Jakarta EKOIN.CO – Timnas Indonesia U-17 resmi menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang lolos ke Piala Asia U-17 2026 tanpa melalui babak kualifikasi. Kepastian ini diumumkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah menetapkan sembilan negara yang mendapatkan tiket otomatis ke turnamen tersebut.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
AFC memutuskan, sembilan tim tersebut terdiri atas Timnas Indonesia U-17, Arab Saudi, Uzbekistan, Korea Selatan, Korea Utara, Jepang, Tajikistan, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar. Dari sembilan negara itu, delapan tim lolos karena mencapai perempat final Piala Asia U-17 2025, sedangkan Qatar mendapatkan tiket sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2025.
Dengan keputusan ini, Timnas Indonesia U-17 tidak perlu mengikuti babak kualifikasi yang akan berlangsung pada 22-30 November 2025 di tujuh negara berbeda. Keuntungan ini diperoleh berkat capaian gemilang di Piala Asia U-17 2025, yang mengantarkan mereka melangkah hingga perempat final.
Keputusan AFC tersebut membuat Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang langsung masuk daftar peserta. Negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam harus tetap berjuang di babak kualifikasi untuk mengamankan tempat di turnamen yang akan digelar di Arab Saudi pada 9-23 Agustus 2026.
Peluang Vietnam dan Thailand di Kualifikasi
Drawing babak kualifikasi Piala Asia U-17 2026 telah dilaksanakan pada Kamis, 7 Agustus 2025, dengan diikuti 47 negara. Berdasarkan undian, Vietnam yang berstatus tuan rumah tergabung di Grup C bersama Malaysia, Singapura, Hong Kong, Kepulauan Mariana Utara, dan Makau.
Secara teori, Vietnam memiliki peluang besar lolos karena akan bermain di kandang sendiri dengan lawan-lawan yang relatif di bawah level mereka. Faktor dukungan publik menjadi salah satu keuntungan yang diharapkan memperkuat langkah mereka.
Sementara itu, Thailand, yang juga menjadi tuan rumah, tergabung di Grup F bersama Kuwait, Turkmenistan, Mongolia, dan Maladewa. Meski menghadapi lawan yang lebih tangguh dibanding Vietnam, mereka tetap difavoritkan untuk melangkah ke putaran final.
Sesuai regulasi AFC, hanya juara grup yang berhak lolos otomatis ke putaran final. Dengan format ini, setiap pertandingan menjadi penentu yang sangat krusial bagi negara peserta, terutama bagi tim-tim yang tidak diunggulkan.
Grup A diisi China (tuan rumah), Bangladesh, Bahrain, Brunei, Timor Leste, dan Sri Lanka. Grup B terdiri atas Yaman, Laos, Kirgistan (tuan rumah), Kamboja, Guam, dan Pakistan.
Grup C menampilkan Vietnam (tuan rumah), Malaysia, Singapura, Hong Kong, Kepulauan Mariana Utara, dan Makau. Grup D berisi Iran, India (tuan rumah), Palestina, Taiwan, dan Lebanon.
Grup E mencakup Australia, Irak, Filipina, Yordania (tuan rumah), dan Bhutan. Grup F menghadirkan Thailand (tuan rumah), Kuwait, Turkmenistan, Mongolia, dan Maladewa.
Grup G dihuni Oman, Afghanistan, Myanmar (tuan rumah), Suriah, dan Nepal. Dengan komposisi ini, persaingan di babak kualifikasi diperkirakan berlangsung ketat di seluruh grup.
Indonesia Fokus Persiapan Piala Asia 2026
Bagi Indonesia, kepastian lolos tanpa kualifikasi memberi waktu lebih panjang untuk mempersiapkan tim secara optimal. Pelatih diharapkan dapat memaksimalkan program latihan dan uji coba internasional demi hasil maksimal di Arab Saudi.
Selain itu, PSSI memiliki kesempatan untuk membangun skuad yang lebih solid dengan memantau pemain-pemain potensial dari seluruh daerah. Kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat mental bertanding para pemain muda.
Meski tidak mengikuti kualifikasi, Timnas Indonesia U-17 dipastikan tetap akan melakoni beberapa laga persahabatan internasional. Langkah ini penting untuk menjaga ritme permainan sebelum turnamen resmi dimulai.
Dengan catatan prestasi di Piala Dunia U-17 2025, Timnas Indonesia U-17 diharapkan mampu bersaing dengan tim-tim elite Asia. Tantangan besar menanti, mengingat lawan yang akan dihadapi di putaran final memiliki kualitas tinggi.
Kesuksesan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda sepak bola Indonesia. Pencapaian tanpa kualifikasi merupakan bukti perkembangan positif yang patut dijaga konsistensinya di masa depan.
Sebagai kesimpulan, keberhasilan Timnas Indonesia U-17 lolos langsung ke Piala Asia U-17 2026 menunjukkan hasil nyata dari pembinaan berkelanjutan di level usia muda. Keputusan AFC menjadi bentuk pengakuan atas performa impresif mereka di ajang sebelumnya.
Dengan peluang yang telah terbuka, PSSI dan tim pelatih perlu menyusun strategi matang untuk bersaing di panggung Asia. Persiapan teknis, taktis, dan mental akan menjadi kunci menghadapi turnamen bergengsi tersebut.
Kehadiran Indonesia di Arab Saudi pada Agustus 2026 akan menjadi ajang pembuktian bagi sepak bola usia muda tanah air. Dukungan publik diharapkan dapat memotivasi tim untuk meraih hasil maksimal.
Sebagai saran, Timnas U-17 sebaiknya memanfaatkan waktu panjang ini untuk menggelar pemusatan latihan di dalam dan luar negeri. Uji coba melawan tim kuat Asia dan Eropa akan membantu mengasah kemampuan mereka.
PSSI juga dapat meningkatkan kerja sama dengan akademi sepak bola di berbagai daerah untuk mencari bakat baru. Proses seleksi terbuka akan memperluas kesempatan bagi pemain potensial.
Penting bagi pemain untuk tetap menjaga kebugaran fisik dan disiplin latihan, meskipun jadwal turnamen masih setahun lagi. Kesiapan fisik akan memengaruhi performa saat pertandingan penting.
Selain itu, dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi para pemain muda. Kampanye dukungan melalui media sosial dan stadion dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Akhirnya, keberhasilan ini sebaiknya dijadikan pijakan untuk meraih prestasi lebih tinggi di kancah internasional. Semangat juang dan konsistensi menjadi modal utama untuk bersaing di level Asia dan dunia. (*)





