EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Rusia Cabut Moratorium Rudal Jarak Menengah Dekat, Jauh, Bebas Tampa Dibatasi

Rusia Cabut Moratorium Rudal Jarak Menengah Dekat, Jauh, Bebas Tampa Dibatasi

Rusia nyatakan tak lagi terikat moratorium rudal. NATO disebut sebagai pemicu langkah terbaru Moskow.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
5 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Moskow EKOIN.CO – Rusia secara resmi menyatakan tidak lagi terikat pada moratorium penempatan rudal jarak pendek dan menengah. Pernyataan itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada Senin, 4 Agustus 2025, seperti dikutip dari Reuters.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Langkah ini diambil setelah Moskow menilai situasi global berkembang ke arah pengerahan rudal darat buatan Amerika Serikat di Eropa dan kawasan Asia-Pasifik. Sebelumnya, Rusia telah menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengerahkan senjata semacam itu selama Washington menahan diri.

Pemerintah Rusia menyebut bahwa “persyaratan untuk mempertahankan moratorium sepihak atas pengerahan senjata serupa telah hilang.” Penilaian itu mengacu pada apa yang disebut sebagai tindakan destabilisasi oleh AS dan NATO dalam bidang strategi militer.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengungkapkan bahwa Moskow harus menanggapi kebijakan AS dan NATO yang memperburuk stabilitas kawasan. Menurutnya, kondisi saat ini menuntut tanggapan militer dari Rusia.

Berita Menarik Pilihan

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

Rusia cabut moratorium rudal INF

Kementerian Luar Negeri Rusia menggarisbawahi bahwa tindakan AS dalam mempersenjatai Eropa dan Asia-Pasifik dengan rudal jarak menengah membuat Moskow tidak lagi berkewajiban mematuhi moratorium tersebut. Pernyataan ini menjadi penegasan sikap baru Rusia terhadap keamanan global.

Pada hari yang sama, Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Dewan Keamanan, turut memberikan pernyataan keras. Ia menyalahkan NATO atas pencabutan moratorium rudal nuklir jarak pendek dan menengah tersebut.

“Pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia tentang pencabutan moratorium pengerahan rudal jarak menengah dan pendek merupakan hasil dari kebijakan anti-Rusia negara-negara NATO,” tulis Medvedev di media sosial X, Senin (4/8).

Ia menambahkan, “Ini adalah kenyataan baru yang harus dihadapi oleh semua lawan kita. Nantikan langkah-langkah selanjutnya.” Namun Medvedev tidak menjelaskan secara rinci bentuk langkah-langkah tersebut.

Langkah pencabutan moratorium ini menjadi bagian dari respons Rusia atas penarikan diri Amerika Serikat dari Perjanjian INF (Intermediate-Range Nuclear Forces) pada tahun 2019. Saat itu, Washington menuduh Moskow melanggar ketentuan perjanjian.

Latar belakang ketegangan senjata INF

Perjanjian INF sendiri ditandatangani pada 1987 oleh Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev. Perjanjian ini bertujuan menghapus semua rudal berbasis darat dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer.

Setelah AS keluar dari INF, Rusia sempat menyatakan akan tetap menahan diri dalam pengembangan rudal, selama AS juga tidak mengerahkan rudal sejenis. Namun ketegangan yang meningkat di kawasan Eropa Timur dan Asia-Pasifik mengubah posisi Moskow.

Kementerian Luar Negeri Rusia menilai langkah AS merupakan ancaman langsung bagi keamanan nasional Rusia dan kestabilan global. Oleh karena itu, Moskow memandang penting untuk mencabut komitmen moratorium sepihak tersebut.

Langkah ini dikhawatirkan akan memicu perlombaan senjata baru di kawasan, terutama di Eropa Timur yang menjadi titik panas antara kekuatan NATO dan Rusia. Negara-negara Eropa mulai mengamati dampak dari sikap terbaru Rusia tersebut.

Washington hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Rusia tersebut. Namun, sebelumnya AS telah menegaskan akan memperkuat pertahanan di Eropa sebagai bagian dari komitmen terhadap aliansi NATO.

Para pengamat menilai bahwa sikap Rusia ini akan mempersulit upaya diplomasi di bidang pengendalian senjata. Ketegangan antara Barat dan Rusia kemungkinan akan semakin memburuk dengan berakhirnya moratorium ini.

Sementara itu, negara-negara di kawasan Asia-Pasifik seperti Jepang dan Korea Selatan juga mulai menimbang ulang strategi keamanan mereka sebagai respons atas dinamika baru ini.

Pencabutan moratorium ini juga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kesalahan perhitungan militer di masa depan. Pakar pertahanan menyerukan agar semua pihak kembali ke meja perundingan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa struktur keamanan global masih rentan terhadap perubahan kebijakan sepihak oleh negara-negara besar. Ancaman terhadap kestabilan kawasan kini menjadi perhatian komunitas internasional.

Sebagai pernyataan Rusia mengenai pencabutan moratorium rudal jarak menengah dan pendek mencerminkan memburuknya hubungan antara Moskow dan negara-negara Barat, khususnya NATO. Situasi ini menambah ketidakpastian dalam keamanan internasional.

Langkah Rusia ini menunjukkan bahwa pencegahan terhadap pengembangan senjata strategis tidak dapat berjalan secara sepihak. Ketika salah satu pihak keluar dari kesepakatan, pihak lain cenderung merespons secara serupa demi menjaga keseimbangan kekuatan.

Dalam jangka pendek, kemungkinan besar terjadi peningkatan aktivitas militer di kawasan Eropa dan Asia-Pasifik. Negara-negara yang berada di wilayah tersebut akan menghadapi dilema baru dalam strategi pertahanan mereka.

Upaya diplomasi dan pengendalian senjata sangat dibutuhkan untuk mengurangi ketegangan dan mencegah eskalasi lebih jauh. Jika dibiarkan tanpa kontrol, situasi ini dapat mengarah pada konflik terbuka.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk merumuskan kembali mekanisme pengawasan dan penegakan perjanjian senjata strategis. Komunikasi terbuka antara negara-negara kunci harus segera dilakukan untuk menjaga perdamaian global. (*)

 

Tags: INFMedvedevmoratorium dicabutNATOrudal jarak menengahRusia
Post Sebelumnya

Apple Buat Chatbot Sendiri, Tantang Dominasi OpenAI

Post Selanjutnya

Picu Ketegangan Rusia-Amerika Trump Cemas Putin Dekati Pulau Biak

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto.

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Dari tangan NE, polisi menyita sabu seberat 1,04 kilogram serta satu unit telepon seluler berikut kartu SIM yang diduga digunakan...

Kominika Pandji Pragiwaksono tiba di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Foto: Amsi

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Diketahui, Pandji kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya buntut materi stand-up comedy 'Mens Rea' yang dibawakannya. Laporan terhadap Pandji kali ini dilayangkan...

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

oleh Aminuddin Sitompul
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma,...

Post Selanjutnya
Picu Ketegangan Rusia-Amerika Trump Cemas Putin Dekati Pulau Biak

Picu Ketegangan Rusia-Amerika Trump Cemas Putin Dekati Pulau Biak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.