London EKOIN.CO – Angkatan Bersenjata Inggris dilaporkan menyewa kontraktor asal Amerika Serikat untuk menjalankan operasi pengintaian rahasia di wilayah Gaza. Misi tersebut dilakukan untuk membantu Israel dalam upaya menemukan tawanan yang disandera oleh Hamas. Informasi ini dikutip dari Palestine Chronicle, Jumat (8/8).
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Langkah ini diambil karena Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) dikabarkan mengalami kekurangan pesawat militer yang memadai untuk melakukan operasi serupa. Dalam misi tersebut, pesawat milik Amerika Serikat dioperasikan atas nama pemerintah Inggris.
Pesawat tersebut terdeteksi melakukan penerbangan di atas wilayah Khan Yunis, Gaza, yang saat ini sebagian besar mengalami kerusakan parah akibat konflik berkepanjangan. Aktivitas penerbangan itu menjadi bagian dari misi intelijen strategis yang dirancang untuk memantau pergerakan di wilayah tersebut.
Menurut laporan, Kementerian Pertahanan Inggris membayar perusahaan berbasis di Nevada untuk menjalankan misi ini. Perusahaan itu adalah Straight Flight Nevada Commercial Leasing LLC, yang dikenal sebagai salah satu kontraktor militer terbesar di dunia.
Kontrak Rahasia untuk Operasi Udara
Kontrak kerja sama tersebut memberikan kewenangan penuh kepada pihak kontraktor untuk memiliki dan mengoperasikan pesawat yang digunakan dalam misi pengintaian. Hal ini berarti, meskipun operasi dilakukan atas nama Inggris, pengoperasian teknis berada sepenuhnya di bawah kendali pihak swasta.
Pesawat tersebut tidak diterbangkan langsung oleh pilot Angkatan Bersenjata Inggris. Sebaliknya, pilot yang bertugas adalah tenaga profesional yang dipekerjakan oleh perusahaan kontraktor.
Jenis pesawat yang digunakan sebelumnya pernah dioperasikan oleh militer Amerika Serikat di Irak untuk misi khusus. Desain dan teknologinya dirancang khusus untuk keperluan intelijen, pengawasan, dan pengintaian di wilayah konflik.
Penggunaan pesawat dengan spesifikasi tinggi ini memungkinkan pengumpulan informasi secara real-time, termasuk citra udara beresolusi tinggi dan data sinyal komunikasi dari wilayah sasaran.
Pihak Inggris belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait detail teknis misi ini, termasuk durasi dan cakupan operasinya di wilayah Gaza.
Fokus Misi pada Pencarian Sandera
Sumber yang dikutip menyebutkan bahwa tujuan utama misi ini adalah untuk membantu Israel dalam menemukan lokasi para sandera yang ditahan Hamas. Data intelijen yang dikumpulkan dari misi ini diyakini akan dibagikan dengan otoritas Israel.
Misi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Gaza, di mana serangan udara dan operasi darat masih berlangsung. Khan Yunis menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak dalam beberapa bulan terakhir.
Penggunaan kontraktor militer swasta dalam operasi lintas negara bukan hal baru. Metode ini sering digunakan untuk mengurangi keterlibatan langsung militer resmi suatu negara, sekaligus menjaga kerahasiaan operasi.
Meski begitu, keberadaan pesawat pengintaian di langit Gaza memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut. Aktivitas udara militer dapat dianggap sebagai bentuk intervensi yang memperpanjang ketegangan.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Hamas terkait dugaan adanya operasi udara Inggris-AS di wilayah kendali mereka.
Laporan Palestine Chronicle juga tidak memerinci berapa jumlah pesawat yang digunakan dan seberapa sering misi ini dilakukan.
Namun, data penerbangan publik menunjukkan adanya pola terbang pesawat militer di atas wilayah perbatasan Gaza dalam beberapa pekan terakhir.
Keberadaan operasi pengintaian gabungan ini dinilai penting bagi pihak Israel yang tengah berupaya memperluas basis data intelijen mereka untuk operasi penyelamatan sandera.
Bagi Inggris, kerja sama ini menegaskan keterlibatan mereka secara tidak langsung dalam dinamika konflik Gaza.
Penggunaan sumber daya militer swasta di wilayah konflik masih menjadi topik perdebatan, terutama terkait akuntabilitas dan transparansi operasional.
dari situasi ini menunjukkan bahwa kerja sama intelijen lintas negara terus berkembang seiring dengan kebutuhan strategis di lapangan. Namun, implikasi politik dan keamanan dari misi seperti ini akan terus menjadi perhatian banyak pihak.
Penting untuk diingat bahwa keterlibatan pihak asing dalam konflik memerlukan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan pelanggaran hukum internasional.
Dalam kondisi seperti ini, peran diplomasi tetap menjadi salah satu jalur yang dapat ditempuh untuk meredakan ketegangan.
Bagi masyarakat internasional, menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah tetap menjadi prioritas utama guna menghindari dampak konflik yang lebih luas.
Upaya intelijen seharusnya diarahkan untuk mendukung resolusi damai yang berkelanjutan, bukan memperpanjang siklus kekerasan.
( * )





