di lebih dari 12 negara, termasuk India dan Republik Demokratik Kongo, Taara menunjukkan performa yang mengesankan dengan kecepatan transmisi data mencapai 20 gigabit per detik (Gbps). Sebagai perbandingan, layanan Starlink milik SpaceX umumnya memiliki kecepatan maksimum rata-rata sekitar 100 hingga 200 megabit per detik (Mbps), atau setara dengan 0,1–0,2 Gbps. Hal ini menunjukkan bahwa sistem Taara menawarkan kecepatan yang jauh lebih unggul, bahkan hingga 100 kali lipat dalam kondisi optimal. Perangkat utama Taara, Lightbridge, didesain menyerupai kamera pengawas dan dapat dipasang dengan mudah di atap gedung atau menara BTS, memungkinkan penyebaran yang cepat dan efisien.

Solusi Hemat Biaya dan Efisien Energi

Keunggulan lain dari Taara adalah efisiensi biaya dan energi yang ditawarkannya. Berbeda dengan Starlink yang mengandalkan ribuan satelit di orbit rendah, Taara beroperasi pada jarak dekat ke permukaan Bumi. Ini menghasilkan latensi yang rendah dan stabilitas koneksi yang lebih baik, terutama di area perkotaan atau pinggiran kota. Teknologi ini didukung oleh chip fotonik mini rancangan Google yang mampu mengarahkan sinar cahaya secara presisi tanpa memerlukan komponen mekanik, menjadikan perangkat lebih tahan lama dan hemat daya. Setiap unit Lightbridge hanya membutuhkan daya sekitar 40 watt, setara dengan konsumsi lampu LED rumah tangga, menjadikannya lebih hemat energi dibandingkan infrastruktur satelit atau repeater microwave.

Dari segi biaya, Taara menawarkan solusi yang lebih ekonomis dibandingkan jaringan fiber optik atau Starlink untuk penyediaan konektivitas jarak menengah. Pemasangan Taara dapat diselesaikan dalam hitungan jam tanpa perlu penggalian kabel atau peluncuran satelit, sehingga biaya instalasi dan perawatannya jauh lebih rendah. Vishal Arora, General Manager Google Taara, menjelaskan, “Ini seperti memasang kabel fiber, tapi lewat udara.” Pernyataan ini dikutip dari Wired, Minggu (3/8/2025), yang menggambarkan kemudahan dan kecepatan implementasi Taara. Dalam pengujian di Sungai Kongo, yang memisahkan Kinshasa dan Brazzaville, perangkat ini bahkan mampu menghadirkan koneksi antarnegara hanya dalam hitungan jam, tanpa membutuhkan pembangunan infrastruktur kabel yang rumit.

Berita Menarik Pilihan

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

Penting untuk dicatat bahwa teknologi Taara tidak dirancang untuk lokasi yang sangat terpencil seperti lautan atau hutan belantara, yang menjadi target utama Starlink. Sebaliknya, Taara ditujukan untuk wilayah di mana penggelaran kabel menjadi terlalu mahal, namun masih memungkinkan adanya jalur pandang langsung, seperti antar-puncak gedung tinggi, bukit, atau menara BTS. Google telah menjalin kerja sama dengan operator lokal dan global, termasuk Digicomm International, untuk memperluas distribusi Lightbridge ke Amerika Serikat, India, dan negara-negara berkembang lainnya. Di Afrika, perangkat ini telah digunakan untuk menghubungkan jaringan fiber antarnegara tanpa perlu membangun infrastruktur darat melintasi sungai. Dengan kombinasi kecepatan tinggi, efisiensi daya, dan biaya instalasi yang rendah, Google berharap Taara dapat mempercepat perluasan akses internet global secara lebih terjangkau dan cepat dibandingkan pendekatan konvensional.

Teknologi Taara dari Google menjanjikan sebuah revolusi dalam penyediaan akses internet, khususnya di daerah-daerah yang selama ini terkendala oleh keterbatasan infrastruktur. Dengan kecepatan yang sangat tinggi dan biaya implementasi yang relatif rendah, Taara membuka peluang besar untuk mengurangi kesenjangan digital di banyak negara. Penting bagi pemerintah dan penyedia layanan internet untuk mempertimbangkan adopsi teknologi ini sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperluas cakupan internet.

Meskipun demikian, ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi, seperti kebutuhan akan garis pandang langsung yang mungkin sulit dipenuhi di beberapa medan geografis tertentu. Kolaborasi antara Google dengan operator lokal dan global harus terus diperkuat untuk memastikan bahwa implementasi Taara dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi spesifik setiap wilayah. Selain itu, edukasi mengenai manfaat dan cara kerja teknologi ini juga perlu digalakkan.

Taara merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya menyediakan internet bagi lebih banyak orang di seluruh dunia. Kemampuannya untuk mentransmisikan data dengan kecepatan luar biasa melalui sinar laser, tanpa perlu kabel fisik atau satelit orbit rendah, adalah sebuah terobosan. Ini bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang efisiensi biaya dan kemudahan pemasangan yang belum pernah ada sebelumnya.

Solusi ini sangat ideal untuk menghubungkan area perkotaan yang padat atau daerah pinggiran yang sulit dijangkau, mengisi celah di mana pembangunan infrastruktur fiber optik terlalu mahal atau memakan waktu. Dengan berfokus pada konektivitas antar-mitra atau antar-wilayah, Taara berpotensi menjadi tulang punggung baru dalam jaringan internet global. Harapannya, inovasi ini akan mempercepat inklusi digital dan membuka pintu bagi pertumbuhan ekonomi serta pendidikan di banyak komunitas. ( * )

Tags: Akses InternetGoogleInternet NirkabelKonektivitas CepatTaaraTeknologi Laser
Post Sebelumnya

Kebakaran Siang Bolong Hanguskan Permukiman Padat di Cempaka Putih

Post Selanjutnya

Sumur Bor dan Tower Air Bersih Kamanglale Hampir Rampung, Satgas TMMD 125 Kodim 1506/Namlea Dibantu Masyarakat

Ibnu Gozali

Ibnu Gozali

Berita Terkait

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan instruksi di pinggir lapangan saat laga semifinal melawan Jepang di Indonesia Arena. Meski sukses membawa Indonesia ke final Piala Asia untuk pertama kalinya, Souto menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah keringat para pemainnya secara keseluruhan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaan di Piala Asia Futsal. Pada edisi sebelumnya di Kuwait 2022, langkah Merah...

Penyerang Persik, Adrian Luna menjadi tumpuan saat menjalani tiga laga kandang. (iG Persik)

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Persik dijadwalkan menjalani tiga laga kandang beruntun di Stadion Brawijaya, masing-masing menghadapi Dewa United (7 Februari), PSIM Yogyakarta (13 Februari),...

Anthony Ginting menjadi penentu kemenangan tim beregu Indonesia saat mengalahkan Malaysia dalam kejuaraan beregu di Tiongkok (IG PBSI)

Pupus Sudah Harapan Malaysia, Ginting Pastikan Tetangga Tak Berkutik di Partai Penentu

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Pada gim kedua, Kong tampil lebih agresif dan memimpin sejak awal. Ginting tertinggal di interval dan harus mengakui keunggulan lawannya...

Seorang petugas sedang menyiapkan teleskop untuk pemantauan hilal.

BRIN Prediksi Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Beda, Thomas Djamaluddin: Jatuh 19 Februari 2026

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Thomas menilai perbedaan ini merupakan hal yang wajar dalam praktik penentuan kalender hijriah, mengingat setiap lembaga memiliki pendekatan ilmiah dan...

Post Selanjutnya
Sumur Bor dan Tower Air Bersih Kamanglale Hampir Rampung, Satgas TMMD 125 Kodim 1506/Namlea Dibantu Masyarakat

Sumur Bor dan Tower Air Bersih Kamanglale Hampir Rampung, Satgas TMMD 125 Kodim 1506/Namlea Dibantu Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.