WASHINGTON, EKOIN.CO – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa para tunawisma di ibu kota Washington harus dipindahkan jauh dari pusat kota. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu (10/8/2025) menjelang konferensi pers yang akan digelar sehari setelahnya, di mana ia diperkirakan mengumumkan rencana resmi penanganan ibu kota.
(Baca Juga : Trump Rencana Pengusiran Tunawisma)
Trump mengklaim, tingkat kejahatan di Washington meningkat, meskipun pernyataannya itu tidak didukung data resmi. Ia menegaskan akan mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan mengambil alih kendali federal atas pengelolaan kota yang selama ini dijalankan oleh pemerintah daerah Distrik Columbia di bawah pengawasan Kongres.
Trump Tegaskan Penertiban Tunawisma
Menurut Trump, langkah pemindahan tunawisma diperlukan untuk membuat Washington “lebih aman dan indah dari sebelumnya.” Dalam unggahan di platform Truth Social, ia menulis, “Para tunawisma harus pindah, segera. Kami akan memberi Anda tempat tinggal, tetapi jauh dari ibu kota.”
(Baca Juga : Gedung Putih Pemindahan Tunawisma)
Selain itu, Trump menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan para pelaku kriminal segera dipenjara. Ia menambahkan, keamanan publik akan menjadi prioritas utama kebijakan yang akan ia umumkan dalam konferensi pers pada Senin (11/8/2025).
Ancaman Federalisasi Washington
Gagasan pemindahan tunawisma ini tidak terlepas dari wacana lama Trump yang mengkritik sistem pengelolaan Washington. Ia mengancam akan memfederalisasi kota tersebut, memberi Gedung Putih kewenangan penuh atas keputusan penting, termasuk urusan tata kelola dan keamanan.
(Baca Juga : Trump Federalisasi Washington)
Meski demikian, rencana ini berpotensi memicu perdebatan hukum dan politik. Distrik Columbia memiliki pemerintahan lokal terpilih, namun statusnya yang berada di bawah pengawasan Kongres membuat kebijakan federalisasi secara teknis dapat dilakukan, meski jarang diterapkan.
Trump yang berasal dari Partai Republik dan berlatar belakang miliarder properti itu menyatakan, visi ini merupakan bagian dari janji untuk mempercantik dan mengamankan pusat pemerintahan AS.
Warga dan kelompok advokasi tunawisma diperkirakan akan menanggapi rencana ini dengan kritis, mengingat kebijakan serupa di masa lalu sering memunculkan kontroversi terkait hak asasi manusia.
Trump belum merinci lokasi pemindahan tunawisma yang dimaksud, namun menjanjikan fasilitas tempat tinggal sebagai kompensasi.
Pengumuman resmi dijadwalkan akan disampaikan pada Senin siang waktu setempat, dan diperkirakan menjadi salah satu topik hangat dalam perpolitikan domestik AS menjelang tahun pemilu.
Rencana Trump memindahkan tunawisma dari pusat Washington menimbulkan sorotan publik. Langkah ini digadang sebagai upaya menciptakan keamanan dan keindahan kota.
Wacana federalisasi kota juga muncul kembali, menandakan ambisi Gedung Putih memperluas kontrol langsung.
Pernyataan Trump menambah ketegangan antara pemerintah pusat dan lokal Distrik Columbia.
Kritik dari kelompok hak asasi dan aktivis tunawisma diprediksi mengemuka.
Konferensi pers Senin mendatang akan menjadi momen penting untuk melihat detail kebijakan ini. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





