Jakarta, EKOIN.CO – Kabupaten Brebes kini menjadi pusat perhatian sebagai lokasi pembangunan pabrik tekstil dan produk tekstil (TPT) raksasa. Perusahaan asal China, PT Xinhai Knitting Indonesia (Xinhai), telah merealisasikan investasinya di wilayah tersebut dengan membangun fasilitas produksi senilai US$40 juta, atau setara dengan Rp652,2 miliar. Proyek ini tidak hanya diharapkan dapat memperkuat daya saing industri nasional, tetapi juga berpotensi membuka hingga 8.000 lapangan kerja.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking pabrik seluas 8 hektare di Desa Ciampel, Kecamatan Kersana, telah dilaksanakan pada bulan lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, serta jajaran manajemen Xinhai. Menurut keterangan dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Brebes, pembangunan ini merupakan langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi daerah.
Wamenperin Faisol Riza, dalam keterangan resmi dari Kementerian Perindustrian, menyampaikan apresiasi atas komitmen Xinhai dan H&M, mitra distribusi-ritel modern perusahaan. “Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada PT Xinhai Knitting Indonesia dan H&M atas komitmennya dalam menanamkan modalnya di Indonesia,” ujar Faisol. “Realisasi investasi ini dinilai sebagai langkah strategis yang akan memperkuat daya saing sektor industri TPT nasional. Sekaligus menjadi jawaban atas tantangan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.”
Lebih lanjut, Faisol menambahkan bahwa kehadiran Xinhai sejalan dengan visi Indonesia untuk mewujudkan sektor manufaktur yang tangguh dan berkelanjutan. Pabrik ini akan memasok rantai fesyen global H&M dan dirancang menggunakan solar panel serta pengolahan air limbah sesuai standar industri hijau. “Keberadaan PT Xinhai Knitting Indonesia ini sebagai bagian dari rantai pasok global H&M yang menerapkan standar keberlanjutan tinggi, sangat sejalan dengan visi Indonesia untuk mewujudkan sektor manufaktur yang tangguh, inklusif, dan berwawasan lingkungan,” jelasnya.
Rencananya, pabrik baru tersebut akan mulai berproduksi pada Juli 2026. “Ini tidak hanya menandai dimulainya pembangunan fisik, namun juga awal dari kerja sama jangka panjang yang kami harapkan ikut memberikan manfaat nyata bagi para investor, pemerintah, serta masyarakat lokal,” kata Faisol. Ia juga menekankan bahwa investasi ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi besar Indonesia, khususnya dalam meningkatkan daya saing industri TPT di pasar global.
Sementara itu, Direktur Xinhai, Huang Lu Yu, mengungkapkan alasan perusahaannya memilih Indonesia. Huang melihat potensi besar yang ditawarkan, termasuk melimpahnya tenaga kerja. “Sebagai investor tekstil dan pakaian global, grup kami memiliki basis produksi pakaian rajut skala besar di Nantong, China dan Yangon, Myanmar, dan telah lama menyediakan layanan berkualitas tinggi untuk brand internasional, seperti H&M, partner bisnis kami,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Indonesia bukan hanya pusat maritim di ASEAN, tapi juga memiliki tenaga kerja yang melimpah. Masyarakat Brebes yang hangat juga membuat kami percaya diri untuk berinvestasi di Indonesia.”





