EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Singapura Waspada Lonjakan Kasus Chikungunya

Singapura Waspada Lonjakan Kasus Chikungunya

Lonjakan kasus chikungunya di Singapura memicu peringatan serius otoritas kesehatan. Pencegahan menjadi kunci utama menekan risiko penyebaran chikungunya.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
11 Agustus 2025
Kategori BERANDA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

SINGAPURA, EKOIN.CO – Lonjakan kasus chikungunya di Singapura memicu peringatan serius dari Otoritas Penyakit Menular (Communicable Diseases Agency/CDA). Sejak awal tahun hingga 2 Agustus 2025, tercatat 17 kasus, lebih dari dua kali lipat periode yang sama tahun lalu, serta melampaui total kasus sepanjang 2024.
Gabung WA Channel EKOIN di sini

CDA mengungkapkan, dari 16 kasus yang dilaporkan hingga akhir Juli, 13 di antaranya adalah kasus impor dari wilayah terdampak di luar negeri, sedangkan tiga lainnya merupakan kasus lokal sporadis. Kondisi ini menimbulkan kewaspadaan mengingat sebagian kasus datang dari negara dengan wabah aktif.

Meski jumlahnya masih jauh di bawah puncak wabah pada 2008 yang mencapai 718 kasus dan pada 2013 sebanyak 1.059 kasus, CDA menegaskan pentingnya penguatan langkah pencegahan. Badan tersebut siap meninjau perlunya kebijakan tambahan jika risiko penyebaran chikungunya meningkat.

Badan Lingkungan Nasional (NEA) menyatakan akan meningkatkan pengendalian vektor setiap kali ada laporan kasus dari CDA. Langkah ini mencakup inspeksi sarang nyamuk di area rumah dan tempat kerja pasien.

Hingga kini, NEA telah memasang sekitar 72.000 perangkap nyamuk Gravitrap di kawasan permukiman. Perangkat ini membantu memantau populasi nyamuk Aedes, vektor utama penyebaran chikungunya.

Berita Menarik Pilihan

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

Gejala dan Dampak Kesehatan Chikungunya

Virus chikungunya menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Gejalanya mirip dengan demam berdarah, seperti demam tinggi, nyeri sendi, ruam, dan sakit kepala. Namun, nyeri sendi akibat chikungunya bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

“Meskipun tidak seberbahaya dengue, chikungunya dapat sangat melemahkan,” ujar Profesor Ooi Eng Eong dari Duke-NUS Medical School. Pernyataan ini mempertegas bahwa pasien tetap memerlukan penanganan intensif untuk pemulihan.

Lonjakan kasus di Singapura diduga terkait wabah yang terjadi di wilayah Samudra Hindia, termasuk Sri Lanka, serta di China yang melaporkan lebih dari 7.000 kasus pekan lalu. Amerika Serikat bahkan mengeluarkan peringatan perjalanan ke provinsi Guangdong dan kota Dongguan.

CDA juga melaporkan bahwa chikungunya tahun ini meningkat di Amerika, Asia, dan Eropa. Perubahan iklim turut membuat negara beriklim sedang yang sebelumnya bebas penyakit ini kini memiliki risiko lebih tinggi.

Belum ada vaksin chikungunya yang tersedia di Singapura, meskipun di beberapa negara lain vaksin telah mendapat izin edar. Pemerintah Singapura menunggu data keamanan lebih lanjut sebelum memutuskan penggunaannya.

Langkah Pencegahan dan Anjuran Perjalanan

Selama vaksin belum tersedia luas, pencegahan terbaik adalah menghindari gigitan nyamuk Aedes. CDA dan pakar kesehatan menyarankan penggunaan losion anti-nyamuk, mengenakan pakaian tertutup, serta membersihkan sarang nyamuk di rumah dan tempat kerja.

Bagi pelancong yang menuju daerah terdampak, disarankan untuk menginap di tempat dengan pelindung serangga, menggunakan repelan, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala chikungunya.

Pasien yang terinfeksi diimbau memberi tahu riwayat perjalanan kepada dokter. Mereka juga diminta tetap menggunakan repelan untuk mencegah penularan virus ke nyamuk lain yang dapat menginfeksi orang sehat.

Seperti dengue, belum ada obat antivirus khusus untuk mempercepat penyembuhan chikungunya. Penanganan yang dilakukan hanya untuk meredakan gejala, seperti pemberian analgesik bagi nyeri sendi.

“Pasien juga perlu memastikan bahwa mereka tidak terinfeksi dengue bersamaan dengan chikungunya,” kata Dr Paul Tambyah, mantan Presiden International Society for Infectious Diseases.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit menular lintas negara dapat meningkat seiring mobilitas manusia yang tinggi. Pencegahan menjadi kunci meminimalkan risiko penyebaran chikungunya di Singapura.

Masyarakat diminta untuk waspada namun tidak panik. Dengan penerapan langkah pencegahan yang disiplin, risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.

Warga yang tinggal di kawasan padat penduduk juga disarankan mengikuti program pengendalian vektor dari pemerintah. Partisipasi aktif dapat membantu menekan jumlah kasus chikungunya di masa mendatang.

Kesiapsiagaan pemerintah, ditambah kesadaran masyarakat, menjadi faktor penting dalam mengatasi ancaman penyakit ini. Dengan kerja sama berbagai pihak, Singapura berharap dapat mengendalikan laju kasus chikungunya yang sedang meningkat.


Peningkatan pengendalian lingkungan dan pembersihan sarang nyamuk secara rutin harus menjadi kebiasaan. Tanpa itu, risiko penyebaran chikungunya akan terus menghantui.

Penggunaan kelambu saat tidur, terutama di daerah rawan, sangat membantu melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Pemeriksaan kesehatan rutin bagi pelancong dari wilayah terdampak juga bisa membantu deteksi dini.

Pemerintah dapat memperluas edukasi publik melalui media untuk meningkatkan kesadaran pencegahan chikungunya.

Partisipasi aktif masyarakat akan menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian wabah.

Kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan menjadi garis pertahanan pertama melawan chikungunya.

Dengan pencegahan yang konsisten, risiko wabah besar dapat ditekan.

Kesiapan fasilitas kesehatan juga memastikan penanganan pasien berlangsung efektif.

Kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat menjadi kunci mengatasi ancaman chikungunya.

Jika semua pihak bergerak bersama, Singapura dapat menghindari ledakan kasus chikungunya seperti di masa lalu.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: chikungunyakesehatannyamuk Aedespencegahan penyakitSingapurawabah
Post Sebelumnya

7 Makanan yang Melemahkan Daya Ingat Waspadai

Post Selanjutnya

7 Makanan Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kemenangan 2-0 ini membawa Macan Kemayoran naik ke posisi dua klasemen sementara BRI Super League. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Stadion Indomilk Tak Lagi Angker bagi Macan Kemayoran, Persija Pulang Bawa Kemenangan Mutlak

oleh Danang F Pradhipta
30 Januari 2026
0

​"Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kami tahu main di sini (Tangerang) selalu sulit, tapi hari ini efektivitas penyelesaian akhir...

BSI Maslahat dan IPB Perkuat Akses Pendidikan dan Sarana Keagamaan bagi Mahasiswa. Sumber dok bsimaslahat.or.id

BSI Maslahat Dukung Pendidikan Lewat Bantuan Rp6 Miliar di IPB

oleh Agus DJ
28 Januari 2026
0

Bogor, Ekoin.co - BSI Maslahat Dukung Pendidikan di Indonesia dengan melakukan kolaborasi strategis bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Institut...

Kehadiran konsep hiburan tradisional di tengah kawasan elite ini memicu perdebatan luas terkait etika ruang publik dan legalitas perizinan usaha di awal tahun 2026. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

PIK 2 Rasa Pantura: Ketika Kawasan Elit Jakarta Utara Tergoda ‘Servis’ Kopi Pangku

oleh Admin EKOIN.CO
23 Januari 2026
0

Di satu sisi, fenomena ini dianggap sebagai keunikan urban, namun di sisi lain, desakan untuk penertiban mulai bermunculan seiring dengan...

Ilustrasi tumpukan emas batangan Logam Mulia Antam di Jakarta. Per Kamis (22/1/2026),

Harga Emas Antam Turun Rp15.000, Investor Jangka Pendek Diminta Waspada

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Misalnya, mereka yang membeli emas pada 22 Januari 2025 di harga Rp 1.606.000 per gram kini masih menikmati yield sebesar...

Post Selanjutnya
7 Makanan Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi

7 Makanan Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.