EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Ancaman Tsunami Asia Timur Usai Gempa Besar di Rusia

Sumber dok itb.ac.id

Ancaman Tsunami Asia Timur Usai Gempa Besar di Rusia

Prof. Irwan menyebut Kamchatka sangat mirip dengan kawasan rawan gempa di Indonesia, seperti pantai barat Sumatra dan selatan Jawa, sehingga potensi kejadian serupa sangat mungkin terjadi.

Agus DJ oleh Agus DJ
3 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, LINGKUNGAN, PERISTIWA, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7/2025), dengan magnitudo tercatat mencapai 8,7. Peristiwa ini mengejutkan para peneliti karena terjadi di zona seismic gap, wilayah yang lama tidak menunjukkan aktivitas seismik besar namun secara historis pernah mengalami gempa besar.

Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB sekaligus pakar gempa, menjelaskan bahwa zona ini mencakup wilayah utara Kamchatka yang pernah dilanda gempa magnitudo 9 pada 1950-an. Sementara itu, bagian selatan pernah diguncang gempa 8,1 pada 1960–1970-an.

“Dalam kurun 80–100 tahun terakhir, Kamchatka belum pernah mengalami gempa di atas magnitudo 8. Maka, potensi terjadinya gempa besar seperti ini sudah diprediksi,” kata Prof. Irwan kepada EKOIN.CO saat diwawancarai secara daring.

Beliau mengungkapkan bahwa karakter tektonik Kamchatka serupa dengan beberapa wilayah Indonesia, seperti pantai barat Sumatra, selatan Jawa, dan utara Halmahera. Dengan kondisi seperti ini, kemungkinan gempa besar kembali terjadi tetap tinggi.

Prof. Irwan juga menyampaikan bahwa beliau pernah melakukan studi langsung di Kamchatka dan mencermati aktivitas tektonik serta pola sejarah gempanya.

Berita Menarik Pilihan

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

Gempa Awalan dan Gempa Susulan

Gempa utama yang terjadi, menurut Prof. Irwan, didahului oleh gempa awal (foreshock) berkekuatan magnitudo 7 sekitar seminggu sebelumnya. Foreshock baru bisa dipastikan jika gempa utama kemudian benar-benar terjadi.

“Setelah gempa utama, kita biasanya menghadapi serangkaian gempa susulan (aftershock). Dalam kasus tertentu, seperti di Lombok tahun 2018, gempa susulan bisa justru lebih besar,” jelasnya.

Namun, ia menambahkan bahwa jika mengikuti pola umum, maka gempa susulan di Kamchatka kemungkinan memiliki magnitudo lebih kecil. Meski Kamchatka berpenduduk jarang, potensi kerusakan tetap perlu diantisipasi, termasuk ancaman tsunami.

Beliau juga menyampaikan bahwa ketebalan lempeng di zona tersebut menambah kompleksitas gempa, serta potensi getaran yang meluas ke wilayah sekitarnya.

Sejauh ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa atau kerusakan besar. Namun, sejumlah pemukiman kecil dilaporkan mengalami keretakan ringan di bangunan.

Ancaman Guncangan dan Tsunami ke Asia Timur

Gempa sebesar ini, menurut Prof. Irwan, bisa menimbulkan guncangan sangat kuat di kawasan sekitarnya. Ia menyebut bahwa utara Hokkaido, Jepang, berpotensi mengalami guncangan dengan intensitas 8 hingga 9 dalam skala intensitas seismik Jepang.

Hal yang lebih dikhawatirkan adalah kemungkinan tsunami yang menjalar hingga jauh. “Saya sedang memantau data dari kolega di Jepang. Di pantai utara Tohoku, tinggi tsunami sudah 60 cm. Di selatan sekitar 40–50 cm,” ungkapnya.

Ia memperkirakan bahwa jika gelombang tsunami terus menyebar, maka wilayah Indonesia, khususnya kawasan utara Papua, dapat menerima dampaknya dalam waktu 8 hingga 10 jam pasca gempa.

Meskipun begitu, skala gelombang diprediksi akan berkurang seiring jarak, tergantung topografi dasar laut dan pantai yang dilewatinya.

Sejumlah negara di Asia Timur telah mengaktifkan sistem peringatan dini dan melakukan evakuasi terbatas, terutama di kawasan pesisir yang rawan.

Belajar dari Jepang: Mitigasi dan Sistem Peringatan Dini

Prof. Irwan menyebut bahwa Jepang menjadi contoh nyata dalam hal mitigasi bencana. Ia menjelaskan bahwa sistem peringatan dini Jepang tidak hanya mengandalkan simulasi digital, tetapi juga sensor tekanan laut dan pengamatan pasang surut (tide gauge).

“Sensor tekanan mereka mampu mendeteksi tsunami sebelum mencapai pantai. Ditambah pengamatan pasut, masyarakat jadi mendapat peringatan lebih cepat dan akurat,” katanya.

Ia menekankan pentingnya Indonesia mengadopsi pendekatan serupa, terutama karena kondisi geografis Indonesia sangat rawan bencana gempa dan tsunami.

“Sistem ini bisa diterapkan di daerah rawan seperti Mentawai, Jawa Selatan, hingga Maluku Utara, agar masyarakat lebih siap saat terjadi bencana,” imbuh Prof. Irwan.

Teknologi Konstruksi Ramah Gempa Karya Anak Bangsa

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi megathrust, para peneliti dalam negeri terus mengembangkan teknologi konstruksi tahan gempa. Salah satu teknologi yang dinilai efektif adalah Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL), yang mampu meredam getaran dan kerusakan struktural akibat gempa.

Dr. Soelarso, S.T., M.Eng., dosen dan peneliti dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menjelaskan bahwa teknologi KSLL telah melalui serangkaian riset di UTC University’s de Technologie de Compiegne, Prancis. Ia menyebut teknologi ini cocok diterapkan pada berbagai jenis bangunan di wilayah rawan gempa.

“KSLL Stabilizer Technology merupakan pondasi dengan bentuk tulangan menyerupai sarang laba-laba. Fungsinya menyebarkan beban ke lapisan tanah yang luas dan merata, sehingga mengurangi risiko ketidakteraturan penurunan tanah,” ujar Soelarso dalam sesi diskusi teknis di Jakarta.

Teknologi ini juga menjadi solusi ideal untuk gedung bertingkat yang dibangun di atas tanah dengan daya dukung rendah. Bahkan, struktur basement dapat dibangun dengan biaya lebih efisien karena pondasi juga berfungsi sebagai dinding dan lantai basement.

Dr. Soelarso menambahkan, material yang digunakan dalam teknologi KSLL terdiri dari 85% tanah urug dan pasir, serta hanya 15% beton bertulang. Sistem ini sudah teruji aman pada bangunan di wilayah seperti Aceh, Padang, Bengkulu, Manado, dan Mataram, serta daerah lainnya.

Peristiwa gempa besar di Kamchatka mengingatkan pentingnya memahami sejarah seismik suatu wilayah. Meskipun jarang terjadi, zona seismic gap tetap menyimpan potensi energi besar yang bisa lepas sewaktu-waktu. Para ahli telah lama memperingatkan kemungkinan ini, dan kini terbukti.

Dampak dari gempa tersebut menunjukkan bahwa ancaman bencana tidak mengenal batas negara. Guncangan kuat dan potensi tsunami hingga ribuan kilometer menjadi tantangan serius bagi kawasan Asia Pasifik. Kerja sama regional dalam pengamatan dan mitigasi menjadi keharusan.

Belajar dari sistem Jepang, Indonesia didorong untuk mengembangkan peringatan dini berbasis sains dan teknologi mutakhir. Edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat juga menjadi kunci mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan parah di masa depan.(*)

Tags: gempa besargempa Kamchatkagempa Rusia 2025gempa tektonikITBJepangmitigasi bencanapantai barat SumatraProf. Irwan Meilanoseismic gapsistem peringatan dinitsunami Asia Timurtsunami Indonesiazona rawan gempa
Post Sebelumnya

ITB Raih PTN Terbaik Pengelola Administrasi SNBP 2025

Post Selanjutnya

Bekasi Rayakan Hari Koperasi, Tri Adhianto Tekankan Ekonomi Gotong Royong

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto.

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Dari tangan NE, polisi menyita sabu seberat 1,04 kilogram serta satu unit telepon seluler berikut kartu SIM yang diduga digunakan...

Kominika Pandji Pragiwaksono tiba di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Foto: Amsi

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Diketahui, Pandji kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya buntut materi stand-up comedy 'Mens Rea' yang dibawakannya. Laporan terhadap Pandji kali ini dilayangkan...

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

oleh Aminuddin Sitompul
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma,...

Post Selanjutnya
Bekasi Rayakan Hari Koperasi, Tri Adhianto Tekankan Ekonomi Gotong Royong

Bekasi Rayakan Hari Koperasi, Tri Adhianto Tekankan Ekonomi Gotong Royong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.