EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
Malaysia Tolak Istilah Ambalat, Pilih Laut Sulawesi

Malaysia Tolak Istilah Ambalat, Pilih Laut Sulawesi

Malaysia menolak istilah Ambalat dan memilih menyebut Laut Sulawesi dalam sengketa wilayah maritim dengan Indonesia. Perbedaan istilah Ambalat mencerminkan perbedaan klaim kedaulatan yang masih dinegosiasikan kedua negara.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
11 Agustus 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

KUALA LUMPUR, EKOIN.CO – Malaysia secara resmi menolak penggunaan istilah Ambalat untuk menyebut wilayah maritim yang selama ini menjadi sengketa dengan Indonesia. Pemerintah Negeri Jiran memilih istilah Laut Sulawesi dan menegaskan klaim kedaulatannya atas Blok ND-6 dan ND-7, yang terletak di tenggara Sabah dan timur Kalimantan Utara.
Gabung WA Channel EKOIN

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, yang mengatakan penggunaan istilah Ambalat dianggap tidak sesuai dengan posisi resmi negaranya. Ia menegaskan kawasan tersebut berada dalam hak kedaulatan Malaysia berdasarkan hukum internasional, dengan merujuk putusan Mahkamah Internasional (ICJ) tahun 2002.

Mohamad Hasan menyatakan bahwa penyebutan Laut Sulawesi akan mencegah terjadinya kesalahpahaman publik dan menghindarkan isu ini dipolitisasi, terutama menjelang pemilihan umum negara bagian Sabah. Ia menekankan, pihaknya siap memberikan penjelasan kepada parlemen maupun pemerintah daerah.

“Jika ada permintaan, Kementerian siap mengatur pengarahan agar semua pihak memahami masalah ini,” ujarnya di Dewan Rakyat Malaysia. Ia menambahkan, perbedaan istilah ini merupakan langkah strategis menjaga posisi hukum dan diplomasi negara.

Berita Menarik Pilihan

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

Delapan Hari Terlantar di Stasiun Gambir, WNA Prancis Diamankan Polisi Akibat Visa ‘Expired’ dan Kehabisan Uang

Sikap Tegas Malaysia atas Ambalat

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga menegaskan komitmen mempertahankan setiap jengkal wilayah Sabah, termasuk area sengketa di Ambalat. Dalam kunjungan ke Kota Kinabalu, Anwar mengatakan negosiasi dengan Indonesia akan dilakukan secara benar dan terbuka, tanpa kompromi pada kedaulatan nasional.

“Kami akan melindungi setiap jengkal Sabah. Kami akan merundingkannya dengan benar, tanpa menyerah,” kata Anwar, mengutip Malay Mail. Ia menambahkan hubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto tetap menjadi prioritas.

Pertemuan Anwar dan Prabowo di Jakarta pada 27 Juni lalu membahas opsi pengembangan bersama di wilayah sengketa. Meski belum ada kesepakatan final, kedua pemimpin sepakat mempertahankan suasana persahabatan dalam perundingan.

Menurut Anwar, kerja sama ini mencerminkan kedekatan pribadi antara dirinya dan Presiden Prabowo. “Saya ingin hubungan ini tetap baik,” ujarnya, seraya menegaskan proses negosiasi masih berjalan di forum konsultasi tahunan ke-13 pada 29 Juli.

Pandangan Pakar tentang Ambalat

Di sisi lain, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai pernyataan Menlu Malaysia perlu diluruskan. Menurutnya, Blok ND-6 dan ND-7 yang diklaim Malaysia tidak berada di laut teritorialnya, melainkan di Landas Kontinen.

“Pada wilayah Landas Kontinen, yang dapat diklaim adalah hak berdaulat, bukan kedaulatan penuh,” tegas Hikmahanto. Ia menambahkan bahwa penggunaan istilah Laut Sulawesi oleh Malaysia semata-mata karena tidak mengakui klaim Landas Kontinen Indonesia di Ambalat.

Bagi Indonesia, lanjutnya, konsistensi penggunaan istilah Ambalat adalah penting karena wilayah tersebut berada dalam klaim resmi pemerintah. Sengketa terjadi karena terdapat irisan klaim di Landas Kontinen yang sama-sama dianggap strategis dan kaya sumber daya.

Hikmahanto menekankan bahwa kedua negara telah sepakat mengelola irisan wilayah itu melalui skema joint development. Kesepakatan ini diharapkan dapat meminimalkan potensi konflik sambil tetap menegosiasikan batas maritim.

Ketegangan di kawasan Ambalat telah berlangsung sejak awal 2000-an, dipicu oleh potensi besar minyak dan gas. Letaknya yang strategis membuat wilayah ini menjadi fokus perhatian baik dari sisi ekonomi maupun keamanan maritim.

Indonesia selama ini menganggap Ambalat bagian dari wilayah hak berdaulatnya, sedangkan Malaysia memasukkannya ke dalam peta wilayah lautnya. Perbedaan pandangan ini kerap memunculkan insiden diplomatik.

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara berupaya meredakan tensi dengan menempuh jalur diplomasi. Forum konsultasi tahunan menjadi wadah resmi untuk membahas sengketa sekaligus peluang kerja sama ekonomi di Ambalat.

Negosiasi batas maritim menjadi tantangan tersendiri karena melibatkan interpretasi hukum internasional, sejarah, dan pertimbangan politik domestik masing-masing negara. Keberhasilan diplomasi akan sangat menentukan stabilitas kawasan.

Pemerintah Indonesia berharap penyelesaian sengketa Ambalat dapat dicapai dengan cara damai dan saling menghormati. Presiden Prabowo menegaskan adanya itikad baik kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik.

Meski perbedaan istilah masih menjadi sorotan, kedua negara sepakat menghindari tindakan provokatif di lapangan. Komitmen ini menjadi sinyal positif bagi masa depan hubungan bilateral.

Jika kesepakatan pengelolaan bersama berjalan, Ambalat berpotensi menjadi model resolusi sengketa maritim di Asia Tenggara. Hal ini dapat memperkuat stabilitas dan membuka peluang investasi energi.

Pemerhati hubungan internasional menilai sengketa Ambalat adalah ujian diplomasi yang akan menunjukkan kematangan politik kedua negara. Keberhasilan mengelola isu ini akan menjadi preseden penting di kawasan.


Hubungan Indonesia-Malaysia perlu dijaga dengan komunikasi intensif, agar sengketa Ambalat tidak meruncing menjadi konflik terbuka. Pendekatan win-win solution sangat diperlukan.

Pemerintah kedua negara sebaiknya fokus pada penyelesaian teknis batas maritim sebelum membicarakan pembagian manfaat ekonomi. Hal ini akan meminimalkan gesekan diplomatik.

Transparansi informasi kepada publik menjadi penting, sehingga isu Ambalat tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik jangka pendek. Keseimbangan informasi perlu dijaga.

Keterlibatan ahli hukum laut internasional dapat mempercepat tercapainya kesepakatan yang adil. Langkah ini akan meningkatkan kredibilitas perundingan di mata dunia.

Dialog lintas sektor, termasuk melibatkan masyarakat pesisir, akan memperkuat legitimasi hasil kesepakatan di Ambalat.

Keberhasilan menyelesaikan sengketa Ambalat akan menjadi tonggak sejarah diplomasi kedua negara. Hal ini membuktikan bahwa dialog dapat mengatasi perbedaan yang tajam.

Kesepakatan yang adil akan menciptakan manfaat ekonomi bersama, sekaligus memperkuat stabilitas politik di perbatasan laut.

Kerja sama pengelolaan sumber daya di Ambalat dapat membuka peluang besar di sektor energi dan maritim. Potensi ini harus dimanfaatkan optimal.

Sengketa Ambalat hendaknya dilihat sebagai peluang membangun kemitraan strategis, bukan semata-mata sumber perselisihan. Semangat kolaborasi perlu dikedepankan.

Kedua negara diharapkan menempatkan kepentingan jangka panjang kawasan di atas kepentingan politik sesaat. Dengan begitu, Ambalat dapat menjadi simbol perdamaian dan kemakmuran bersama. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: AmbalatdiplomasiindonesiaLaut SulawesiMalaysiasengketa maritim
Post Sebelumnya

Alaska Jadi Titik Pertemuan AS dan Rusia

Post Selanjutnya

Iran Tolak Pembangunan Koridor Kaukasus AS

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Soekarno Runniversary 2026 di Parkir Timur GBK, Jumat (6/2/2026). Pemprov DKI menyambut baik ajang yang memadukan semangat olahraga dengan edukasi nilai-nilai kebangsaan tersebut. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menilai kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi positif dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat...

Personel Polsek Gambir saat memberikan pendampingan kepada Mariame Traore (WNA Prancis) yang ditemukan terlantar di Hall Utara Stasiun Gambir. Mariame kini telah diserahkan ke Kantor Imigrasi Jakarta Pusat di Kemayoran untuk penanganan dokumen dan izin tinggal lebih lanjut. (Foto: Humas Polres Jakarta Pusat/Ekoin.co)

Delapan Hari Terlantar di Stasiun Gambir, WNA Prancis Diamankan Polisi Akibat Visa ‘Expired’ dan Kehabisan Uang

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Basuki mengatakan, pengamanan terhadap warga negara Asing bermula saat anggota Polsek Gambir...

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menerangkan tersangka IJ ibu kandung korban, menjemput korban RZA. Foto: Amsi

Polda Metro Jaya Sikat 10 Tersangka TPPO, Ibu Kandung Penjual Anak Terancam 15 Tahun Penjara

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

"Polisi berhasil menyelamatkan 4 anak dari praktik tindak pidana perdagangan orang. Para anak dibawa ke Dinas Sosial DKI Jakarta untuk...

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto.

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Dari tangan NE, polisi menyita sabu seberat 1,04 kilogram serta satu unit telepon seluler berikut kartu SIM yang diduga digunakan...

Post Selanjutnya
Iran Tolak Pembangunan Koridor Kaukasus AS

Iran Tolak Pembangunan Koridor Kaukasus AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.